Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) menyelenggarakan Sosialisasi rancangan kebijakan keuangan dan penguatan kompetensi keuangan pada Selasa-Rabu, 2-3 Rabiulawal 1447 H/ 26-27 Agustus 2025 M bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito Lantai 2 Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman. Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran pengelolaan keuangan Universitas, serta staf keuangan dan staf rumah tangga di lingkungan UII. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier, Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. beserta para Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dari semua fakultas di lingkungan UII.

Bendahara PYBW UII, Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. dalam sambutannya memaparkan tujuan kegiatan. “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta efisiensi penggunaan dana, baik untuk kegiatan operasional maupun untuk pengembangan pendidikan di UII”, paparnya.

Dalam kegiatan ini Drs. Arief Bachtiar sekaligus menyampaikan materi terkait kebijakan efisiensi, kebijakan keuangan dan kebijakan dropping. Drs. Arief Bachtiar juga menekankan pentingnya perubahan menuju ke arah lebih baik. “Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri, dan perubahan harus mengarah pada yang lebih baik”, pungkasnya.

Pada hari pertama Sosialisasi, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Biro Keuangan PYBW UII, Noor Endah Cahyawati, S.E., M.Si., CMA., CertSAP. menyampaikan materi “Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan”. Sementara Kepala Lembaga Audit YBW UII, Dr. Mahmudi, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA. memaparkan materi “Audit Berbasis Resiko”. Selanjutnya di hari kedua, panitia Sosialisasi menyampaikan materi “Praktek Rekonsiliasi dan Temuan Audit” kepada staf keuangan dan staf rumah tangga di lingkungan UII. Kegiatan di akhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan kuis dan permainan menarik. (Abrari)

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Pidato Pengukuhan Profesor bagi Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. dan Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  Acara ini berlangsung di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII dan dihadiri oleh Senat Universitas, jajaran Pimpinan Universitas dan Fakultas, Dosen, Mahasiswa serta para tamu undangan dari berbagai institusi pada Kamis, 20 Safar 1447 H/14 Agustus 2025 M.

Dalam pidato pengukuhannya Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Komunikasi Publik, menyampaikan kajian yang berjudul “Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital”. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena ketidakpekaan pemegang otoritas terhadap perasaan dan konteks sosial  terlebih saat pandemi Covid-19 yang menandakan kurang perhatiannya pemegang otoritas terhadap komunikasi publik bidang kesehatan.

“Komunikasi publik bidang kesehatan adalah salah satu pilar vital dalam strategi komunikasi publik pemerintah, yang tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk perilaku, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama,”ungkapnya.

 Lebih lanjut, Prof. Subhan menambahkan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami kompleksitas isu kesehatan dari berbagai sudut pandang. Lebih jauh, perlu dibentuk Pusat Studi Komunikasi Kesehatan (Center for Health Communication) yang berfungsi sebagai pusat riset, pelatihan, dan advokasi.

Sementara itu Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Rekayasa Reaksi Kimia Heterogen,  menyampaikan kajian yang berjudul “Teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon: Pilar Strategis Menuju Indonesia Netral Karbon”. Dalam penelitiannya, ia menyampaikan keresahannya terhadap triple crisis yang dihadapi oleh dunia saat ini, hingga pada tahun 2023 menjadi salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah.

“Meskipun memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia, Indonesia juga tercatat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar ke-7 di dunia, terutama dari penggunaan energi fosil, aktivitas industri, dan deforestasi. Untuk itu, Indonesia menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat, selaras dengan komitmen global dalam menghadapi krisis iklim,” ungkapnya.

Salah satu senjata andalan menuju NZE adalah teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage – CCUS), teknologi yang menangkap CO2 dari industri atau pembangkit listrik. Memanfaatkannya kembali untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pembuatan produk bernilai seperti bahan bakar, pupuk, pemadam api, minuman bersoda, dan beton ramah lingkungan, atau menyimpannya permanen di bawah tanah. Setiap upaya menurunkan emisi karbon sejatinya adalah bentuk ibadah sosial, sebuah ikhtiar kolektif untuk melindungi bumi, demi keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” jelasnya.

