Yayasan Badan Wakaf UII meresmikan Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir dan sekaligus meluncurkan Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center pada Selasa, 23 Rabiulawal 1447 H / 16 September 2025 M bertempat di Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Purbayan Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta. Momentum bersejarah ini bertepatan dengan Milad YBW UII, sehingga menjadi penanda penting perjalanan yayasan dalam mengabdi bagi umat, bangsa, dan peradaban.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, selaku narasumber yang juga Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Mahfud MD, Walikota Yogyakarta yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat, Drs. Yunianto Dwisutono, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Rektor Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid, dan para tamu undangan lainnya.

Peresmian Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir merupakan ikhtiar untuk merawat memorabilia Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir sebagai Pahlawan Nasional sekaligus pendiri UII. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang meski secara bangunan sederhana, menjadi saksi dari lahirnya gagasan-gagasan kebaikan Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang senantiasa terwariskan hingga hari ini. Rumah ini telah direnovasi dengan tetap mempertahankan keaslian bangunannya yang terkurasi oleh tim yang terdiri dari arsitek hingga ahli cagar budaya. Semua ini merupakan upaya berkesinambungan untuk menjaga warisan bagi generasi masa depan.

Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir juga hadir sebagai ruang sejarah, seni, kebudayaan, dan pemasyarakatan nilai-nilai luhur warisan Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi pengingat sejarah, tetapi juga wadah tumbuhnya gagasan baru serta media untuk lebih mengenalkan figur Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir kepada khalayak luas.

Ketua Umum PYBW UII, Dr. Suparman Marzuki menyebut rumah tinggal Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir tidak bisa dilepaskan dari warisan pemikirannya. Menurutnya, meski bentuknya sederhana, bangunan itu merekam perjalanan seorang tokoh yang ide-idenya tetap relevan hingga hari ini. “Bangunan ini adalah saksi perjalanan hidup beliau. Dari tempat yang sederhana ini, banyak ide besar lahir dan menjadi warisan berharga bagi kita semua”, ungkapnya.

Dalam proses renovasi rumah dilakukan dengan hati-hati agar nilai sejarah tidak hilang. Tim yang terdiri dari arsitek dan ahli cagar budaya dilibatkan untuk memastikan keaslian bentuk tetap terjaga. “Renovasi ini bukan sekadar memperbaiki fisik, tapi juga bagian dari upaya untuk merawat peninggalan Prof. Kahar agar bisa terus dikenang dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” paparnya.

Prof. Dr. Mahfud MD selaku Pembina YBW UII sekaligus sebagai Keynote speaker dalam acara tersebut menyampaikan orasi ilmiahnya. ”Manusia hidup dengan daya cipta, rasa dan karsa yang kemudian membentuk kebudayaan. Kebudayaan yang diorganisir dengan baik, itulah peradaban. Ada berbagai macam peradaban, yang terpenting bagi peradaban Islam adalah akidah dan maqashid syariah”, pungkasnya.

Pada saat bersamaan, YBW UII juga meluncurkan Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center. Lembaga ini lahir untuk mewarisi peran intelektual dan sosial Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir yang multi peran sebagai seorang ulama, intelektual, sekaligus negarawan. Beliau menanamkan fondasi Islam yang berpadu dengan semangat keilmuan, kepedulian terhadap kaum lemah, keterbukaan pemikiran, serta jejaring lintas bangsa. Semangat inilah yang mengilhami lahirnya Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center, sebuah lembaga yang berkomitmen menjawab tantangan global, mulai dari ketimpangan sosial, krisis kemanusiaan, hingga isu pembangunan berkelanjutan.

Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center dirancang sebagai ruang yang menghubungkan kepedulian terhadap persoalan lokal dengan peluang global, sekaligus menghidupkan kembali semangat Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir dalam membangun UII sebagai rumah terbuka bagi semua. Lembaga ini akan menjadi pusat unggulan Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII dalam mengkoordinasikan pengabdian masyarakat berbasis filantropi Islam yang inovatif dan berkelanjutan sekaligus merelevansikan pemikiran Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir dalam menghadapi berbagai tantangan kontemporer.

