Taman Kanak-kanak (TK) Sultan Agung Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Pelepasan Siswa-Siswi Tahun Ajaran 2025/2026 pada hari Selasa, 23 Zulhijah 1447 H/9 Juni 2026 di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta. Sebanyak 94 siswa resmi dilepas setelah menyelesaikan pendidikan anak usia dini dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Mengusung tema “Membangun Karakter, Meraih Masa Depan, Langkah Awal Mencetak Generasi Unggul”, pelepasan siswa dilakukan secara simbolik oleh Aty Latifah, S.T., S.Pd. selaku Kepala Sekolah TK Sultan Agung Badan Wakaf UII.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si., Pembina TK Sultan Agung Badan Wakaf UII, Panewu Ngaglik, serta orangtua siswa. Dalam sambutannya, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara pelepasan dan keberhasilan 94 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di TK Sultan Agung Badan Wakaf UII. ”Kelulusan para siswa merupakan hasil kolaborasi yang baik antara siswa, sekolah, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Tidak lupa saya sampaikan apresiasi atas dedikasi para guru yang telah membimbing siswa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Ini bukanlah akhir dari proses belajar melainkan awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain prosesi pelepasan, acara juga dimeriahkan ragam persembahan dari siswa-siswi yang menampilkan kreativitas serta bakat yang telah diajarkan selama proses pembelajaran di TK Sultan Agung Badan Wakaf UII. Tidak lupa, acara ini menjadi ajang pembuktian bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, kreativitas, dan keterampilan anak.

Pelepasan 94 siswa di tahun ajaran 2025/2026 menjadi motivasi tersendiri bagi TK Sultan Agung Badan Wakaf UII terus berkomitmen menanamkan karakter, akhlak, serta semangat belajar sejak usia dini. Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan tumbuh menjadi generasi yang unggul, berakhlak mulia, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melakukan penguatan tata kelola organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat struktural baru pada Senin, 22 Zulhijah 1447 H/8 Juni 2026 M bertempat di Ruang Sidang 1 Yayasan Badan Wakaf UII, Jalan Cik Di Tiro, Yogyakarta. Prosesi ini dihadiri oleh jajaran Pengurus YBW UII, kepala biro, serta kepala divisi di lingkungan YBW UII. Pelantikan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan surat keputusan, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara pelantikan.

Pelantikan dan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus YBW UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. Ada 4 (empat) pejabat struktural yang akan mengemban amanah sebagai pejabat struktural di YBW UII, yaitu:

  1. Arief Rahman, S.E., S.I.P., M.Com., Ph.D. sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Lembaga Audit YBW UII;
  2. Eko Riyadi, S.H., M.H. sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Biro Pendidikan Tinggi YBW UII;
  3. Anang Hermawan, S.Sos., M.A. sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Biro Pemberdayaan Masyarakat YBW UII; dan
  4. Deviasri Sukmawati, S.E., Ak., CFrA. juga dilantik sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Kepala Divisi Audit Kinerja dan Kepatuhan pada Lembaga Audit YBW UII.

Keempat posisi strategis tersebut diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan fungsi pengawasan, pengembangan pendidikan tinggi, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kualitas tata kelola organisasi di lingkungan YBW UII.

Dalam sambutannya, Prof. Suparman Marzuki menyampaikan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesional, dan tanggung jawab. Menurutnya, tantangan organisasi yang semakin kompleks sehingga menuntut setiap pimpinan untuk mampu bekerja secara kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan lembaga. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar YBW UII sebagai landasan dalam setiap pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program kerja. Kepercayaan yang diberikan kepada para pejabat baru diharapkan dapat dijawab melalui kinerja yang optimal dan kontribusi nyata bagi pengembangan YBW UII. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menutup perayaan ulang tahun ke-83 dengan Jelajah Kampus pada hari Minggu, 25 Zulhijah 1447 H/7 Juni 2026 M, di Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang, Km 14.5, Sleman, Yogyakarta. Tema acara tersebut adalah “Harmoni untuk Jejak Lestari” dan dihadiri oleh keluarga besar UII. Kegiatan ini tidak hanya sekedar jalan sehat mengelilingi kampus, tetapi sebagai kampanye hidup sehat. Rasa kebersamaan semakin diperkuat ketika semua peserta bergabung dalam gerakan senam bersama di area terbuka kampus. Setelah itu, para peserta menghadiri upacara pembukaan yang meliputi laporan panitia Milad, pesan kebersamaan dari Rektor UII periode 2022–2026, dan sambutan dari Rektor UII periode 2026–2030.