Acara pengukuhan ini menjadi momentum dalam dunia akademik UII untuk mencetak para pemikir dan akademisi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia dan institusi pada khususnya. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan diskusi Pengelolaan Aset pada Jum’at, 21 Safar 1447 H/15 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Jajaran Pengurus, Kepala Lembaga Audit, Kepala Biro, Kepala Divisi dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini diadakan untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengetahuan tentang pengelolaan aset. Materi diskusi disampaikan oleh H. Sunar Dwiantoro, S.E., MBA., CHRP., CMA. dengan tema Pengelolaan Aset. Adapun topik yang dibahas dalam diskusi ini mengenai:

  • Konsep utama pengelolaan aset
  • Jenis aset
  • Tahapan pengelolaan aset
  • Rencana pemanfaatan aset
  • Pelaksanaan pemanfatan aset

Dalam kegiatan ini narasumber memberikan materi secara jelas dan padat serta membagikan pengalamannya dalam pengelolaan aset. Selain pemaparan materi, narasumber juga mengajak peserta diskusi untuk aktif dalam sesi tanya jawab.

Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. selaku Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII menyampaikan “diskusi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terkait pengelolaan aset. Karena yang berjalan selama ini di yayasan, ada beberapa aset yang tidak kita ketahui bahwa itu adalah aset milik yayasan, ini merupakan satu hal yang harus kita benahi. Saya harap dengan materi yang telah disampaikan dapat memberikan masukan dan menjadi tambahan wawasan bagi yayasan dalam mengelola aset yang dimiliki,”ungkapnya.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan ke depannya pengelolaan aset di yayasan dapat semakin baik dan optimal sehingga memberikan kemajuan bagi institusi. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. pada Selasa, 18 Safar 1447 H/12 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) UII dan dihadiri oleh berbagai kalangan dalam lingkungan akademik UII, Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Wakaf UII (YBW UII) serta Kepala LLDikti Wilayah V.

Dr. Sri Kusumadewi menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Dengan bertambahnya Dr. Sri Kusumadewi, UII kini memiliki sejumlah 56 Profesor dan saat ini 50 diantaranya masih aktif memberikan kontribusi di berbagai bidang keilmuan.

Rektor UII Fathul Wahid dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas bertambahnya Guru Besar di UII. Kini, UII masih mempunyai 295 doktor. Sebanyak 123 di antaranya sudah menduduki jabatan akademik Lektor Kepala. Mereka semua adalah para calon profesor. Semoga banyak di antaranya yang menduduki jabatan profesor dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Selain itu Rektor juga mengungkapkan ada banyak salah kaprah soal dalam memposisikan data terkait pengambilan keputusan yang perlu kita pahami. Kita perlu menambah literasi data kita. Sebagai warga kampus, apalagi akademisi, pemahaman seperti ini penting, supaya kita tidak latah dan dapat terlibat dalam proses edukasi publik. Dalam mengambil keputusan, data dapat memainkan peran yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita menempatkannya. Paling tidak, terdapat tiga pendekatan utama yang sering digunakan: data-driven, data-informed, dan data-inspired.

Karenanya, jangan sampai kita suka berhalusinasi, bahwa dunia akan semakin indah, jika semua pengambilan keputusan ditentukan sepenuhnya oleh data dan algoritma tanpa campur tangan kita. Bisa jadi, dunia justru menjadi mengerikan, karena manusia direnggut kemerdekaannya, dan diperlakukan tak beda dengan onderdil mesin, yang mengikuti algoritma desainernya.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PYBW UII menyampaikan “Perjalanan panjang untuk meraih gelar profesor bukanlah rintangan atau beban yang harus dihindari, melainkan sebuah tantangan mulia yang perlu dihadapi guna mewujudkan karier akademik yang bermakna – baik secara personal, institusional, maupun sosial. Sebagai puncak keilmuan, profesor berperan sebagai motor penggerak dalam membina dosen muda dalam melaksanakan catur dharma UII (pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah), pengembangan riset strategis multidisiplin berbagai bidang ilmu dan memperkuat jaringan kolaborasi nasional dan internasional untuk memperluas dampak dari ilmu pengetahuan”, ungkapnya.

Acara ini merupakan komitmen UII dalam meningkatkan kualitas akademik serta mendorong inovasi dan kolaborasi di lingkungan kampus dan nasional. Dengan adanya penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor ini, UII berharap agar Dr. Sri Kusumadewi dapat memotivasi para akademisi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. (Humas)

Lembaga Wakaf Uang Unisia (LWU Unisia) Yayasan Badan Wakaf UII selenggarakan Talk Show dan Gerakan UII Berwakaf Uang dengan tema “Waqf Goes to Campus: Inovasi Wakaf Uang Perguruan Tinggi di Era Digital”. Acara sekaligus Launching Gerakan UII Berwakaf Uang dikemas sebagai agenda untuk mengenal dekat wakaf uang sebagai dana abadi (endowment fund) bagi perguruan tinggi. Talkshow hadirkan narasumber Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), di Ruang Teatrikal lantai II Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, Selasa, 11 Safar 1447/5 Agustus 2025.

