Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII menyelenggarakan kegiatan Penguatan Motivasi dan Komitmen Tenaga Administratif pada Kamis dan Jum’at, 22 dan 23 Jumadil Awal 1447 H/ 13 dan 14 November 2025, bertempat di Auditorium Lantai 3 Yayasan Badan Wakaf UII Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta untuk seluruh Tenaga Administratif YBW UII. Aktivitas ini merupakan momentum penting untuk menata arah, dan menguatkan komitmen bersama. Selama dua hari, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menjalani proses refleksi, diskusi, dan pembelajaran yang menguatkan spirit kerja di YBW UII agar bekerja dengan baik dan selalu bersungguh-sungguh.

Hari pertama, acara dibuka oleh Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII dengan suasana penuh antusiasme, para peserta diajak menyelami tiga materi utama yang menjadi fondasi dari pengelolaan lembaga, yaitu tata kelola organisasi, kebijakan SDM, dan kebijakan keuangan.

Materi tata kelola membuka pemahaman penting bahwa setiap pegawai adalah bagian dari sistem organisasi yang besar, sehingga hanya dapat berjalan efektif ketika setiap unsur di dalamnya saling terhubung dan bekerja selaras. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si, menyampaikan pesan “Jangan takut akan evaluasi, tetapi harus bersyukur karena mencirikan organisasi yang sehat. Perlu diingat setiap karyawan dalam bekerja harus memiliki pondasi tinggalkanlah jejak kaki dan tapak kaki yang baik dalam hidup dimanapun kaki menapak. Sehingga dalam setiap langkah kita akan selalu berusaha memberikan hasil yang terbaik.” “Jangan membenarkan yang biasa, tetapi membiasakan yang benar.” ujarnya. Beliau juga menyampaikan jika Jajaran Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII saat ini berusaha membentuk lingkungan kerja yang profesional dan sehat. Harapannya seluruh pegawai enjoy dalam bekerja dan tidak terbebani tanggung jawab berlebih. Kemudian secara bersamaan akan tercipta lingkungan kerja equal dan fair sesuai tanggung jawab manajerial masing-masing.

Selanjutnya, materi tentang Kebijakan Hukum, Organisasi, dan Sumber Daya Manusia yang disampaikan oleh Dr. Siti Anisah, S.H., M.Hum selaku Seketaris Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. Sesi ini memperkenalkan para peserta pada aturan, pola pembinaan, dan arah pengembangan pegawai yang terus disempurnakan. Ibu Anisah menyampaikan, “Sebagai pelaksana organisasi harus dimengerti oleh setiap pegawai bahwa Misi Yayasan adalah  Menyelenggarakan pendidikan, sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang mampu memandu dan mengantarkan umat sebagai khairu ummah (umat unggulan) sehingga tercipta negeri Indonesia yang sejahtera dan penuh ampunan Tuhan, sebagaimana tersurat dalam Surat Ali-Imron ayat 110. Konsep Khairu Ummah dalam Ilmu Sosial Profetik menjadikan umat Islam sebagai sebaik-baik umat di antara seluruh manusia.”

Kebijakan Keuangan menjadi materi penutup untuk hari pertama dengan pemahaman mendalam akan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketertiban administrasi. Sesi ini disampaikan oleh Drs. Arief Bachtiar, MSA, Ak. selaku Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII dan beliau mengajak peserta untuk melihat bahwa pengelolaan keuangan yang baik bukan hanya tentang angka, tetapi tentang amanah dan tanggung jawab dari individu.

Pada hari kedua, peserta diajak untuk belajar sambil praktik melalui Focus Group Discussion (FGD). Peserta berkelompok sesuai unit dan berdiskusi tentang beberapa topik agar mampu merumuskan langkah konkret yang memperkuat kualitas kerja. Diskusi dimulai dengan topik Motivasi dan sistematika kerja. Setiap unit mengidentifikasi alur kerja yang ideal serta hambatan yang kerap muncul di lapangan. Diskusi menghasilkan berbagai rekomendasi untuk penyederhanaan proses, peningkatan komunikasi, dan penguatan koordinasi. Topik kedua adalah kematangan dan adaptasi. Sesi ini menggaris bawahi setiap unit adalah garda penting yang menentukan kelancaran operasional lembaga, sehingga kemampuan beradaptasi cepat menjadi kunci. Terakhir, ditutup dengan topik kerjasama dan komitmen organisasi. Para peserta bersama-sama menegaskan kembali nilai-nilai dasar seperti integritas, kolaborasi, disiplin, dan tanggung jawab. Harapannya setiap peserta mampu belajar jika komitmen bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diimbangi komunikasi dan integritas diri yang baik.