Sebelumnya ,Milad ke-83 UII menghadirkan ragam agenda yang melibatkan sivitas akedemika di lingkungan UII dan masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi Safari Ramadan, Pameran Ramadan UII, kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Ngemplak dan Playen, Kabupaten Gunungkidul, serta ragam kompetisi olahraga antar unit UII. Tidak berhenti sampai situ, UII juga melaksanakan program penanaman pohon di area waduk kampus sebagai demonstrasi komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Rektor UII periode 2022–2026, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., berkesempatan memberi sambutan yang berisi tentang pentingnya persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan masa depan Universitas. Ia melambangkannya melalui keseragaman pakaian biru muda yang dikenakan para peserta sebagai simbol kuat bahwa seluruh keluarga UII memiliki tujuan dan semangat yang sama.

Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Rektor UII periode 2026-2030, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., yang menekankan bahwa Jelajah Kampus memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar acara olahraga. Ia melihat bahwa setiap langkah yang diambil oleh para peserta melambangkan perjalanan kolektif seluruh komunitas akademik untuk mewujudkan UII sebagai lembaga unggul dan bermartabat yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Acara Jelajah Kampus dimulai secara simbolis oleh Prof. Hari Purnomo dengan mengibarkan bendera pada garis start diikuti oleh peserta yang mulai bergerak dari depan Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, dengan rute mengelilingi kampus serta  wilayah di sekitaran kampus UII, serta finish kembali di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir.

Setelah semua peserta menyelesaikan jalan sehat, kegiatan dilanjutkan hiburan dan pembagian doorprize sekaligus panitia mengumumkan hasil ragam kompetisi olahraga antar unit di lingkungan UII sepanjang perayaan Milad ke-83 UII. Suasana semakin meriah di akhir acara saat dilakukan pengundian doorprize dengan hadiah utama berupa sepeda motor. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki pimpinan baru dengan dilantiknya Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai Rektor UII Periode 2026–2030. Upacara pelantikan berlangsung pada Selasa, 16 Zulhijah 1447 H/2 Juni 2026 secara khidmat bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.

Pelantikan Prof. Hari Purnomo menandai berakhirnya delapan tahun kepemimpinan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang telah meraih banyak prestasi selama dua periode menjabat sebagai Rektor UII. Dalam pidato pelantikan, Prof. Hari sebagai Rektor baru UII menyadari dinamika dan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan tinggi di era modern. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya yang pesat, ia menekankan pentingnya tindakan adaptif dan visioner untuk membangun ekosistem akademik unggul yang responsif terhadap kebutuhan Masyarakat. “Universitas perlu mempersiapkan generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara moral. Mari kita bergerak maju bersama dalam semangat pembaharuan yang berakar pada nilai-nilai luhur UII,” ujarnya.

Adapun, Prof. Suparman Marzuki selaku Ketua Umum Pengurus YBW UII dengan tegas mengingatkan kepada Rektor UII yang baru beserta para Wakil Rektor tentang pentingnya memaknai mandat yang telah diemban sebagai sebuah tanggung jawab besar untuk membawa UII sebagai pusat keunggulan studi. Ia menekankan pentingnya fokus pada penyediaan pendidikan berkualitas tinggi, “Dunia pendidikan tinggi saat ini sangat dinamis. Kita tidak bisa hanya puas dengan pencapaian masa lalu. Tingkatkan setiap aspek yang menghambat kita, tingkatkan kualitas penelitian, dan pastikan UII tetap menjadi penggerak pendidikan Islam di Indonesia,” tegasnya.