Acara dibuka oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si, sekaligus memberikan sambutan.

 “Dengan gerakan wakaf uang ini, maka penghimpunan dan pengembangan wakaf uang, serta pentasyarufan imbal hasil wakaf uang bisa semakin membesar di UII, seiring dengan kebijakan di perguruan tinggi terkait dengan dana abadi,” katanya.

Drs. Aden juga jelaskan bahwa cita-cita Yayasan Badan Wakaf UII adalah semakin menggerakkan stakeholder UII dan masyarakat dalam rangka berwakaf untuk kepentingan umat, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara dalam memberikan kontribusi bagi kemaslahatan, sebagaimana lirik pada lagu Mars Lembaga Wakaf Uang Unisia.

Selepas sambutan, dilanjutkan pemaparan dari Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Wakaf adalah pilar peradaban, alat baca peradaban, dan penjaga peradaban, sehingga wakaf itu kebutuhan, bukan sebagai ritual, karena yang butuh wakaf itu kita,” katanya.

Tambahnya, berdasar perhitungan BWI yang mengidentifikasi hanya dengan 17 cluster, menunjukkan bahwa potensi wakaf begitu besar, yaitu Rp 181 triliun. Namun wakaf uang yang terkumpul baru mencapai Rp 3,2 triliun. Beliau menambahkan, dimensi wakaf sangat menyentuh kemanusian dan sosial, terlebih di era individualis ini, dimana ‘i see humans but no humanity’. Menurutnya kesuksesan itu dilihat dari semangat berbagi, bukan semata-mata mencari sesuatu, sehingga menjadi penting bagi perguruan tinggi menanamkan kesadaran kepada mahasiswa dan alumni UII agar mempunyai spontanitas berwakaf, membangun wakaf sebagai lifestyle, dan menjadi militansi wakif.

Gerakan UII Berwakaf Uang didukung oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII.

”Saya sangat setuju bahwa wakaf secara teologis dan regulasi, sudah selesai, persoalannya sekarang tinggal gerakan, sehingga legasi-legasi perlu kita bangun,” katanya.

Dr. Drs. Rohidin juga memberikan kepercayaan kepada LWU UII untuk membuat gerakan nyata sekaligus menghimbau komunitas dosen UII dan alumni untuk berwakaf uang. LWU Unisia memiliki 3 program penghimpunan, yaitu Wakaf Uang Permanen (WUP), Wakaf Uang Temporer (WUT), dan Wakaf Melalui Uang (WMU), dengan jumlah keseluruhan wakaf uang terhimpun saat ini senilai Rp 5.145.901.216,-

Dalam kegiatan ini juga diserahkan secara simbolis Sertifikat Wakaf Uang kepada wakif lembaga di lingkungan UII. Pertama, wakif dari Universitas Islam Indonesia senilai Rp 248.600.000,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor UII Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII (Bidang KKA UII). Kedua, wakif dari Fakultas Hukum senilai Rp 3.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer, dan senilai Rp 77.003.067,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FH UII. Ketiga, wakif dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika senilai Rp 1.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer yang diterima oleh Drs. Achmad Tohirin, MA., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FBE UII.

Puncak acara Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ditandai dengan pemukulan gong oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. didampingi oleh Pengurus YBW UII, Dewan Pengawas LWU Unisia, Ketua LWU Unisia, Pimpinan DPPAI, dan BWI.

Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ini menandai dimulainya Gerakan Wakaf Uang di lingkungan UII, dengan harapan UII menjadi episentrum gerakan perwakafan di Yogyakarta. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Jelajah Kampus UII pada Ahad, 2 Safar 1447 H/27 Juli 2025 M di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII,  yang merupakan puncak Milad ke 82 UII dengan mengusung tema “UII Mengerti Bumi”. Acara jelajah kampus UII ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika UII, tenaga kependidikan, purna tugas, Jajaran Pimpinan Universitas dan Yayasan Badan Wakaf UII serta mitra dari Universitas Islam Indonesia.

Ketua Panitia Milad ke-82 UII, Ir. Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. , menyampaikan laporan kegiatan penyelenggaran Milad ke-82 UII. “Sesuai dengan tema yang diusung dalam Milad tahun ini, kami berharap menjadi momentum mewujudkan komitmen UII dalam keberlanjutan lingkungan hidup. Ir. Fitri Nugraheni juga menyampaikan kegiatan Jelajah Kampus UII merupakan refleksi dari komitmen tersebut,” ungkapnya.