Kegiatan ini menjadi salah satu pengingat bahwa kualitas sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh sistem besar yang dibangun, tetapi juga oleh setiap individu yang bekerja dengan dedikasi di dalamnya. Melalui pembelajaran, dialog, dan refleksi bersama, diharapkan Tenaga Administratif Yayasan Badan Wakaf UII semakin paham bahwa peran mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari visi dan misi Yayasan untuk meneguhkan langkah memberi hasil terbaik bagi institusi dan masyarakat. (Humas)

 

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) Unisia menggelar launching program Gerobak Barokah pada Ahad, 18 Jumadilawal 1447 H/9 November 2025 bertempat di Hall Unisia Space Center (USC) Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul. Kegiatan diikuti 64 pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII Drs. Aden Wijdan S.Z., M.Si bersama Ketua LAZIS Unisia Agus Budi Hariyadi, S.S secara simbolis menyerahkan bantuan dana senilai Rp 307.000.000,- untuk pengadaan gerobak dan peralatan usaha. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Syariah DIY turut berkontribusi menyerahkan dana sebanyak Rp 25.000.000,- untuk bantuan modal usaha bagi 54 pedagang. Sementara KB Bank Syariah turut memberikan supporting dana senilai Rp 2.000.000,- untuk modal usaha bagi 10 pedagang.

Ketua LAZIS Unisia, Agus Budi Hariyadi, S.S merasa bersyukur Program Gerobak Barokah sudah membantu lebih dari 500 UMKM sejak tahun 2015. “Ini bagian dari ikhtiar kami dalam mengoptimalkan dana zakat infak sedekah dari donatur. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu usaha menjadi sukses dan barokah”, harapnya.

Apresiasi disampaikan Imam Tarjono, Pimpinan Bidang Pelayanan dan Operasional BPD DIY Syariah. “Alhamdulillah kami dapat berpartisipasi pada program Gerobak Barokah. Semoga kemitraan ini dapat membawa barokah bagi semua pihak. Semoga usaha yang dijalankan dapat terus berkembang”, pungkasnya.

Motivasi usaha disampaikan Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII, Drs. Aden Wijdan SZ., M.Si. “Mari kita terus bergerak dan berusaha. Harrik yadak, gerakkan tanganmu, maka Allah akan menurunkan rezekinya untukmu”, paparnya.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan festival jajanan barokah yang menyajikan berbagai produk makanan peserta program. Kegiatan ditutup dengan pendistribusian modal usaha. (Abrari)

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) dan Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS) Unisia menyelenggarakan acara Program Bina Insan Terampil (BINAR) LAZIS Unisia pada Sabtu, 17 Jumadilawal 1447 H/8 November 2025 bertempat di Gedung Unisia Space Center (USC) YBW UII, Sorowajan Baru, Banguntapan, Bantul, sebanyak 16 peserta mengikuti pembukaan program tersebut.

Ketua LAZIS Unisia, Agus Budi Hariyadi, S.S dalam sambutannya memaparkan, “Program BINAR LAZIS Unisia merupakan program pelatihan cukur rambut yang diperuntukkan bagi remaja serta penggiat dakwah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam program BINAR, peserta akan memperoleh pelatihan cukur rambut selama satu bulan, dengan trainer yang berpengalaman, serta materi keagamaan dan kewirausahaan. Di akhir program, peserta akan memperoleh sertifikat dan paket alat cukur rambut yang siap digunakan untuk bekerja”, paparnya.

