Milad UII ke-83: Harmoni untuk Jejak Lestari

, ,

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Rapat Terbuka Senat Milad UII ke-83 pada Selasa, 30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Senat Universitas; Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII; Pimpinan, Dosen, dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UII; Pensiunan; serta sejumlah tamu penting lainnya. Rapat Terbuka Senat ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang UII yang telah memasuki usia ke-83 tahun, dengan mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”.

Tema yang diangkat kali ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui harmoni, baik harmoni dalam nilai, pemikiran, maupun implementasi yang kualitasnya selalu dijaga secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika UII dari generasi ke generasi. Hal ini sejalan dengan pemaparan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya merangkum capaian dan pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 ke dalam 3 tujuan strategis. Pertama, penguatan akar dalam integritas nilai keislaman dan kebangsaan yang diikuti oleh peningkatan kapasitas internal. Kedua, peningkatan inovasi keberlanjutan dalam prestasi di kancah internasional di mana UII menjadi salah satu Universitas Swasta yang berhasil mempertahankan eksistensinya di dalam jajaran World’s Rank sehingga membuka peluang kerja sama global yang lebih luas. Ketiga, peneguhan komitmen UII dalam menebarkan manfaat untuk bangsa melalui program-program kemahasiswaan yang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga implementasinya mampu berdampak nyata untuk masyarakat.

Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Ketua Umum Pengurus YBW UII dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi dari segenap sivitas akademika UII, serta rasa bangga atas capaian yang diraih sepanjang tahun 2025. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik dan pengakuan nasional hingga global tentu patut disyukuri. Namun, prestasi terbesar UII bukan hanya sekedar angka akreditasi, melainkan kemampuan menjaga independensi akademik di tengah arus politisasi. Menatap perjalanan menuju satu abad usia UII, Prof. Suparman berharap seluruh elemen keluarga besar UII mulai dari Yayasan, Universitas, dan Unit Usaha mampu bersinergi dengan lebih erat. Melalui fondasi dan ikatan kebersamaan, ia meyakini bahwa nama besar UII mampu tetap teguh menjunjung integritas serta kualitas walaupun badai disrupsi menerjang di masa depan.

Rangkaian Rapat Terbuka Senat Milad ke-83 UII ditutup dengan Pidato Ilmiah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi Hukum Keluarga Program Sarjana FIAI UII, Dr. Maulidia Mulyani, S.H., M.H., yang mengangkat tema “Dinamika Kerentanan Perempuan-Anak dan Intervensi Negara dalam Keluarga”. Dalam pidatonya, Dr. Maulidia menyampaikan peran strategis UII dalam merespon isu-isu sosial kemanusiaan yang sedang marak terjadi salah satunya pernikahan. Di akhir acara, UII memberi penghargaan atas dedikasi para pegawai yang telah mengabdi selama 25, 30, 35, hingga 40 tahun. Seluruh rangkaian acara tersebut menjadi peneguhan komitmen UII untuk terus melangkah maju. Semoga UII dapat terus menjaga harmoni untuk menorehkan jejak lestari sebagai perguruan tinggi yang berdaya guna bagi masyarakat dan bangsa.(Humas)