Dokumentasi Radio Unisia

Radio Unisia secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) tentang Pengembangan Siaran Kajian Interaktif – Literasi KeIslaman dengan Kementerian Agama DIY pada Kamis, 18 Rajab 1447 H/8 Januari 2026 M bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Jalan Sukonandi No.8 Umbulharjo, Yogyakarta. PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Radio Unisia, Iwan Awaluddin Yusuf, S.IP., M.Si., Ph.D. dan Kepala Kantor Kementrian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum. yang diwakili oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Waqaf Kemenag DIY, Nur Huda.

Penandatanganan perjanjian ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi serta sinergisitas antara Kementerian Agama DIY dan Radio UNISIA dalam menyiarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin melalui program siaran Kajian Interaktif–Literasi Keislaman. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana dakwah yang edukatif dan inklusif, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat serta memperkuat kerukunan antar umat beragama di tengah masyarakat.

Dokumentasi Radio Unisia

Kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan sinergitas antara lembaga penyiaran dan institusi pemerintah menjadi landasan kuat dalam membangun kerja sama yang saling menguatkan. Dalam hal ini, Radio Unisia berperan sebagai media penyiaran yang memiliki spesialisasi pada program-program kajian Islam, sementara Kementerian Agama hadir sebagai lembaga pemerintah yang berperan dalam pelayanan, pembinaan, dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat. Sehingga tercipta penyiaran dakwah secara lebih luas, terarah, dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. (Humas)

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

RS UII meresmikan Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan pada Senin, 16 Rajab 1447 H/5 Januari 2026 M di Auditorium RS UII Jalan Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Acara dihadiri oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK., Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII, Prof. Ir. Widodo, MSCE., Ph.D., Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Direksi PT UEM beserta jajaran, Direksi PT UMF (RS JIH) beserta jajaran, dan para tamu undangan lainnya.

Dr. Mulyo Hartana, Sp.PD. selaku Direktur Utama RS UII menyampaikan, “atas evaluasi dan analisis terhadap peningkatan utilitas ruang rawat inap di Rumah Sakit UII yang sangat signifikan, setelah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, serta memenuhi peraturan yang berlaku, RS UII perlu melakukan pengembangan bangunan gedung RS UII dengan membangun Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di lantai 5 dan 6, dengan kapasitas 200 tempat tidur.” Peresmian pengembangan RS UII di awal Januari 2026 ini menjadi bukti bahwa RS UII menjaga komitmen peningkatan pelayanan RS dengan prinsip ekuitas sesuai dengan UU No. 40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Pengembangan fasilitas Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) di RS UII memperoleh dukungan penuh dari Yayasan Badan Wakaf UII. Dukungan tersebut terlihat sejak Direktur Utama PT Unisia Edu Medika, Drs. Achmad Sobirin, MBA., Ph.D., A.k., menyerahkan surat permohonan percepatan pembangunan fasilitas kepada Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, yang langsung direspons positif sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar.

Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menegaskan, “KRIS adalah sarana, wujud komitmen, empati, serta profesionalisme pelayanan kesehatan, dan diharapkan tenaga medis menjadi ruh dari keseluruhan layanan. Tanpa hal tersebut, fasilitas sebaik apa pun nyaris tidak memiliki makna.”.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Acara diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita oleh Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S., dan Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah VI Jawa Tengah-DIY, dr. Yessi Kumalasari, MPH., AAAK. Selanjutnya, seluruh tamu undangan diajak mengikuti hospital tour, dan diakhiri dengan konferensi pers. (Humas)

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia menyelenggarakan Sidang Tengah Tahunan Pembina pada hari Sabtu – Ahad, 29 Jumadil Akhir – 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 20 – 21 Desember 2025 M bertempat di Eastparc Hotel, Yogyakarta. Sidang Tengah Tahunan diikuti oleh seluruh Pembina, Pengawas dan Pengurus YBW UII. Agenda Sidang adalah Laporan Pengawas YBW UII; Respon Pengurus terhadap Hasil Pengawasan, Rencana Kerja dan Anggaran Tahun (RKAT) Tahun 2026 YBW UII, serta Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) di lingkungan YBW UII Tahun 2026, dan terakhir Evaluasi Rencana Strategis 2025 serta Rencana Strategis 2026 oleh Rektor UII beserta jajarannya.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Sidang dipimpin oleh Dr. Ir. Luthfi Hasan, M.S. Dalam sambutannya, Ketua Pembina YBW UII tersebut mengingatkan agar seluruh peserta sidang dapat aktif menyampaikan pendapat untuk mengkritisi, mengevaluasi, dan memberi saran atas rencana strategis yang tercantum dalam RKAT dan RKAP yang disampaikan oleh Pengurus. Sidang Tengah Tahunan kali ini diharapkan menghasilkan ketetapan yang bersifat mengikat untuk hal-hal strategis sebagai rancangan kinerja demi pengembangan Yayasan dan semua unit di bawah Yayasan di tahun 2026.

Agenda dilanjutkan dengan tausyiah singkat dari KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) selaku anggota Pembina YBW UII. Beliau menyampaikan keunikan Rasulullah SAW, diangkat menjadi Nabi oleh Allah SWT sebagai penegasan koreksi terhadap perilaku umat terdahulu yang menuhankan selain Alloh SWT. Gus Baha juga menyoroti fenomena saat ini, di mana keistimewaan shalawat sebagai peneguhan tauhid kerap dibelokkan menjadi ritual ketika memiliki hajat. Beliau menegaskan Rasulullah SAW diangkat menjadi Nabi membawa tugas untuk menyadarkan umat, sehingga shalawat dimaknai sebagai peneguhan tauhid kepada Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan Pemberi Rahmat, dan Nabi Muhammad SAW adalah Penerima Rahmat Allah SWT.

Dokumentasi Humas Yayasan Badan Wakaf UII

Sidang Tengah Tahunan Pembina YBW UII kali ini menghasilkan 11 Ketetapan Pembina yang menjadi panduan kinerja Yayasan serta seluruh unit di bawah Yayasan, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. (Humas)