Ungkapan rasa syukur disampaikan Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Drs. Aden Wijdan, SZ., M.Si. “Islam mengajarkan kepada kita untuk bekerja keras. Semoga setelah mengikuti program ini para peserta bisa menjadi kapster handal yang siap terjun di dunia barbershop. Niatkan semua proses ini dalam rangka mencari ridho Allah SWT. Alhamdulillah peserta kursus tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. YBW UII menyambut baik program ini dan akan memberikan dukungan sepenuhnya”, pungkasnya.

Motivasi kewirausahaan disampaikan Dr. Muthiullah, M.Hum pemilik “Mas Ganteng Barbershop”. Dalam pemaparannya, Muthiullah menekankan modal utama dalam dunia bisnis. “Barbershop adalah bisnis pelayanan yang berfokus pada penyediaan jasa. Hal utama dalam bisnis barbershop adalah attitude atau sikap. Attitude berperan krusial dalam kesuksesan. Attitude yang positif sangat penting untuk perkembangan bisnis jangka panjang”, pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan perkenalan antara peserta kursus dengan trainer, dilanjutkan dengan meninjau lokasi kelas kursus serta pengenalan awal alat-alat cukur rambut. (Abrari).

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan Sharing Session isu krusial perpajakan, yaitu “Sisa Lebih” yang dimiliki oleh Badan Penyelenggaraan Pendidikan pada Jum’at, 16 Jumadilawal 1447 H/7 November 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus YBW UII, para Kepala Biro Keuangan, Konsultan Pajak, Kepala Divisi Biro Keuangan, dan Staf Pajak, Keuangan, Hukum dan Lembaga Audit.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencari kejelasan hukum dan praktik terbaik (best practice) terkait pemenuhan kewajiban pajak atas Sisa Lebih, yang seringkali menjadi area kompleks bagi pengelola keuangan perguruan tinggi. Acara ini menghadirkan Narasumber kunci, yaitu Agus Puji Priyono., S.E., S.H., M.Ak., M.AP., M.H.  (Akademisi, Praktisi, Aktivis dan mentor Akuntansi Perpajakan) dan Suwardi, Ak.,CA., ASEAN CPA., M.M., BKP. (Analis Kebijakan Ahli Madya PKAPBN BKF Kementrian Keuangan).

Agus Puji Priyono berbagi pengetahuan dan ide-ide berlian terkait Mitigasi Resiko (Pendapatan, Koreksi Fiskal, Sisa Lebih) dan Teknis (Administrasi Penggunaan Sisa Lebih). Selanjutnya Suwardi berbagi pengetahuan dan berbagai informasi tentang Tata Cara Perhitungan Sisa Lebih, Perlakuan Perpajakan Realisasi Sisa Lebih dan Kriteria Pengenaan Pajak Penghasilan atas Sisa Lebih. Para pemantik diskusi menyampaikan materi secara jelas dan padat, dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan narasumber.

Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. selaku Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII menyampaikan “pertemuan hari ini memberikan banyak masukan untuk Yayasan dalam rangka mematuhi semua ketentuan perpajakan, dan berterima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan banyak pengetahuan, informasi, dan pengalamannya dalam bidang perpajakan.

Diskusi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bagi pengelola keuangan Yayasan, sekaligus dapat menjadi masukan bagi regulator dalam menyusun petunjuk teknis yang lebih implementatif dan dapat digunakan oleh setiap Yayasan Badan Penyelenggara Pendidikan yang memiliki Sisa Lebih secara akuntabel dan efisien. (Humas)

DPP IKA UII menyerahkan beasiswa untuk siswa SMA UII. Acara tersebut difasilitasi oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) pada Sabtu, 17 Jumadilawal 1447 H/8 November 2025 M bertempat di Auditorium Lantai 3. Hadir pada acara itu adalah anggota Pembina dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Jajaran Pengurus Ikatan Alumni (IKA) UII, Jajaran Pimpinan SMA UII, Komite Sekolah SMA UII, siswa-siswa SMA UII, dan para tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan yang ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII. Kepedulian tersebut tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi dibuktikan melalui penyerahan beasiswa untuk siswa-siswi SMA UII. Langkah ini menunjukkan bagaimana komitmen alumni UII untuk berperan aktif dalam regenerasi lulusan UII yang lebih baik dan berkelanjutan.

