Pasca perhelatan kegiatan Pengujian Rencana Aksi, Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) melanjutkan tahap pemilihan Calon Rektor Periode 2026-2030 dengan menyelenggarakan Wawancara Tertutup pada Rabu – Kamis, 9 – 10 Sya’ban 1447 H/28 – 29 Januari 2026 M. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Datar lantai 2 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta.

Pelaksanaan Wawancara Tertutup dibagi menjadi 2 (dua) hari. Seluruh Calon Rektor diwawancarai dengan tatap muka dan langsung mendapat penilaian oleh Tim Seleksi yang terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S.; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum.; Prof. Moh. Mahfud MD; Dr. Halim Alamsyah, S.E., S.H., M.A.; dan Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D. Kegiatan ini turut disaksikan secara langsung oleh Jajaran Pengurus YBW UII melalui monitor yang tersedia di ruang terpisah. Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen YBW UII dalam memastikan seluruh rangkaian pemilihan Calon Rektor UII berjalan secara transparan dan adil.

Wawancara pada hari pertama, diikuti oleh 7 (tujuh) kandidat, yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D. Sedangkan hari kedua, diikuti oleh 6 (enam) kandidat, yaitu Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Setiap kandidat menjalani sesi wawancara tertutup untuk menjamin objektivitas dan independensi penilaian. Tim Seleksi Pemilihan calon Rektor melakukan pendalaman terhadap setiap jawaban Calon Rektor melalui beberapa pertanyaan yang mencakup nilai-nilai UII, kemampuan manajerial, dan strategi pengembangan institusi kedepannya.

Penilaian dari Tim Seleksi Pemilihan Rektor dihitung secara langsung pada hari kedua pelaksanaan wawancara tertutup. Rekapitulasi hasil wawancara ini menjadi dasar dalam menetapkan 6 (enam) kandidat bakal Calon Rektor UII. Selanjutnya, hasil penetapan tersebut akan disampaikan kepada Senat Universitas sebagai tahap lanjutan dalam proses pemilihan Rektor UII periode 2026 – 2030. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pengujian Rencana Aksi Bakal Calon Rektor Terpilih UII pada Selasa, 8 Sya’ban 1447 H/27 Januari 2026 M, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penting dari linimasa pemilihan Pimpinan Universitas untuk periode 2026 – 2030 yang sudah berlangsung sejak 2 Desember 2025. Mengusung tema “Amanah Demi UII”, YBW UII menekankan makna kepemimpinan sebagai tanggung jawab besar yang melekat pada nilai etika, profesionalisme, dan pengabdian terhadap Universitas.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PYBW UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. memaknai proses pemilihan Rektor tidak hanya berfokus pada keunggulan individu, tetapi juga pada kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur UII agar tetap mampu bersaing di tengah disrupsi global. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh Calon Rektor Terpilih yang sudah bersedia mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi. “Terima kasih kepada para calon rektor atas partisipasinya. Ini adalah proses yang penting. Bapak dan Ibu merupakan orang-orang terbaik yang telah meluangkan waktu dan pemikiran untuk memimpin UII di masa depan. Siapapun yang terpilih, harapannya institusi ini dapat terus berkembang dengan baik,” ujarnya.

Pemilihan Calon Rektor UII periode ini diawali dengan proses penjaringan yang diikuti oleh dosen tetap untuk memilih 30 (tiga puluh) Bakal Calon Rektor. Melalui serangkaian tahap seleksi yang ketat, jumlah tersebut kemudian terkurasi menjadi 13 (tiga belas) kandidat yang dinyatakan lolos dan lanjut ke tahap Pengujian Rencana Aksi, yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof.Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Melalui Pengujian Rencana Aksi, para Calon Rektor memaparkan visi, strategi, dan program yang akan dijalankan selama masa kepemimpinan mendatang. Selain presentasi, para Calon Rektor juga mengikuti sesi tanya-jawab untuk menggali lebih dalam gagasan serta komitmen di hadapan Tim Seleksi Pemilihan Rektor yang terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S., Anggota Pembina Yayasan Badan Wakaf UII; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum UII; Prof. Mohammad Mahfud MD, Guru Besar Hukum Tata Negara; Dr. Halim Alamsyah, Wakil Presiden Komisaris PT Bank Danamon Indonesia (MUFG Group, Jepang); serta Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D., ahli di bidang perbankan, keuangan, manajemen risiko, pasar modal, tata kelola, dan keuangan pembangunan.