Pada saat yang bersamaan setelah dilantik sebagai Rektor UII, Prof. Hari Purnomo langsung melantik 4 (empat) Wakil Rektor yang akan menjadi tulang punggung kepemimpinannya dalam mensukseskan berbagai agenda strategis UII selama kurun waktu 4 (empat) tahun ke depan. Keempatnya diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk akademik, penelitian, kemahasiswaan, tata kelola, dan memperkuat jaringan kemitraan.

Berikut adalah Wakil Rektor UII untuk periode 2026-2030:

  1. Riyanto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan.
  2. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan.
  3. Nurjihad, S.H., M.H. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian.
  4. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. – Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis.

Dengan formasi kepemimpinan baru ini, UII siap untuk melangkah maju, meraih kesuksesan, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis) Unisia menyelenggarakan program Gebyar Idul Adha pada Kamis, 10 Zulhijah 1447 H/28 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Masjid Baitussalam, Kaliwunglon, Banjarsari, Kulonprogo ini bertujuan untuk merayakan momen Idul Adha serta menyebarkan semangat kebaikan kepada masyarakat sekitar.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Kepala Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Dr. Arief Bachtiar M.S.A., Ak. selaku Bendahara Pengurus YBW UII, dan Agus Budi Hariyadi, S.S. selaku Kepala Lazis Unisia. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan pengurus YBW UII dan Kepala Takmir Masjid Baitussalam, dilanjutkan dengan sesi pengajian yang dihadiri masyarakat sekitar.

Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, YBW UII dan Lazis Unisia menyiapkan hewan kurban yang terdiri atas 1 (satu) ekor sapi dan 5 (lima) ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat, selanjutnya daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan sosial. Selain daging kurban, masyarakat juga menerima bantuan sembako, sehingga semakin memperkuat kedekatan YBW UII dengan masyarakat di hari yang penuh berkah. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Milad ke-83 dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dan bakti sosial pada pada Rabu, 3 Zulhijjah 1447 H/20 Mei 2026 M di Griya Cendekia YBW UII, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Masih dalam rangkaian tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen UII dalam membangun keseimbangan antara kemajuan pendidikan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh Rektor dan jajaran akademik UII didampingi oleh Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII serta turut hadir Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. selaku Bupati Gunungkidul, dan segenap tamu penting lainnya. Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pelaksanaan milad di luar lingkungan kampus telah menjadi tradisi yang terus dijaga UII. Menurutnya, peringatan milad di lokasi mitra diharapkan mampu memperluas manfaat keberadaan kampus bagi masyarakat.

“Tahun lalu kegiatan milad dilaksanakan di Kulonprogo, sedangkan tahun ini di Griya Cendekia Gunungkidul. Tempat ini memiliki kedekatan historis dengan YBW UII karena lahannya dahulu merupakan aset wakaf yang kemudian dimanfaatkan untuk rumah tahfidz. Karena itu, kami merasa seperti kembali pulang,” ujarnya.

Beliau menambahkan jika Griya Cendekia YBW UII saat ini telah membina sekitar 200 santri dan telah meluluskan lebih dari 600 santri, melakukan pendampingan kepada UMKM sekitar dan UII turut menempatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Playen sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan.

“Untuk kedepannya Griya Cendekia terutama yang di wilayah Playen akan terus bergerilya supaya selalu aktif berpartisipasi memperluas dampak manfaat untuk Masyarakat. Baik menjalankan program yang sudah ada maupun eksplorasi dan berinovasi potensi di wilayah Playen, apa saja yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, UII bersama YBW UII, Lazis Unisia, dan Lembaga Wakaf Uang (LWU) Unisia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bantuan meliputi paket sembako, bantuan pendidikan untuk santri, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dukungan alat produksi bagi pelaku UMKM binaan.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengapresiasi kontribusi UII yang dinilai konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak lupa beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Bantuan mesin pencacah pisang untuk UMKM serta paket pendidikan bagi santri merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi dan pengembangan SDM. Ini menunjukkan kepedulian sosial UII yang sangat kuat terhadap masyarakat,” katanya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan UII, di antaranya Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII, Ketua Lazis Unisia, Ketua Milad ke-83 UII, serta Ketua Ikatan Ibu-ibu (IKI) UII.