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. selaku Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII kepada Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMA UII dan disaksikan langsung oleh Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp300 juta yang diserahkan kepada SMA UII untuk dikelola. Melalui program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sehingga memotivasi para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh meraih cita-cita mereka.

Pada sambutannya, Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. menyampaikan pesan ”Melalui program beasiswa, teman-teman Alumni UII berharap dapat mencetak generasi penerus yang mampu memelihara nilai-nilai UII sejak dini. Aspek utamanya adalah jiwa leadership, berpikir kritis, dan unggul. Hal ini sudah terbukti pada dunia profesional, dimana para lulusan UII mampu bersaing dengan tangguh dan unggul, bahkan melahirkan tokoh-tokoh nasional yang hebat sebagaimana para tokoh pendiri UII. Adik-adik di SMA UII harus bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar UII dan paling penting harus percaya diri untuk banyak meraih prestasi yang membanggakan keluarga besar UII,” harapnya.

Selanjutnya, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ”Terdapat skema-skema yang sudah disepakati untuk mendukung pendidikan di SMA UII, antara lain skema pemberian dana beasiswa dari IKA UII dengan jumlah tertentu dan skema orang tua asuh yang pengelolaannya akan dilakukan oleh pimpinan SMA UII. Seperti yang sudah disampaikan Ketua Umum DPP IKA UII, bahwa kedepannya kegiatan ini akan terus dikembangkan dan dikelola bersama,” ungkapnya.

Pihak SMA UII menyambut dengan antusias pemberian beasiswa ini dan menyampaikan rasa terima kasih dengan mengapresiasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII atas komitmennya untuk selalu mendukung kemajuan dunia pendidikan. Melalui beasiswa SMA UII diharapkan jalinan silaturahmi tidak hanya terjalin erat dalam lingkup Universitas saja, namun mampu merangkul semua unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII Yogyakarta. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 pada Selasa, 13 Jumadil Awal 1447 H/4 November 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Kegiatan diikuti oleh Jajaran Pengurus, Kepala Biro, Tim Perencana, Kepala Lembaga Audit, dan Kepala Divisi di lingkungan YBW UII.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk evaluasi program kerja Tahun 2025 dan penyusunan program kerja unggulan Tahun 2026. Program kerja yang dipaparkan masing-masing bidang lebih detail dan termasuk strategi peningkatan performa masing-masing bidang. Tema Rapat Kerja Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Tahun 2025 adalah “Unggul, Bertumbuh, dan Berkelanjutan”, Rapat Kerja ini dipimpin oleh Ketua Umum PYBW UII.

Dr. Suparman Marzuki selaku Ketua Umum PYBW UII menyampaikan bahwa “Rapat Kerja kali ini bukan sekedar forum untuk menyusun daftar program, tetapi untuk menyepakati arah bersama, merapikan langkah kerja, dan mengonsolidasikan koordinasi antarbidang di lingkungan YBW UII. Kita tidak cukup hanya memiliki program, tetapi harus memastikan bahwa setiap program memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas, sistem monitoring yang berkelanjutan, dan pengukuran kinerja yang terukur dari waktu ke waktu,” ungkapnya. “Melalui keteraturan dan koordinasi yang baik, setiap bidang akan mampu menjalankan perannya secara efektif, saling melengkapi, dan bergerak dalam satu irama menuju tujuan bersama. Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas, agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan dan organisasi berada dalam kendali yang sehat di bawah Yayasan,” harapnya.

Rapat Kerja dilanjutkan dengan presentasi program kerja Tahun 2026 oleh Jajaran Pengurus dan Kepala Lembaga Audit YBW UII.

Rapat kerja berjalan dengan khidmat dan lancar dari awal hingga akhir. Pemaparan program kerja dari masing-masing unit turut mendapat apresiasi dari Ketua Umum PYBW UII. Sebelum menutup kegiatan, Ketua Umum PYBW UII kembali mengingatkan rancangan program kerja sudah disusun baik maka jangan lupa harus didukung oleh SDM dan sistem administrasi yang baik juga. Melalui terselenggaranya rapat kerja ini, diharapkan menjadi pondasi  yang matang bagi Yayasan untuk dapat bertumbuh dan menebar kebaikan bagi masyrakat. (Humas)