Rangkaian Pengujian Rencana Aksi merupakan salah satu bentuk komitmen PYBW UII dalam menjaga kualitas dan mengawal proses pemilihan Pimpinan Universitas. Tentunya setiap tahapan dirancang secara cermat untuk memastikan Rektor yang terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan, visi strategis, serta integritas moral yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tahap selanjutnya, Tim Seleksi Pemilihan Rektor akan menetapkan 6 (enam) Calon Rektor melalui musyawarah dan mufakat yang nantinya diajukan kepada Senat Universitas untuk dipilih menjadi 3 (tiga) Calon Rektor Terpilih. Harapannya untuk Rektor Terpilih mampu mengawal arah kebijakan Universitas secara berkelanjutan dan siap menjawab tantangan Pendidikan Tinggi di tingkat nasional dan internasional di masa depan. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Rapat Terbuka Senat Milad UII ke-83 pada Selasa, 30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Senat Universitas; Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII; Pimpinan, Dosen, dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UII; Pensiunan; serta sejumlah tamu penting lainnya. Rapat Terbuka Senat ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang UII yang telah memasuki usia ke-83 tahun, dengan mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”.

Tema yang diangkat kali ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui harmoni, baik harmoni dalam nilai, pemikiran, maupun implementasi yang kualitasnya selalu dijaga secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika UII dari generasi ke generasi. Hal ini sejalan dengan pemaparan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya merangkum capaian dan pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 ke dalam 3 tujuan strategis. Pertama, penguatan akar dalam integritas nilai keislaman dan kebangsaan yang diikuti oleh peningkatan kapasitas internal. Kedua, peningkatan inovasi keberlanjutan dalam prestasi di kancah internasional di mana UII menjadi salah satu Universitas Swasta yang berhasil mempertahankan eksistensinya di dalam jajaran World’s Rank sehingga membuka peluang kerja sama global yang lebih luas. Ketiga, peneguhan komitmen UII dalam menebarkan manfaat untuk bangsa melalui program-program kemahasiswaan yang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga implementasinya mampu berdampak nyata untuk masyarakat.

Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Ketua Umum Pengurus YBW UII dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi dari segenap sivitas akademika UII, serta rasa bangga atas capaian yang diraih sepanjang tahun 2025. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik dan pengakuan nasional hingga global tentu patut disyukuri. Namun, prestasi terbesar UII bukan hanya sekedar angka akreditasi, melainkan kemampuan menjaga independensi akademik di tengah arus politisasi. Menatap perjalanan menuju satu abad usia UII, Prof. Suparman berharap seluruh elemen keluarga besar UII mulai dari Yayasan, Universitas, dan Unit Usaha mampu bersinergi dengan lebih erat. Melalui fondasi dan ikatan kebersamaan, ia meyakini bahwa nama besar UII mampu tetap teguh menjunjung integritas serta kualitas walaupun badai disrupsi menerjang di masa depan.

Rangkaian Rapat Terbuka Senat Milad ke-83 UII ditutup dengan Pidato Ilmiah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi Hukum Keluarga Program Sarjana FIAI UII, Dr. Maulidia Mulyani, S.H., M.H., yang mengangkat tema “Dinamika Kerentanan Perempuan-Anak dan Intervensi Negara dalam Keluarga”. Dalam pidatonya, Dr. Maulidia menyampaikan peran strategis UII dalam merespon isu-isu sosial kemanusiaan yang sedang marak terjadi salah satunya pernikahan. Di akhir acara, UII memberi penghargaan atas dedikasi para pegawai yang telah mengabdi selama 25, 30, 35, hingga 40 tahun. Seluruh rangkaian acara tersebut menjadi peneguhan komitmen UII untuk terus melangkah maju. Semoga UII dapat terus menjaga harmoni untuk menorehkan jejak lestari sebagai perguruan tinggi yang berdaya guna bagi masyarakat dan bangsa.(Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., pada Rabu, 24 Rajab 1447 H/14 Januari 2026 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Acara dihadiri oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan FH UII, serta Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY.

Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Hukum Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menjadi Guru Besar ke-56 sekaligus salah satu dari 48 profesor aktif di lingkungan UII. Saat ini, proporsi dosen bergelar profesor di UII mencapai 6,2 persen, yakni 48 orang dari total 779 dosen.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan menurutnya dengan bertambahnya profesor di lingkungan UII merupakan capaian penting yang mengandung makna filosofis. “Universitas tidak cukup hanya mengejar kebermanfaatan praktis melalui lulusan, riset, dan inovasi, tetapi harus tetap setia menjaga martabat serta ruh keilmuan. Kebermanfaatan sejati, lanjutnya, adalah buah dari pencarian kebenaran ilmiah. Dengan hadirnya profesor-profesor baru, UII diyakini akan terus meneguhkan perannya sebagai institusi peradaban yang relevan karena maknanya bagi masyarakat luas,” ujar Rektor UII.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII memberikan sambutan mewakili Ketua Umum PYBW UII. “Sebagai salah satu orang yang mengenal Bang Parman (biasa kami panggil beliau), saya mengetahui bahwa perjalanan akademik hingga mencapai jabatan profesor merupakan proses panjang dan penuh dedikasi. Sama halnya dengan yang kami lihat dan temui sosoknya di kantor, ketika bekerja beliau selalu mengingatkan untuk komitmen, konsistensi, dan dedikasi yang tinggi. Momentum ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah UII, mengingat relatif jarang terdapat dosen UII yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan memperoleh kenaikan jabatan akademik pada waktu yang bersamaan,” ungkap Prof. Allwar.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu akademik serta menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi. Semoga Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dapat terus menginspirasi dan memperkuat kontribusi akademik bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. (Humas)

Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari, berbagai lini bisnis terus berlomba menghadirkan inovasi. Sebagai bagian dari transformasi digital layanan kesehatan, Rumah Sakit JIH Yogyakarta bersama Bank CIMB Niaga Syariah meluncurkan QRIS Snap by JIH Apps pada Jum’at, 20 Rajab 1447 H/9 Januari 2026 M bertempat di Lobby Gedung B, RS JIH Yogyakarta.

Melalui peluncuran QRIS Snap by JIH Apps “Pembayaran dalam Genggaman Anda”, RS JIH Yogyakarta menghadirkan solusi pembayaran modern yang cepat, aman, dan praktis sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan. Inovasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat di era digital. Sekarang, pasien dan keluarga dapat menikmati pengalaman pembayaran layanan rumah sakit dengan nyaman hanya dalam satu genggaman.

Acara ini turut dihadiri Syariah Branch Area Head Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta CIMB Niaga Syariah, Bapak Novandri Yudha Iskandar. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas jalinan kerja sama strategis antara CIMB Niaga Syariah dan RS JIH Yogyakarta dalam menghadirkan sistem pembayaran digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Kemudian sambutan disampaikan oleh Chief Executive Officer PT Unisia Medika Farma, Bambang Pediantoro, S.E., M.M., CPHR. yang menegaskan bahwa peluncuran QRIS Snap by JIH Apps merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RS JIH Yogyakarta dalam meningkatkan mutu pelayanan, khususnya dari sisi kemudahan administrasi dan pembayaran.

Kehadiran QRIS Snap by JIH Apps mencerminkan langkah berkelanjutan RS JIH Yogyakarta dalam proses transformasi mengikuti era digital. Sejalan dengan dukungan terhadap program nasional transaksi non-tunai, RS JIH Yogyakarta berkomitmen terus mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk mewujudkan rumah sakit modern yang responsif, mudah diakses, serta memberikan pengalaman layanan yang nyaman dan memuaskan bagi pasien. (Humas)

Dokumentasi Radio Unisia

Radio Unisia secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pengembangan Siaran Kajian Interaktif – Literasi KeIslaman dengan Kementerian Agama DIY pada Kamis, 18 Rajab 1447 H/8 Januari 2026 M bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Jalan Sukonandi No.8 Umbulharjo, Yogyakarta. PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Radio Unisia, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si., Ph.D. dan Kepala Kantor Kementrian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum. yang diwakili oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Waqaf Kemenag DIY, Nur Huda.