Pada momentum yang sama, Lembaga Wakaf Uang  (LWU) Unisia turut menyalurkan dana Imbal Hasil Wakaf Uang (IHWU) untuk mendukung berbagai program sosial dan pendidikan. Dana tersebut dialokasikan untuk beasiswa bagi tiga mahasiswa dhuafa UII, pengembangan Rumah Tahfidz Griya Cendekia Playen, serta pemberdayaan UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di wilayah Playen. Selain itu, bantuan tiga unit kursi roda juga diserahkan kepada warga Padukuhan Sumberjo Ngawu, Ikatan Keluarga Pensiunan Pegawai (IKPP) UII, dan Takmir Masjid Darussalam Jogoyudan Yogyakarta.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) telah mencetak sejarah baru melalui perhelatan pengukuhan Ketua Umum Pengurus YBW UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. sebagai Profesor Hukum Hak Asasi Manusia. Pelantikan tersebut berlangsung pada Rapat Senat Terbuka Universitas Islam Indonesia pada Selasa, 2 Zulhijah 1447 H/19 Mei 2026 M bertempat di Auditorium K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kalurang Km.14,5 Yogyakarta. Momen ini adalah pertama kali dalam sejarah YBW UII seorang Ketua Umum Pengurus dilantik sebagai profesor saat masih aktif menjalankan amanah kepemimpinan.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebanggaan, dengan dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan dari berbagai kalangan akademis, tokoh nasional, komunitas akademis, dan mitra strategis UII. Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademis pribadi, tetapi juga mencerminkan komitmen YBW UII untuk memperkuat tradisi keilmuan, integritas, dan pengabdian masyarakat. Beberapa tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan pada peresmian tersebut, seperti Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. selaku Ketua Mahkamah Agung RI, dan Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. selaku Wamenhum RI.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Suparman menyampaikan gagasan akademis yang diuraikan dalam disertasi yang berjudul “Lubang Hitam Keadilan: Memerangi Amnesia Struktural dan Normalisasi Impunitas melalui Transformasi Berbasis Memori.” Beliau menyoroti pentingnya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu untuk mencegahnya tenggelam dalam amnesia struktural. Beliau berpendapat bahwa praktik impunitas yang berkelanjutan dapat melemahkan fondasi keadilan dan merusak kepercayaan publik terhadap supremasi hukum. Selama pemaparan, auditorium dipenuhi dengan antusiasme dan apresiasi terhadap gagasan-gagasan kritis yang beliau sampaikan.

Pada penutup pidatonya, Prof. Suparman menyampaikan pesan moral, “Kaum intelektual memiliki kewajiban moral. Diam dalam menghadapi impunitas bukanlah netralitas, melainkan partisipasi pasif dalam ketidakadilan,”. Momentum dari pengukuhan profesor ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi YBW UII dan UII dalam menyajikan pemikiran kritis yang berorientasi pada penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pencapaian ini juga menginspirasi komunitas akademis untuk terus bekerja dengan integritas dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.(Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Festival Seni Pertunjukan Islami sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-83 UII pada hari Selasa, 25 Zulkaidah 1447 H/12 Mei 2026 M, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk menjadi platform ekspresi seni dan budaya Islam yang melibatkan pegawai dan mahasiswa di lingkungan UII.

Festival Seni Pertunjukan Islami secara resmi dibuka oleh Rektor UII, Fathul Wahid, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Seni Pertunjukan Islami ini merupakan upaya kecil UII untuk menerjemahkan perasaan seni dan budaya. Rektor menekankan pentingnya seni sebagai media untuk menampilkan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan kampus. Auditorium dipenuhi penonton yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni Islam.

Tiga dewan juri dihadirkan untuk memberikan penilaian atas karya seni yang ditampilkan, yaitu Dr. Labibah Zain, M.LIS selaku Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Praktisi Kesenian Teater EsKa, Prof. Dr. Muhammad Mukti, M.Sn. selaku Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY sekaligus Praktisi Kesenian Tradisi, serta Paksi Raras Alit yang dikenal sebagai Pengasuh Sekolah Aksara Jawa, pemusik, dan penembang. Festival ini diikuti oleh 11 peserta, yaitu Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Rektorat UII, dan sembilan fakultas di lingkungan UII.