Acara ini diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta Jelajah Kampus. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut oleh Jajaran Pimpinan Universitas yang merupakan pembukaan secara simbolis acara Jelajah Kampus UII. Burung Perkutut merupakan burung endemik yang sesuai dengan habitat serta keragaman flora yang ada di UII, beberapa flora di UII merupakan rumah bagi burung tersebut. Setelah itu Rektor UII secara resmi mengibarkan bendera start sebagai penanda dimulainya Jelajah Kampus UII.

Rute Jelajah Kampus UII kali ini mengelilingi area kampus, di mana para peserta disuguhi pemandangan alam yang sejuk di sekitar kampus sehingga memperkuat pesan utama dari acara Milad UII yaitu “UII Mengerti Bumi”. Selama acara berlangsung, peserta dihibur dengan penampilan dari band-band sivitas akademika UII yang membuat acara Jelajah Kampus semakin meriah dan panitia juga menyiapkan sebanyak 570 hadiah yang diundi bagi peserta Jelajah Kampus.

Sesuai dengan tema “UII Mengerti Bumi”, kegiatan Jelajah Kampus ini diharapkan tidak hanya sebagai bentuk perayaan Milad UII saja tetapi sebagai momentum untuk menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi penerus di masa yang akan datang. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan diskusi Pengelolaan Pajak oleh Yayasan Penyelenggara Pendidikan pada Sabtu, 23 Muharam 1447 H/19 Juli 2025 M bertempat di Ruang Sidang Pengurus YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Jajaran Pengurus, Pjs. Kepala Biro Keuangan, Kepala Divisi Pengelolaan Kas dan Staf Pajak Yayasan Badan Wakaf UII.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan pajak oleh Yayasan Penyelenggara Pendidikan dari perspektif hukum. Materi diskusi disampaikan oleh Dr. Muhamad Riza Fahlevi, S.H., LL.M dengan tema Kewajiban Perpajakan Yayasan. Salah satu topik yang dibahas adalah penggunaan sisa lebih untuk dana abadi.

Dalam kegiatan ini narasumber juga membagikan pengalaman serta wawasannya dan mengajak peserta diskusi untuk aktif, sehingga diskusi berjalan dengan sangat baik. Narasumber juga membahas terkait Peraturan Menteri Keuangan RI dan Peraturan Dirjen Pajak tentang Pengelolaan Pajak Badan/Lembaga Nirlaba.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan bagian pajak yayasan mendapatkan tambahan wawasan yang lebih luas terkait pengelolaan pajak. (Humas)

Dalam upaya memperkuat kapasitas auditor internal dan meningkatkan kualitas pengawasan terhadap kinerja organisasi di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII, Lembaga Audit  Yayasan Badan Wakaf UII (LA YBW UII) menyelenggarakan kegiatan Workshop Teknik Audit Kinerja dan Pembuatan Laporan Audit Kinerja: Dukung Peningkatan Kualitas Pengawasan Internal pada Sabtu, 23 Muharam 1447 H/19 Juli 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 Pengurus YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta. Workshop ini diikuti oleh Pimpinan dan seluruh Staf Auditor Lembaga Audit.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis yang lebih mendalam mengenai tahapan audit kinerja, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyusunan laporan audit yang sesuai dengan standar pemeriksaan dan prinsip akuntabilitas publik. Materi workshop disampaikan oleh Dr. Eko Yulianto, SE, M.Sc., Ak., CA., CFE.  yang merupakan auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Beberapa topik penting yang dibahas antara lain:

  • Prinsip dan tahapan audit kinerja
  • Teknik pengumpulan dan analisis data
  • Penyusunan temuan dan rekomendasi audit
  • Teknik penulisan laporan audit yang informatif dan berdampak

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi studi kasus dan diskusi kelompok, di mana Auditor LA YBW diajak untuk berlatih langsung menyusun temuan audit serta laporan audit kinerja berbasis kasus nyata.

Dengan diselenggarakannya workshop ini, Lembaga Audit YBW UII berharap para Auditor dapat semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan metode pengawasan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola organisasi di lingkungan Yayasan Badan Wakaf UII yang lebih baik, bersih, transparan, dan akuntabel. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf UII (YBW UII) menerima kunjungan dari Universitas Ahmad Dahlan pada Selasa, 21 Muharam 1447 H/22 Juli 2025 M di Ruang Sidang PAIK YBW UII Kampus Terpadu UII di Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta.  Kunjungan dilaksanakan dalam rangka melakukan studi inspirasi Penggunaan Panel Surya.

