
Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Milad ke-83 dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dan bakti sosial pada pada Rabu, 3 Zulhijjah 1447 H/20 Mei 2026 M di Griya Cendekia YBW UII, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Masih dalam rangkaian tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen UII dalam membangun keseimbangan antara kemajuan pendidikan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Acara ini dihadiri oleh Rektor dan jajaran akademik UII didampingi oleh Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII serta turut hadir Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. selaku Bupati Gunungkidul, dan segenap tamu penting lainnya. Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pelaksanaan milad di luar lingkungan kampus telah menjadi tradisi yang terus dijaga UII. Menurutnya, peringatan milad di lokasi mitra diharapkan mampu memperluas manfaat keberadaan kampus bagi masyarakat.
“Tahun lalu kegiatan milad dilaksanakan di Kulonprogo, sedangkan tahun ini di Griya Cendekia Gunungkidul. Tempat ini memiliki kedekatan historis dengan YBW UII karena lahannya dahulu merupakan aset wakaf yang kemudian dimanfaatkan untuk rumah tahfidz. Karena itu, kami merasa seperti kembali pulang,” ujarnya.

Beliau menambahkan jika Griya Cendekia YBW UII saat ini telah membina sekitar 200 santri dan telah meluluskan lebih dari 600 santri, melakukan pendampingan kepada UMKM sekitar dan UII turut menempatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Playen sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan.
“Untuk kedepannya Griya Cendekia terutama yang di wilayah Playen akan terus bergerilya supaya selalu aktif berpartisipasi memperluas dampak manfaat untuk Masyarakat. Baik menjalankan program yang sudah ada maupun eksplorasi dan berinovasi potensi di wilayah Playen, apa saja yang bisa dikembangkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, UII bersama YBW UII, Lazis Unisia, dan Lembaga Wakaf Uang (LWU) Unisia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bantuan meliputi paket sembako, bantuan pendidikan untuk santri, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dukungan alat produksi bagi pelaku UMKM binaan.
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengapresiasi kontribusi UII yang dinilai konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak lupa beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat.
“Bantuan mesin pencacah pisang untuk UMKM serta paket pendidikan bagi santri merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi dan pengembangan SDM. Ini menunjukkan kepedulian sosial UII yang sangat kuat terhadap masyarakat,” katanya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan UII, di antaranya Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII, Ketua Lazis Unisia, Ketua Milad ke-83 UII, serta Ketua Ikatan Ibu-ibu (IKI) UII.
Pada momentum yang sama, Lembaga Wakaf Uang (LWU) Unisia turut menyalurkan dana Imbal Hasil Wakaf Uang (IHWU) untuk mendukung berbagai program sosial dan pendidikan. Dana tersebut dialokasikan untuk beasiswa bagi tiga mahasiswa dhuafa UII, pengembangan Rumah Tahfidz Griya Cendekia Playen, serta pemberdayaan UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di wilayah Playen. Selain itu, bantuan tiga unit kursi roda juga diserahkan kepada warga Padukuhan Sumberjo Ngawu, Ikatan Keluarga Pensiunan Pegawai (IKPP) UII, dan Takmir Masjid Darussalam Jogoyudan Yogyakarta.(Humas)


