Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki pimpinan baru dengan dilantiknya Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai Rektor UII Periode 2026–2030. Upacara pelantikan berlangsung pada Selasa, 16 Zulhijah 1447 H/2 Juni 2026 secara khidmat bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, dipimpin oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.

Pelantikan Prof. Hari Purnomo menandai berakhirnya delapan tahun kepemimpinan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang telah meraih banyak prestasi selama dua periode menjabat sebagai Rektor UII. Dalam pidato pelantikan, Prof. Hari sebagai Rektor baru UII menyadari dinamika dan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan tinggi di era modern. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya yang pesat, ia menekankan pentingnya tindakan adaptif dan visioner untuk membangun ekosistem akademik unggul yang responsif terhadap kebutuhan Masyarakat. “Universitas perlu mempersiapkan generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara moral. Mari kita bergerak maju bersama dalam semangat pembaharuan yang berakar pada nilai-nilai luhur UII,” ujarnya.

Adapun, Prof. Suparman Marzuki selaku Ketua Umum Pengurus YBW UII dengan tegas mengingatkan kepada Rektor UII yang baru beserta para Wakil Rektor tentang pentingnya memaknai mandat yang telah diemban sebagai sebuah tanggung jawab besar untuk membawa UII sebagai pusat keunggulan studi. Ia menekankan pentingnya fokus pada penyediaan pendidikan berkualitas tinggi, “Dunia pendidikan tinggi saat ini sangat dinamis. Kita tidak bisa hanya puas dengan pencapaian masa lalu. Tingkatkan setiap aspek yang menghambat kita, tingkatkan kualitas penelitian, dan pastikan UII tetap menjadi penggerak pendidikan Islam di Indonesia,” tegasnya.

Pada saat yang bersamaan setelah dilantik sebagai Rektor UII, Prof. Hari Purnomo langsung melantik 4 (empat) Wakil Rektor yang akan menjadi tulang punggung kepemimpinannya dalam mensukseskan berbagai agenda strategis UII selama kurun waktu 4 (empat) tahun ke depan. Keempatnya diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor, termasuk akademik, penelitian, kemahasiswaan, tata kelola, dan memperkuat jaringan kemitraan.

Berikut adalah Wakil Rektor UII untuk periode 2026-2030:

  1. Riyanto, S.Pd., M.Sc., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan.
  2. Rifqi Muhammad, S.E., M.Sc., Ph.D. – Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan.
  3. Nurjihad, S.H., M.H. – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian.
  4. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU. – Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis.

Dengan formasi kepemimpinan baru ini, UII siap untuk melangkah maju, meraih kesuksesan, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazis) Unisia menyelenggarakan program Gebyar Idul Adha pada Kamis, 10 Zulhijah 1447 H/28 Mei 2026. Acara yang berlangsung di Masjid Baitussalam, Kaliwunglon, Banjarsari, Kulonprogo ini bertujuan untuk merayakan momen Idul Adha serta menyebarkan semangat kebaikan kepada masyarakat sekitar.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Dr. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Kepala Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Dr. Arief Bachtiar M.S.A., Ak. selaku Bendahara Pengurus YBW UII, dan Agus Budi Hariyadi, S.S. selaku Kepala Lazis Unisia. Acara dimulai dengan sambutan dari perwakilan pengurus YBW UII dan Kepala Takmir Masjid Baitussalam, dilanjutkan dengan sesi pengajian yang dihadiri masyarakat sekitar.

Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, YBW UII dan Lazis Unisia menyiapkan hewan kurban yang terdiri atas 1 (satu) ekor sapi dan 5 (lima) ekor kambing. Proses penyembelihan dilakukan sesuai dengan syariat, selanjutnya daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan sosial. Selain daging kurban, masyarakat juga menerima bantuan sembako, sehingga semakin memperkuat kedekatan YBW UII dengan masyarakat di hari yang penuh berkah. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) memperingati Milad ke-83 dengan mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dan bakti sosial pada pada Rabu, 3 Zulhijjah 1447 H/20 Mei 2026 M di Griya Cendekia YBW UII, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Masih dalam rangkaian tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”, kegiatan ini menjadi simbol komitmen UII dalam membangun keseimbangan antara kemajuan pendidikan, kepedulian sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh Rektor dan jajaran akademik UII didampingi oleh Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si. selaku Ketua Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII serta turut hadir Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P. selaku Bupati Gunungkidul, dan segenap tamu penting lainnya. Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pelaksanaan milad di luar lingkungan kampus telah menjadi tradisi yang terus dijaga UII. Menurutnya, peringatan milad di lokasi mitra diharapkan mampu memperluas manfaat keberadaan kampus bagi masyarakat.

“Tahun lalu kegiatan milad dilaksanakan di Kulonprogo, sedangkan tahun ini di Griya Cendekia Gunungkidul. Tempat ini memiliki kedekatan historis dengan YBW UII karena lahannya dahulu merupakan aset wakaf yang kemudian dimanfaatkan untuk rumah tahfidz. Karena itu, kami merasa seperti kembali pulang,” ujarnya.

Beliau menambahkan jika Griya Cendekia YBW UII saat ini telah membina sekitar 200 santri dan telah meluluskan lebih dari 600 santri, melakukan pendampingan kepada UMKM sekitar dan UII turut menempatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Playen sebagai bagian dari pengabdian berkelanjutan.

“Untuk kedepannya Griya Cendekia terutama yang di wilayah Playen akan terus bergerilya supaya selalu aktif berpartisipasi memperluas dampak manfaat untuk Masyarakat. Baik menjalankan program yang sudah ada maupun eksplorasi dan berinovasi potensi di wilayah Playen, apa saja yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, UII bersama YBW UII, Lazis Unisia, dan Lembaga Wakaf Uang (LWU) Unisia menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat. Bantuan meliputi paket sembako, bantuan pendidikan untuk santri, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, hingga dukungan alat produksi bagi pelaku UMKM binaan.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul mengapresiasi kontribusi UII yang dinilai konsisten menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak lupa beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Bantuan mesin pencacah pisang untuk UMKM serta paket pendidikan bagi santri merupakan langkah strategis untuk mendukung kemandirian ekonomi dan pengembangan SDM. Ini menunjukkan kepedulian sosial UII yang sangat kuat terhadap masyarakat,” katanya.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh jajaran pimpinan UII, di antaranya Direktur Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII, Ketua Lazis Unisia, Ketua Milad ke-83 UII, serta Ketua Ikatan Ibu-ibu (IKI) UII.