Penandatanganan perjanjian ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi serta sinergisitas antara Kementerian Agama DIY dan Radio UNISIA dalam menyiarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui program siaran Kajian Interaktif–Literasi Keislaman. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana dakwah yang edukatif dan inklusif, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat.

Dokumentasi Radio Unisia

Kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan sinergitas antara lembaga penyiaran dan institusi pemerintah menjadi landasan kuat dalam membangun kerja sama yang saling menguatkan. Dalam hal ini, Radio Unisia berperan sebagai media penyiaran yang memiliki spesialisasi pada program-program kajian Islam, sementara Kementerian Agama hadir sebagai lembaga pemerintah yang berperan dalam pelayanan, pembinaan, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Sehingga tercipta penyiaran dakwah secara lebih luas, terarah, dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. (Humas)

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

RS UII meresmikan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan pada Senin, 16 Rajab 1447 H/5 Januari 2026 M di Auditorium RS UII Jalan Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Acara dihadiri oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK., Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII, Prof. Ir. Widodo, MSCE., Ph.D., Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Direksi PT UEM beserta jajaran, Direksi PT UMF (RS JIH) beserta jajaran, dan para tamu undangan lainnya.

Dr. Mulyo Hartana, Sp.PD. selaku Direktur Utama RS UII menyampaikan, “atas evaluasi dan analisis terhadap peningkatan utilitas ruang rawat inap di Rumah Sakit UII yang sangat signifikan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta memenuhi peraturan yang berlaku, RS UII perlu melakukan pengembangan bangunan gedung RS UII dengan membangun Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di lantai 5 dan 6, dengan kapasitas 200 tempat tidur.” Peresmian pengembangan RS UII di awal Januari 2026 ini menjadi bukti bahwa RS UII menjaga komitmen peningkatan pelayanan RS dengan prinsip ekuitas sesuai dengan UU No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Pengembangan fasilitas Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) di RS UII memperoleh dukungan penuh dari Yayasan Badan Wakaf UII. Dukungan tersebut terlihat sejak Direktur Utama PT Unisia Edu Medika, Drs. Achmad Sobirin, MBA., Ph.D., A.k., menyerahkan surat permohonan percepatan pembangunan fasilitas kepada Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, yang langsung direspons positif sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menegaskan, “KRIS adalah sarana, wujud komitmen, empati, serta profesionalisme pelayanan kesehatan, dan diharapkan tenaga medis menjadi ruh dari keseluruhan layanan. Tanpa hal tersebut, fasilitas sebaik apa pun nyaris tidak memiliki makna.”.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Acara diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK. Selanjutnya, seluruh tamu undangan diajak mengikuti hospital tour, dan diakhiri dengan konferensi pers. (Humas)

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Sidang Tengah Tahunan Pembina pada hari Sabtu – Ahad, 29 Jumadil Akhir – 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 20 – 21 Desember 2025 M bertempat di Eastparc Hotel, Yogyakarta. Sidang Tengah Tahunan diikuti oleh seluruh Pembina, Pengawas dan Pengurus YBW UII. Agenda Sidang adalah Laporan Pengawas YBW UII; Respon Pengurus terhadap Hasil Pengawasan, Rencana Kerja dan Anggaran Tahun (RKAT) Tahun 2026 YBW UII, serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) di lingkungan YBW UII Tahun 2026, dan terakhir Evaluasi Rencana Strategis 2025 serta Rencana Strategis 2026 oleh Rektor UII beserta jajarannya.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Sidang dipimpin oleh Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S. Dalam sambutannya, Ketua Pembina YBW UII tersebut mengingatkan agar seluruh peserta sidang dapat aktif menyampaikan pendapat untuk mengkritisi, mengevaluasi, dan memberi saran atas rencana strategis yang tercantum dalam RKAT dan RKAP yang disampaikan oleh Pengurus. Sidang Tengah Tahunan kali ini diharapkan menghasilkan ketetapan yang bersifat mengikat untuk hal-hal strategis sebagai rancangan kinerja demi pengembangan Yayasan dan semua unit di bawah Yayasan di tahun 2026.

