Talkshow Lembaga Wakaf Uang Unisia – Yayasan Badan Wakaf UII: Wakaf Menjadi Pilar Peradaban

,

Lembaga Wakaf Uang Unisia (LWU Unisia) Yayasan Badan Wakaf UII selenggarakan Talk Show dan Gerakan UII Berwakaf Uang dengan tema “Waqf Goes to Campus: Inovasi Wakaf Uang Perguruan Tinggi di Era Digital”. Acara sekaligus Launching Gerakan UII Berwakaf Uang dikemas sebagai agenda untuk mengenal dekat wakaf uang sebagai dana abadi (endowment fund) bagi perguruan tinggi. Talkshow hadirkan narasumber Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), di Ruang Teatrikal lantai II Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, Selasa, 11 Safar 1447/5 Agustus 2025.

Acara dibuka oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si, sekaligus memberikan sambutan.

 “Dengan gerakan wakaf uang ini, maka penghimpunan dan pengembangan wakaf uang, serta pentasyarufan imbal hasil wakaf uang bisa semakin membesar di UII, seiring dengan kebijakan di perguruan tinggi terkait dengan dana abadi,” katanya.

Drs. Aden juga jelaskan bahwa cita-cita Yayasan Badan Wakaf UII adalah semakin menggerakkan stakeholder UII dan masyarakat dalam rangka berwakaf untuk kepentingan umat, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara dalam memberikan kontribusi bagi kemaslahatan, sebagaimana lirik pada lagu Mars Lembaga Wakaf Uang Unisia.

Selepas sambutan, dilanjutkan pemaparan dari Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Wakaf adalah pilar peradaban, alat baca peradaban, dan penjaga peradaban, sehingga wakaf itu kebutuhan, bukan sebagai ritual, karena yang butuh wakaf itu kita,” katanya.

Tambahnya, berdasar perhitungan BWI yang mengidentifikasi hanya dengan 17 cluster, menunjukkan bahwa potensi wakaf begitu besar, yaitu Rp 181 triliun. Namun wakaf uang yang terkumpul baru mencapai Rp 3,2 triliun. Beliau menambahkan, dimensi wakaf sangat menyentuh kemanusian dan sosial, terlebih di era individualis ini, dimana ‘i see humans but no humanity’. Menurutnya kesuksesan itu dilihat dari semangat berbagi, bukan semata-mata mencari sesuatu, sehingga menjadi penting bagi perguruan tinggi menanamkan kesadaran kepada mahasiswa dan alumni UII agar mempunyai spontanitas berwakaf, membangun wakaf sebagai lifestyle, dan menjadi militansi wakif.

Gerakan UII Berwakaf Uang didukung oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII.

”Saya sangat setuju bahwa wakaf secara teologis dan regulasi, sudah selesai, persoalannya sekarang tinggal gerakan, sehingga legasi-legasi perlu kita bangun,” katanya.

Dr. Drs. Rohidin juga memberikan kepercayaan kepada LWU UII untuk membuat gerakan nyata sekaligus menghimbau komunitas dosen UII dan alumni untuk berwakaf uang. LWU Unisia memiliki 3 program penghimpunan, yaitu Wakaf Uang Permanen (WUP), Wakaf Uang Temporer (WUT), dan Wakaf Melalui Uang (WMU), dengan jumlah keseluruhan wakaf uang terhimpun saat ini senilai Rp 5.145.901.216,-

Dalam kegiatan ini juga diserahkan secara simbolis Sertifikat Wakaf Uang kepada wakif lembaga di lingkungan UII. Pertama, wakif dari Universitas Islam Indonesia senilai Rp 248.600.000,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor UII Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII (Bidang KKA UII). Kedua, wakif dari Fakultas Hukum senilai Rp 3.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer, dan senilai Rp 77.003.067,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FH UII. Ketiga, wakif dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika senilai Rp 1.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer yang diterima oleh Drs. Achmad Tohirin, MA., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FBE UII.

Puncak acara Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ditandai dengan pemukulan gong oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. didampingi oleh Pengurus YBW UII, Dewan Pengawas LWU Unisia, Ketua LWU Unisia, Pimpinan DPPAI, dan BWI.

Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ini menandai dimulainya Gerakan Wakaf Uang di lingkungan UII, dengan harapan UII menjadi episentrum gerakan perwakafan di Yogyakarta. (Humas)