Pada momentum yang sama, Lembaga Wakaf Uang  (LWU) Unisia turut menyalurkan dana Imbal Hasil Wakaf Uang (IHWU) untuk mendukung berbagai program sosial dan pendidikan. Dana tersebut dialokasikan untuk beasiswa bagi tiga mahasiswa dhuafa UII, pengembangan Rumah Tahfidz Griya Cendekia Playen, serta pemberdayaan UMKM Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di wilayah Playen. Selain itu, bantuan tiga unit kursi roda juga diserahkan kepada warga Padukuhan Sumberjo Ngawu, Ikatan Keluarga Pensiunan Pegawai (IKPP) UII, dan Takmir Masjid Darussalam Jogoyudan Yogyakarta.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) telah mencetak sejarah baru melalui perhelatan pengukuhan Ketua Umum Pengurus YBW UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. sebagai Profesor Hukum Hak Asasi Manusia. Pelantikan tersebut berlangsung pada Rapat Senat Terbuka Universitas Islam Indonesia pada Selasa, 2 Zulhijah 1447 H/19 Mei 2026 M bertempat di Auditorium K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kalurang Km.14,5 Yogyakarta. Momen ini adalah pertama kali dalam sejarah YBW UII seorang Ketua Umum Pengurus dilantik sebagai profesor saat masih aktif menjalankan amanah kepemimpinan.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kebanggaan, dengan dihadiri oleh sekitar 300 tamu undangan dari berbagai kalangan akademis, tokoh nasional, komunitas akademis, dan mitra strategis UII. Pengukuhan ini tidak hanya menandai pencapaian akademis pribadi, tetapi juga mencerminkan komitmen YBW UII untuk memperkuat tradisi keilmuan, integritas, dan pengabdian masyarakat. Beberapa tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan pada peresmian tersebut, seperti Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. selaku Ketua Mahkamah Agung RI, dan Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum. selaku Wamenhum RI.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Suparman menyampaikan gagasan akademis yang diuraikan dalam disertasi yang berjudul “Lubang Hitam Keadilan: Memerangi Amnesia Struktural dan Normalisasi Impunitas melalui Transformasi Berbasis Memori.” Beliau menyoroti pentingnya menghidupkan kembali memori kolektif bangsa tentang pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu untuk mencegahnya tenggelam dalam amnesia struktural. Beliau berpendapat bahwa praktik impunitas yang berkelanjutan dapat melemahkan fondasi keadilan dan merusak kepercayaan publik terhadap supremasi hukum. Selama pemaparan, auditorium dipenuhi dengan antusiasme dan apresiasi terhadap gagasan-gagasan kritis yang beliau sampaikan.

Pada penutup pidatonya, Prof. Suparman menyampaikan pesan moral, “Kaum intelektual memiliki kewajiban moral. Diam dalam menghadapi impunitas bukanlah netralitas, melainkan partisipasi pasif dalam ketidakadilan,”. Momentum dari pengukuhan profesor ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi YBW UII dan UII dalam menyajikan pemikiran kritis yang berorientasi pada penegakan hukum dan hak asasi manusia. Pencapaian ini juga menginspirasi komunitas akademis untuk terus bekerja dengan integritas dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.(Humas)

Mengusung tema besar “32 Rise Up”, SMA UII Yogyakarta resmi menggelar rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 yang meriah sekaligus penuh makna. Tema ini menjadi representasi semangat sekolah untuk terus bangkit, tumbuh, dan mencetak generasi muda yang unggul melalui kombinasi kreativitas siswa, kepedulian sosial, pameran teknologi masa depan, hingga kompetisi akademis.

Rangkaian acara dibuka dengan penuh rasa syukur melalui pelaksanaan Opening Ceremony yang dimeriahkan oleh ajang Fashion Show antar kelas. Dalam kegiatan ini, siswa-siswi SMA UII menunjukkan keberanian dan kreativitas luar biasa di atas panggung melalui busana-busana yang memukau. Wujud Kepedulian Sosial dan Edukasi Tidak hanya berfokus pada kemeriahan internal, SMA UII juga menebarkan kebaikan ke luar sekolah sesuai dengan esensi dari tema tahun ini. Melalui ambalan Pramuka SMA UII, kegiatan Bakti Sosial sukses dilaksanakan di Panti Asuhan Atap Langit untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti. Selain itu, aksi kemanusiaan juga diwujudkan melalui kegiatan Donor Darah yang bekerja sama langsung dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul.

Dari sisi akademik dan pengembangan diri, sekolah menyelenggarakan Sarasehan Guru dan Sarasehan Siswa sebagai ruang diskusi dan evaluasi. Tak kalah menarik, ajang Edufair juga digelar dengan menghadirkan berbagai program studi dari Universitas Islam Indonesia (UII) serta beberapa lembaga bimbingan belajar terkemuka untuk membantu siswa merencanakan masa depan mereka. Salah satu daya tarik utama dalam perayaan milad kali ini adalah Pameran Keunggulan yang menampilkan hasil Research, Entrepreneurship, serta inovasi Internet of Things (IoT) karya nyata dari siswa-siswi kelas Information and Communication Technology (ICT) SMA UII. Pameran ini membuktikan bahwa SMA UII siap menyongsong masa depan digital sejalan dengan semangat Rise Up.