Agenda dilanjutkan dengan tausyiah singkat dari KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) selaku anggota Pembina YBW UII. Beliau menyampaikan keunikan Rasulullah SAW, diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT sebagai penegasan koreksi terhadap perilaku umat terdahulu yang menuhankan selain Alloh SWT. Gus Baha juga menyoroti fenomena saat ini, di mana keistimewaan shalawat sebagai peneguhan tauhid kerap dibelokkan menjadi ritual ketika memiliki hajat. Beliau menegaskan Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi membawa tugas untuk menyadarkan umat, sehingga shalawat dimaknai sebagai peneguhan tauhid kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan Pemberi Rahmat, dan Nabi Muhammad SAW adalah Penerima Rahmat Allah SWT.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Sidang Tengah Tahunan Pembina YBW UII kali ini menghasilkan 11 Ketetapan Pembina yang menjadi panduan kinerja Yayasan serta seluruh unit di bawah Yayasan, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf UII menyelenggarakan workshop dengan tema “Pengelolaan Informasi Proyek Perencanaan Teknis Berbasiskan Building Information Modeling (BMI) Melalui Platform Cloud Common Data Environment (CDE)” pada hari Rabu, 5 Jumadil Akhir 1447 H/26 November 2025, bertempat di Ruang Sidang 1 Lantai 2, Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta. Acara diikuti oleh seluruh staf Divisi Manajemen Aset, Divisi Operasional, serta Divisi IT YBW UII. 

Para peserta tidak hanya mendapat materi tekstual tetapi juga dengan praktek langsung mulai dari pengenalan dasar BIM, sinkronisasi ruang kerja CDE, sampai dengan teknis operasional. Pelatihan dibagi menjadi 2 sesi, hands on training pada sesi 1 berfokus pada persiapan dan pengaturan dasar menggunakaan coordination tools seperti desktop connector, naviswork manage, BIM vision, ACC, dan Ms. Project. Kemudian hands on training sesi 2, peserta fokus pada monitoring dan verifikasi produk rancangan dan masih menggunakan coordination tools yang sama dengan sesi sebelumnya. Pentingnya pelatihan dengan format praktek langsung adalah untuk memastikan para peserta memahami alur pengecekan, verifikasi, dan validasi pengelolaan aset berbasis BIM dan CDE secara end-to-end. 

Selaras dengan proses tranformasi digital YBW UII, pelatihan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan tata kelola aset fisik berbasis teknologi baik untuk akurasi data, standarisasi, serta mendorong efisiensi kolaborasi lintas unit. Sehingga mampu terwujud tata kelola aset yang lebih akurat, efisien, dan memastikan validasi data yang lebih baik.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII menyelenggarakan kegiatan Penguatan Motivasi dan Komitmen Tenaga Administratif pada Kamis dan Jum’at, 22 dan 23 Jumadil Awal 1447 H/ 13 dan 14 November 2025, bertempat di Auditorium Lantai 3 Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta untuk seluruh Tenaga Administratif YBW UII. Aktivitas ini merupakan momentum penting untuk menata arah, dan menguatkan komitmen bersama. Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani proses refleksi, diskusi, dan pembelajaran yang menguatkan spirit kerja di YBW UII agar bekerja dengan baik dan selalu bersungguh-sungguh.

Hari pertama, acara dibuka oleh Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII dengan suasana penuh antusiasme, para peserta diajak menyelami tiga materi utama yang menjadi fondasi dari pengelolaan lembaga, yaitu tata kelola organisasi, kebijakan SDM, dan kebijakan keuangan.