Setiap peserta menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari musik Islami, teater, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pertunjukan kolaboratif yang memadukan unsur seni modern dan tradisional. Termasuk penampilan dari YBW UII yang memukau penonton melalui teatrikal bertema “Sang Ksatria: Jejak Perlawanan Pangeran Diponegoro”. Penampilan ini menggambarkan bagaimana seorang Pangeran Diponegoro bersama masyarakat Yogyakarta dalam melawan penjajah VOC di Goa Selarong. Penampilan ini dikemas secara dramatis dan sarat makna perjuangan. Pementasan tersebut tidak hanya menghadirkan nilai historis dan nasionalisme, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, persatuan, serta semangat.

Pada akhir acara, dewan juri mengumumkan pemenang Festival Seni Pertunjukan Islam. Juara pertama diraih oleh Fakultas Hukum dengan tajuk ”Jihad Konstitusi”, diikuti oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) di juara kedua dengan tajuk “Menjaga Nyala”, dan YBW UII dengan tajuk “Sang Satria” mendapat juara ketiga. Selain itu, seluruh peserta juga menerima apresiasi atas dedikasi dan kreativitas yang mereka tunjukkan sepanjang festival.

Acara ditutup dengan meriah melalui penampilan spektakuler dari YHKC (Yogyakarta Hadroh Clan) yang memikat penonton dengan musik hadroh yang energik dan harmonis. Melalui festival ini, peringatan Milad ke-83 UII tidak hanya menjadi perayaan institusi tetapi juga momentum untuk menghidupkan seni, budaya, dan nilai-nilai Islam di kampus. (Humas)

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII pada hari Selasa, 17 Zulkaidah 1447 H/5 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pensiunan, sebagai bentuk penghormatan serta untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam mendirikan dan mengembangkan UII.

Ziarah dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Pemakaman UGM Sawit Sari, Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, Pemakaman Bahoewinangun, Pemakaman Boharen, dan Pemakaman Raja-Raja Imogiri. Ketua Milad UII ke-83, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan historis antara generasi saat ini dan para pendiri Universitas. Ia menyatakan bahwa ziarah tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang dimulai pada awal tahun 2026.

Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menilai bahwa ziarah tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan UII hingga saat ini.

“Melalui ziarah, kita diajak untuk menghubungkan kesadaran sejarah kita dengan perjalanan UII saat ini. Kemajuan Universitas saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan perbuatan baik para pendahulu kita,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara ziarah di kompleks Pemakaman UII.

Pada kesempatan ini, Fathul Wahid juga mengenang beberapa tokoh yang dimakamkan di area Pemakaman UII, seperti Alm. Mufti Abu Yazid, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III UII, Alm. Rasyid Baswedan, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UII, dan Alm. Syafaruddin Alwi, yang dikenal karena karakter teladannya. Selain itu, nama-nama seperti Alm. Artidjo Alkostar dan Alm. Luthfi Hasan juga dikenang atas pengabdian dan dedikasi mereka terhadap UII, bangsa, dan negara. Rektor menambahkan bahwa ziarah ini merupakan kesempatan penting untuk berdoa bagi para pendiri dan tokoh Universitas, agar semua pengabdian mereka diterima sebagai amal yang berkelanjutan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pemakaman UGM Sawit Sari untuk mengunjungi makam Alm. Prof. Dr. H. Ace Partadireja, Alm. Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, dan Alm. Ir. R.H.A. Syahirul Alim, yang telah berkontribusi pada perjalanan kepemimpinan Universitas. Pada saat di Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, rombongan juga mengenang Alm. Prof. Dr. Sardjito yang telah memainkan peran penting dalam pengembangan UII, termasuk melalui pendirian beberapa fakultas di berbagai daerah.