Guna menjalin silaturahmi dan menjaring potensi siswa tingkat rujukan, SMA UII juga mengadakan Pekan Ilmiah yang ditujukan bagi siswa SMP/MTs sederajat. Berbagai kompetisi bergengsi sukses dilaksanakan, mulai dari Lomba Tahfizh, Lomba Karya Ilmiah Remaja (KIR), hingga Lomba Solo Vokal. Puncak Energi di SURF 2026 dan Kemeriahan Pentas Seni sebagai salah satu agenda yang paling dinanti, SMA UII menggelar SURF 2026 (SMA UII Running Festival) pada Sabtu, 23 Mei 2026. Mengambil titik start di kampus SMA UII Yogyakarta, Jl. Tamansiswa No. 158, event lari sejauh 5 kilometer (5K Run) ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dari para siswa, sahabat, hingga komunitas lari di Kota Yogyakarta. Acara lari gratis ini berlangsung seru karena para peserta tidak hanya berlari demi kesehatan, melainkan juga memperebutkan hadiah kostum terbaik (Best Costume).

Kemeriahan tidak berhenti di garis finish. Setelah lelah berlari, energi para peserta kembali dibakar di acara puncak SURF melalui panggung Pentas Seni (Pensi) antar kelas. Setiap kelas menampilkan berbagai bakat seni terbaik mereka, mulai dari musik, tari, hingga pertunjukan kreatif lainnya yang berhasil menghibur dan menyatukan seluruh keluarga besar SMA UII dalam atmosfer kegembiraan. Melalui seluruh rangkaian acara HUT ke-32 ini, SMA UII Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus hidup dalam semangat “32 Rise Up” menjadi rumah pendidikan yang mendidik generasi berintegritas, kreatif, islami, dan berprestasi demi menyongsong masa depan.(Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Festival Seni Pertunjukan Islami sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-83 UII pada hari Selasa, 25 Zulkaidah 1447 H/12 Mei 2026 M, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk menjadi platform ekspresi seni dan budaya Islam yang melibatkan pegawai dan mahasiswa di lingkungan UII.

Festival Seni Pertunjukan Islami secara resmi dibuka oleh Rektor UII, Fathul Wahid, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Seni Pertunjukan Islami ini merupakan upaya kecil UII untuk menerjemahkan perasaan seni dan budaya. Rektor menekankan pentingnya seni sebagai media untuk menampilkan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan kampus. Auditorium dipenuhi penonton yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni Islam.

Tiga dewan juri dihadirkan untuk memberikan penilaian atas karya seni yang ditampilkan, yaitu Dr. Labibah Zain, M.LIS selaku Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Praktisi Kesenian Teater EsKa, Prof. Dr. Muhammad Mukti, M.Sn. selaku Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY sekaligus Praktisi Kesenian Tradisi, serta Paksi Raras Alit yang dikenal sebagai Pengasuh Sekolah Aksara Jawa, pemusik, dan penembang. Festival ini diikuti oleh 11 peserta, yaitu Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Rektorat UII, dan sembilan fakultas di lingkungan UII.

Setiap peserta menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari musik Islami, teater, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pertunjukan kolaboratif yang memadukan unsur seni modern dan tradisional. Termasuk penampilan dari YBW UII yang memukau penonton melalui teatrikal bertema “Sang Ksatria: Jejak Perlawanan Pangeran Diponegoro”. Penampilan ini menggambarkan bagaimana seorang Pangeran Diponegoro bersama masyarakat Yogyakarta dalam melawan penjajah VOC di Goa Selarong. Penampilan ini dikemas secara dramatis dan sarat makna perjuangan. Pementasan tersebut tidak hanya menghadirkan nilai historis dan nasionalisme, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, persatuan, serta semangat.