Materi tata kelola membuka pemahaman penting bahwa setiap pegawai adalah bagian dari sistem organisasi yang besar, sehingga hanya dapat berjalan efektif ketika setiap unsur di dalamnya saling terhubung dan bekerja selaras. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si, menyampaikan pesan “Jangan takut akan evaluasi, tetapi harus bersyukur karena mencirikan organisasi yang sehat. Perlu diingat setiap karyawan dalam bekerja harus memiliki pondasi tinggalkanlah jejak kaki dan tapak kaki yang baik dalam hidup dimanapun kaki menapak. Sehingga dalam setiap langkah kita akan selalu berusaha memberikan hasil yang terbaik.” “Jangan membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar.” ujarnya. Beliau juga menyampaikan jika Jajaran Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII saat ini berusaha membentuk lingkungan kerja yang profesional dan sehat. Harapannya seluruh pegawai enjoy dalam bekerja dan tidak terbebani tanggung jawab berlebih. Kemudian secara bersamaan akan tercipta lingkungan kerja equal dan fair sesuai tanggung jawab manajerial masing-masing.

Selanjutnya, materi tentang Kebijakan Hukum, Organisasi, dan Sumber Daya Manusia yang disampaikan oleh Dr. Siti Anisah, S.H., M.Hum selaku Seketaris Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. Sesi ini memperkenalkan para peserta pada aturan, pola pembinaan, dan arah pengembangan pegawai yang terus disempurnakan. Ibu Anisah menyampaikan, “Sebagai pelaksana organisasi harus dimengerti oleh setiap pegawai bahwa Misi Yayasan adalah  Menyelenggarakan pendidikan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang mampu memandu dan mengantarkan umat sebagai khairu ummah (umat unggulan) sehingga tercipta negeri Indonesia yang sejahtera dan penuh ampunan Tuhan, sebagaimana tersurat dalam Surat Ali-Imron ayat 110. Konsep Khairu Ummah dalam Ilmu Sosial Profetik menjadikan umat Islam sebagai sebaik-baik umat di antara seluruh manusia.”

Kebijakan Keuangan menjadi materi penutup untuk hari pertama dengan pemahaman mendalam akan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketertiban administrasi. Sesi ini disampaikan oleh Drs. Arief Bachtiar, MSA, Ak. selaku Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII dan beliau mengajak peserta untuk melihat bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya tentang angka, tetapi tentang amanah dan tanggung jawab dari individu.

Pada hari kedua, peserta diajak untuk belajar sambil praktik melalui Focus Group Discussion (FGD). Peserta berkelompok sesuai unit dan berdiskusi tentang beberapa topik agar mampu merumuskan langkah konkret yang memperkuat kualitas kerja. Diskusi dimulai dengan topik Motivasi dan sistematika kerja. Setiap unit mengidentifikasi alur kerja yang ideal serta hambatan yang kerap muncul di lapangan. Diskusi menghasilkan berbagai rekomendasi untuk penyederhanaan proses, peningkatan komunikasi, dan penguatan koordinasi. Topik kedua adalah kematangan dan adaptasi. Sesi ini menggaris bawahi setiap unit adalah garda penting yang menentukan kelancaran operasional lembaga, sehingga kemampuan beradaptasi cepat menjadi kunci. Terakhir, ditutup dengan topik kerjasama dan komitmen organisasi. Para peserta bersama-sama menegaskan kembali nilai-nilai dasar seperti integritas, kolaborasi, disiplin, dan tanggung jawab. Harapannya setiap peserta mampu belajar jika komitmen bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diimbangi komunikasi dan integritas diri yang baik.

Kegiatan ini menjadi salah satu pengingat bahwa kualitas sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh sistem besar yang dibangun, tetapi juga oleh setiap individu yang bekerja dengan dedikasi di dalamnya. Melalui pembelajaran, dialog, dan refleksi bersama, diharapkan Tenaga Administratif Yayasan Badan Wakaf UII semakin paham bahwa peran mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Yayasan untuk meneguhkan langkah memberi hasil terbaik bagi institusi dan masyarakat. (Humas)