Kunjungan dihadiri oleh perwakilan Universitas Ahmad Dahlan yaitu Kepala Biro Sarana dan Prasarana, Kepala Bidang Pengadaan, Tim Pengembangan PLTS, Para Kepala Urusan dan Staf Biro Sarana dan Prasarana. Turut hadir dalam kegiatan ini Perencana Jasa Konstruksi, Perencana MEE, Plt. Kabiro PAIK, Plt. Kadiv Kawasan dan Pemeliharaan PAIK, serta Staf PAIK YBW UII.

Anggita Ardani Savitri, S.T. selaku Plt. Kepala Biro PAIK dalam menyambut tim pengembangan PLTS UAD memberikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kedatangannya untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman fasilitas di UII. Anggita menyampaikan “saat ini di UII telah dipasang panel surya dengan tipe panel Monokristal dengan kapasitas 550 WP per panel dan menggunakan sistem ON Grid yaitu tanpa baterai sehingga dapat langsung dimanfaatkan. Untuk Gedung FTSP terpasang 555 panel dengan kapasitas 306 KWP dan gedung FTI terpasang 200 panel dengan kapasitas 110 KWP untuk kapasitas total 316 KWP. Dari total kapasitas panel yang terpasang di gedung FTSP dan FTI hanya 10% dari kebutuhan energi listrik di Kampus Terpadu”, paparnya.

Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi, S.T., M.T., IPM selaku Kepala Biro Sarana dan Prasarana UAD menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang baik. Prof. Dr. Ir. Zahrul Mufrodi menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ke YBW UII “untuk melihat langsung dan berdiskusi terkait penggunaan Panel Surya di UII sejak tahun 2023. UAD bermaksud akan menggunakan Panel Surya juga di beberapa gedungnya”, paparnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi pengembangan institusi serta terjalin kerjasama antara Yayasan Badan Wakaf UII dan Universitas Ahmad Dahlan di masa yang akan datang. (Humas)

 

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menerima kunjungan dari Yayasan Notokusumo pada Selasa, 26 Muharam 1447 H/22 Juli 2025 M di Ruang Sidang 1 Pengurus YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta.  Kunjungan dilaksanakan dalam rangka mengetahui sistem manajemen dan tata kelola organisasi serta mempelajari strategi pengembangan keuangan dan usaha.

Kunjungan dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, Bendahara serta jajaran manajemen Yayasan Notokusumo. Para tamu disambut oleh perwakilan dari Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII yaitu  Ketua Pengembangan Usaha dan Bendahara.

Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PYBW UII  menyampaikan profil singkat tentang YBW UII. Drs. Arief Bachtiar menyampaikan bahwa “kegiatan di Yayasan ada dua yaitu pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh kegiatan usaha. Saat ini yayasan sedang mengembangkan unit usaha agar ke depannya dapat menjadi salah satu pendukung utama penyelenggaraan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.” paparnya.

Drs. Samudro Tjondronegoro, M.Hum., Ketua Pengurus Yayasan Notokusumo menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ke Yayasan Badan Wakaf UII, “salah satunya menjalankan amanat dari pimpinan LLDIKTI yang mengharapkan adanya kerjasama dan hubungan yang baik antara badan penyelenggara pendidikan. Di samping itu kami juga berharap dapat diberikan pencerahan dari YBW UII yang telah memiliki kegiatan sangat besar terkait penyelenggaraan pendidikan dan usaha serta tata kelola keuangan sehingga kami mendapatkan pengalaman untuk dapat mengembangkan usaha di Yayasan Notokusumo.” paparnya.

Drs. Zulian Yamit, M.Si, selaku Ketua Pengembangan Usaha menambahkan informasi terkait pengelolaan unit bisnis di YBW UII. Drs. Zulian Yamit menyampaikan “yayasan dalam hal kegiatan bisnis bertindak sebagai fasilitator, yayasan tidak ikut campur dalam hal manajemen tetapi yayasan berhak menunjuk pimpinan manajemen di unit bisnis. Bagi yayasan deviden salah satu hal yang penting sehingga setiap tahun diharapkan deviden unit bisnis naik dan memenuhi target sehingga ke depan unit bisnis akan menjadi pendukung penyelenggaraan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat”. ungkapnya.

Kunjungan dan diskusi ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan menjadi awal kerjasama untuk pengembangan kedua yayasan. (Humas)