Pada akhir acara, dewan juri mengumumkan pemenang Festival Seni Pertunjukan Islam. Juara pertama diraih oleh Fakultas Hukum dengan tajuk ”Jihad Konstitusi”, diikuti oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) di juara kedua dengan tajuk “Menjaga Nyala”, dan YBW UII dengan tajuk “Sang Satria” mendapat juara ketiga. Selain itu, seluruh peserta juga menerima apresiasi atas dedikasi dan kreativitas yang mereka tunjukkan sepanjang festival.

Acara ditutup dengan meriah melalui penampilan spektakuler dari YHKC (Yogyakarta Hadroh Clan) yang memikat penonton dengan musik hadroh yang energik dan harmonis. Melalui festival ini, peringatan Milad ke-83 UII tidak hanya menjadi perayaan institusi tetapi juga momentum untuk menghidupkan seni, budaya, dan nilai-nilai Islam di kampus. (Humas)

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII pada hari Selasa, 17 Zulkaidah 1447 H/5 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pensiunan, sebagai bentuk penghormatan serta untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam mendirikan dan mengembangkan UII.

Ziarah dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Pemakaman UGM Sawit Sari, Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, Pemakaman Bahoewinangun, Pemakaman Boharen, dan Pemakaman Raja-Raja Imogiri. Ketua Milad UII ke-83, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan historis antara generasi saat ini dan para pendiri Universitas. Ia menyatakan bahwa ziarah tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang dimulai pada awal tahun 2026.

Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menilai bahwa ziarah tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan UII hingga saat ini.

“Melalui ziarah, kita diajak untuk menghubungkan kesadaran sejarah kita dengan perjalanan UII saat ini. Kemajuan Universitas saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan perbuatan baik para pendahulu kita,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara ziarah di kompleks Pemakaman UII.

Pada kesempatan ini, Fathul Wahid juga mengenang beberapa tokoh yang dimakamkan di area Pemakaman UII, seperti Alm. Mufti Abu Yazid, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III UII, Alm. Rasyid Baswedan, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UII, dan Alm. Syafaruddin Alwi, yang dikenal karena karakter teladannya. Selain itu, nama-nama seperti Alm. Artidjo Alkostar dan Alm. Luthfi Hasan juga dikenang atas pengabdian dan dedikasi mereka terhadap UII, bangsa, dan negara. Rektor menambahkan bahwa ziarah ini merupakan kesempatan penting untuk berdoa bagi para pendiri dan tokoh Universitas, agar semua pengabdian mereka diterima sebagai amal yang berkelanjutan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pemakaman UGM Sawit Sari untuk mengunjungi makam Alm. Prof. Dr. H. Ace Partadireja, Alm. Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, dan Alm. Ir. R.H.A. Syahirul Alim, yang telah berkontribusi pada perjalanan kepemimpinan Universitas. Pada saat di Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, rombongan juga mengenang Alm. Prof. Dr. Sardjito yang telah memainkan peran penting dalam pengembangan UII, termasuk melalui pendirian beberapa fakultas di berbagai daerah.

Fathul Wahid menyatakan bahwa ketekunan Alm. Prof. Sardjito dalam ilmu pengetahuan dan penelitian menjadi contoh yang relevan hingga saat ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ziarah berikutnya ke Pemakaman Bahoewinangun untuk mengenang Alm. Prof. R.H.A. Kasmat Bahoewinangun, kemudian ke Pemakaman Boharen, tempat peristirahatan terakhir Alm. Prof. K.H.A. Kahar Mudzakkir. Alm. Kahar Mudzakkir dikenang sebagai negarawan yang berwawasan jauh ke depan dan memiliki jaringan internasional kuat sejak awal berdirinya UII.

Rangkaian ziarah diakhiri di Pemakaman Raja Imogiri untuk mengenang Alm. GBPH. Prabuningrat. Selama kepemimpinannya, UII mengalami perkembangan yang signifikan, baik dalam hal pengembangan fasilitas maupun penguatan kualitas akademik. Almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan komunitas akademik.

Ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap peringatan ulang tahun UII. Selain menghormati para pendahulu, kegiatan ini juga sebagai sarana refleksi dan penanaman nilai-nilai perjuangan, integritas, dan dedikasi pada generasi penerus UII. (Humas)

Salah satu unit usaha kesehatan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII), PT Unisia Polifarma, memperluas akses layanan kesehatan dengan membuka Apotek Unisia 24 jam cabang ke-6 pada Selasa, 4 Zulkaidah 1447 H/21 April 2026 M. Apotek ini berlokasi di depan Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, Jl. Prawiro Kuat, Ngringin, Condongcatur, Kec. Depok, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penambahan apotek menjadi solusi terhadap meningkatnya kebutuhan obat-obatan dan layanan farmasi, terutama di daerah padat penduduk dan lingkungan mahasiswa. Apotek Unisia 24 juga mewakili komitmen nyata YBW UII untuk memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat terutama di wilayah Sleman. Sebelumnya Apotek Unisia telah hadir di sejumlah lokasi, seperti Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang KM 14, Gentan, Murangan, Palagan, dan Unisia 24 Baznas di Kota Jogja.

Apotek Unisia 24 diresmikan secara langsung oleh Ketua Pengembangan Usaha Pengurus YBW UII bersama Direktur PT. Unisia Polifarma. Pada sambutan, Drs. Zulian Yamit, M.Si., selaku Ketua Pengembangan Usaha Pengurus YBW UII menyampaikan bahwa pembukaan cabang apotek di Condongcatur merupakan langkah strategis atas dasar tingginya kebutuhan layanan obat di kawasan padat penduduk tersebut.

“Semoga pembukaan Apotek Unisia Polifarma 24 ini memberikan berkah kepada penduduk di sekitar khususnya wilayah Sleman,” harapnya.

Ia juga mendorong agar ekspansi jaringan apotek terus bertambah untuk ke depannya. Karena melalui pengamatan dari cabang-cabang sebelumnya, sektor kesehatan yang dimiliki YBW UII memiliki potensi besar, terbukti dari eksistensi unit mulai dari rumah sakit hingga layanan farmasi.

“Saya kira ke depan mudah-mudahan Apotek Unisia ini berkembang. Karena kami sudah memiliki klaster kesehatan sangat luar biasa. Yang paling utama adalah JIH, Rumah Sakit UII yang ada di selatan, dan apotek,” tegasnya.

Sementara apt. Novi Dwi Rugiarti, M.Sc., selaku Direktur PT. Unisia Polifarma menegaskan posisi Apotek Unisia 24 Condongcatur sebagai “Sahabat Sehat” bagi masyarakat. “Ya kami memang sahabat sehat. Jadi Apotek Unisia merupakan sahabat sehat untuk masyarakat yang pada kesempatan ini akan hadir melayani masyarakat Condongcatur, Depok, Sleman. Semoga menjadi pilihan utama yang dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan hadirnya Apotek Polifarma dengan layanan 24 jam, masyarakat dapat mengakses obat-obatan kapan pun sekaligus menjadi salah satu langkah YBW UII untuk terus mengembangkan inovasi sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat modern. Terutama visi besar YBW UII untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan yang berkualitas. Ke depan, ekspansi serupa diharapkan terus dilakukan demi menjangkau wilayah yang lebih banyak. (Humas)

Lazis Unisia Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menghadirkan program pembinaan bagi pelaku usaha mikro melalui kegiatan Gerobak Barokah bertajuk “Sukses Usahane, Barokah Rejekine”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 23 Syawal 1447 H/11 April 2026 M, bertempat di Masjid Baitul Qohhar YBW UII dan diikuti oleh peserta dari berbagai Angkatan mulai tahun 2020 hingga 2025.