Fathul Wahid menyatakan bahwa ketekunan Alm. Prof. Sardjito dalam ilmu pengetahuan dan penelitian menjadi contoh yang relevan hingga saat ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ziarah berikutnya ke Pemakaman Bahoewinangun untuk mengenang Alm. Prof. R.H.A. Kasmat Bahoewinangun, kemudian ke Pemakaman Boharen, tempat peristirahatan terakhir Alm. Prof. K.H.A. Kahar Mudzakkir. Alm. Kahar Mudzakkir dikenang sebagai negarawan yang berwawasan jauh ke depan dan memiliki jaringan internasional kuat sejak awal berdirinya UII.

Rangkaian ziarah diakhiri di Pemakaman Raja Imogiri untuk mengenang Alm. GBPH. Prabuningrat. Selama kepemimpinannya, UII mengalami perkembangan yang signifikan, baik dalam hal pengembangan fasilitas maupun penguatan kualitas akademik. Almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan komunitas akademik.

Ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap peringatan ulang tahun UII. Selain menghormati para pendahulu, kegiatan ini juga sebagai sarana refleksi dan penanaman nilai-nilai perjuangan, integritas, dan dedikasi pada generasi penerus UII. (Humas)

Salah satu unit usaha kesehatan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII), PT Unisia Polifarma, memperluas akses layanan kesehatan dengan membuka Apotek Unisia 24 jam cabang ke-6 pada Selasa, 4 Zulkaidah 1447 H/21 April 2026 M. Apotek ini berlokasi di depan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, Jl. Prawiro Kuat, Ngringin, Condongcatur, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penambahan apotek menjadi solusi terhadap meningkatnya kebutuhan obat-obatan dan layanan farmasi, terutama di daerah padat penduduk dan lingkungan mahasiswa. Apotek Unisia 24 juga mewakili komitmen nyata YBW UII untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat terutama di wilayah Sleman. Sebelumnya Apotek Unisia telah hadir di sejumlah lokasi, seperti Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang KM 14, Gentan, Murangan, Palagan, dan Unisia 24 Baznas di Kota Jogja.

Apotek Unisia 24 diresmikan secara langsung oleh Ketua Pengembangan Usaha Pengurus YBW UII bersama Direktur PT. Unisia Polifarma. Pada sambutan, Drs. Zulian Yamit, M.Si., selaku Ketua Pengembangan Usaha Pengurus YBW UII menyampaikan bahwa pembukaan cabang apotek di Condongcatur merupakan langkah strategis atas dasar tingginya kebutuhan layanan obat di kawasan padat penduduk tersebut.

“Semoga pembukaan Apotek Unisia Polifarma 24 ini memberikan berkah kepada penduduk di sekitar khususnya wilayah Sleman,” harapnya.

Ia juga mendorong agar ekspansi jaringan apotek terus bertambah untuk ke depannya. Karena melalui pengamatan dari cabang-cabang sebelumnya, sektor kesehatan yang dimiliki YBW UII memiliki potensi besar, terbukti dari eksistensi unit mulai dari rumah sakit hingga layanan farmasi.

“Saya kira ke depan mudah-mudahan Apotek Unisia ini berkembang. Karena kami sudah memiliki klaster kesehatan sangat luar biasa. Yang paling utama adalah JIH, Rumah Sakit UII yang ada di selatan, dan apotek,” tegasnya.

Sementara apt. Novi Dwi Rugiarti, M.Sc., selaku Direktur PT. Unisia Polifarma menegaskan posisi Apotek Unisia 24 Condongcatur sebagai “Sahabat Sehat” bagi masyarakat. “Ya kami memang sahabat sehat. Jadi Apotek Unisia merupakan sahabat sehat untuk masyarakat yang pada kesempatan ini akan hadir melayani masyarakat Condongcatur, Depok, Sleman. Semoga menjadi pilihan utama yang dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan hadirnya Apotek Polifarma dengan layanan 24 jam, masyarakat dapat mengakses obat-obatan kapan pun sekaligus menjadi salah satu langkah YBW UII untuk terus mengembangkan inovasi sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat modern. Terutama visi besar YBW UII untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan yang berkualitas. Ke depan, ekspansi serupa diharapkan terus dilakukan demi menjangkau wilayah yang lebih banyak. (Humas)