Komitmen RS UII di Awal 2026 : Peresmian KRIS BPJS Kesehatan

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII
RS UII meresmikan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan pada Senin, 16 Rajab 1447 H/5 Januari 2026 M di Auditorium RS UII Jalan Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Acara dihadiri oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK., Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII, Prof. Ir. Widodo, MSCE., Ph.D., Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Direksi PT UEM beserta jajaran, Direksi PT UMF (RS JIH) beserta jajaran, dan para tamu undangan lainnya.
Dr. Mulyo Hartana, Sp.PD. selaku Direktur Utama RS UII menyampaikan, “atas evaluasi dan analisis terhadap peningkatan utilitas ruang rawat inap di Rumah Sakit UII yang sangat signifikan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta memenuhi peraturan yang berlaku, RS UII perlu melakukan pengembangan bangunan gedung RS UII dengan membangun Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di lantai 5 dan 6, dengan kapasitas 200 tempat tidur.” Peresmian pengembangan RS UII di awal Januari 2026 ini menjadi bukti bahwa RS UII menjaga komitmen peningkatan pelayanan RS dengan prinsip ekuitas sesuai dengan UU No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII
Pengembangan fasilitas Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) di RS UII memperoleh dukungan penuh dari Yayasan Badan Wakaf UII. Dukungan tersebut terlihat sejak Direktur Utama PT Unisia Edu Medika, Drs. Achmad Sobirin, MBA., Ph.D., A.k., menyerahkan surat permohonan percepatan pembangunan fasilitas kepada Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, yang langsung direspons positif sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar.
Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menegaskan, “KRIS adalah sarana, wujud komitmen, empati, serta profesionalisme pelayanan kesehatan, dan diharapkan tenaga medis menjadi ruh dari keseluruhan layanan. Tanpa hal tersebut, fasilitas sebaik apa pun nyaris tidak memiliki makna.”.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII
Acara diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK. Selanjutnya, seluruh tamu undangan diajak mengikuti hospital tour, dan diakhiri dengan konferensi pers. (Humas)