Para peserta merupakan pelaku usaha kecil yang selama ini telah mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha, khususnya di bidang kuliner dan perdagangan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Lazis Unisia dalam memperkuat ekonomi umat berbasis pemberdayaan. Selain aspek bisnis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan nilai spiritual dalam berusaha. Para peserta diajak untuk terus menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan keberkahan. Dengan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas usaha.

Acara diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Drs. M. Sularno, M.A. selaku Dewan Pengawas Syariah Lazis Unisia. Dalam tausiahnya, ia mengajak para peserta untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan.

“Kebiasaan baik di bulan Ramadan, seperti rajin ke masjid dan memperbanyak ibadah, seharusnya tidak ditinggalkan. Justru setelah Ramadan, semangat tersebut perlu ditingkatkan,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial. Nilai-nilai kedisiplinan dan keikhlasan yang terbentuk selama Ramadan diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menjalankan usaha. Dengan demikian, usaha yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan.

Kemudian peserta juga mendapatkan sosialisasi terkait sertifikasi halal yang disampaikan oleh Dr. Dyah Retno Sawitri, S.T., M.Eng. dari Lembaga Pendampingan Proses Produk Halal (LP3H) UII. Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong pelaku usaha agar meningkatkan kualitas produknya sekaligus memperluas akses pasar. Sertifikasi halal dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Dalam kesempatan tersebut, Lazis Unisia juga memperkenalkan program lanjutan bertajuk “Gerobak Naik Kelas”. Program ini dirancang untuk mendorong pelaku usaha agar lebih mandiri, profesional, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Para peserta memanfaatkan momen ini untuk saling berbagi pengalaman dan mempererat jejaring antar pelaku usaha. Salah satu peserta, Ibu Munarwati, mengungkapkan rasa syukurnya dapat menjadi bagian dari program ini. Ia merasakan manfaat tidak hanya dari sisi peningkatan ekonomi, tetapi juga dari pembinaan dan kebersamaan yang terjalin.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan usaha mikro tidak hanya soal modal, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan. Melalui Gerobak Barokah, Lazis Unisia diharapkan dapat terus menghadirkan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil. Semangat kebersamaan dan nilai keberkahan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pengembangan usaha. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu meraih kesuksesan usaha sekaligus keberkahan rezeki dalam jangka panjang. (Humas)

 

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) melalui Biro Sistem Informasi menyelenggarakan Kick Off Meeting sebagai pembuka rangkaian agenda Workshop dengan temaPerencanaan Strategis Sistem Teknologi Informasi dan Transformasi Digital YBW UI pada Senin, 18 Syawal 1447 H/6 April 2026 M bertempat di Auditorium Lantai 3 Yayasan Badan Wakaf UII, Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan unit dibawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII dan rupakan agenda lanjutan dari FGD Transformasi Digital yang sudah terselenggara pada bulan Februari lalu.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum YBW UII menegaskan pentingnya setiap unit dibawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII mengikuti kegiatan Workshop. Memasuki era pembentukan digital factory yang memungkinkan integrasi seluruh siklus yang ada di bawah naungan Yayasan terintegrasi dalam satu kesatuan, sehingga peran teknologi informasi beralih dari sekadar pendukung operasional menjadi pendorong utama inovasi organisasi.

“Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus sebagai ikhtiar untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus penguatan prinsip transparansi yang berintegritas dalam penyelenggaraan pendidikan, unit bisnis, dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Ketua Umum YBW UII.

Kegiatan Workshop dilaksanakan pada tanggal 7 – 9 April 2026, bertempat di Auditorium Fakultas Hukum Kampus Terpadu UII. YBW UII menggandeng Irvan Yasni selaku CEO Technology Advisory and Business Sinar Mas Land sebagai narasumber utama.  Rangkuman materi yang disampaikan selama berjalannya Workshop meliputi: Core Business Life Cycle, Cyber Security, dan Business Support Functions. Melalui kegiatan ini, diharapkan menjadi landasan strategis dalam membangun sistem yang terintegrasi serta adaptif sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan YBW UII.(Humas)