Dengan Peresmian Rumah Peradaban Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir dan Peluncuran Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir Center, YBW UII berharap agar hal ini dapat menjadi upaya aktif untuk menyebarluaskan teladan dari para pendahulu dapat lestari hingga generasi mendatang. (Humas)

Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta menyelenggarakan Acara Puncak Milad ke-19 pada hari Senin, 16 Rabiulawal 1447 H/8 September 2025 M bertempat di Ruang Auditorium Lt. 5 Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta dengan mengusung tema “Bright Future: Stepping Together, Towards a Brighter Future”. Perayaan milad kali ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang, mengukuhkan prestasi, sekaligus meneguhkan langkah menuju masa depan pelayanan kesehatan yang lebih unggul, modern, dan bermakna.

Presiden Direktur RS JIH Yogyakarta, dr. Sari Kusumastuti, Sp.A, menyampaikan refleksi perjalanan hampir dua dekade Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta. “Sembilan belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Ibarat seorang manusia, 19 tahun adalah usia menjelang kedewasaan, dimana fondasi sudah kuat, karakter sudah terbentuk, dan langkah ke depan semakin mantap. Demikian pula Rumah Sakit JIH. Perjalanan panjang ini telah kita lalui dengan penuh dinamika, tantangan, dan tentu saja pencapaian yang membanggakan,” ungkapnya.
“Semua capaian ini adalah kebanggaan kita bersama, bukti nyata dedikasi seluruh tim JIH untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik,” tambah dr. Sari.

Ketua Umum Pengurus YBW UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan “Dalam dunia pelayanan medis; penting mengingatkan kita semua tentang ETIKA. Etika adalah etos, perangai, ahlaq, karakter yang baik. Dalam kaitan dengan jasa kesehatan; dikenal dua konsep etika yang jarang disadari, yaitu: ETICK OF RIGHTS & ETICK OF CARE. Etick of rights (ahlaq/perangai/perilaku yang baik yang menjadi hak-nya pasien). Pasien berhak atas perangai, perilaku, pelayanaan, senyum dan tegur sapa yang baik. Sedangkan etick of care (empati, simpati, pelayanan, perhatian, tanggung jawab yang baik) yang menjadi kewajiban para medis. Karena itu untuk para medis seluruhnya: “Setiap senyum, setiap sentuhan & setiap kata penyemangat adalah obat yg tak ternilai harganya”. “Anda bukan hanya menyembuhkan tubuh, anda juga memulihkan harapan & menghidupkan kembali semangat, dibalik setiap pintu, ada cerita yang berbeda. Dan anda adalah pahlawan yg menuliskan babak kesembuhan”.

Dr. Suparman juga menyampaikan pesan:
Khusus untuk dokter”: “setiap diagnosis adalah teka teki & setiap pasien adalah buku yang harus dibaca hati-hati. Keahlian anda adalah kunci, tapi empati anda adalah pembuka pintu kesembuhan.

Khusus untuk perawat: “saat orang berlari menjauh dari kesulitan. Anda melangkah maju untuk memberikan bantuan. Itu adalah esensi seorang perawat, panggilan anda bukan sekedar profesi, melainkan dedikasi untuk mendedikasikan hidup demi kehidupan orang lain. Dunia berhutang banyak pada kebaikan anda,”tutupnya.

Tema “Stepping Together Toward a Brighter Future” bukan sekedar slogan, melainkan cerminan visi besar RS JIH: menjadi rumah sakit dengan daya saing global, namun tetap menjunjung tinggi nilai humanis, islami, dan profesional.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) menerima kunjungan dari Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat, 5 Rabiulawal 1447 H/29 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII. Delegasi dipimpin oleh Mambaul Bahri selaku Ketua LAZISNU PWNU DIY, berserta jajarannya.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat PYBW UII  Drs. Aden Wijdan Syarief Zaidan., M.Si., Kepala Biro Pemberdayaan Masyarakat Dr. Syaifulloh Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS) Unisia Dr. Muzhoffar Akhwan, MA., Dewan Pengawas Syariah LAZIS Unisia Drs. M. Sularno, MA., dan jajaran staf LAZIS Unisia. Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat YBW UII menyampaikan sambutan selamat datang kepada rombongan LAZISNU PWNU DIY. “Kami menerima dan menyambut niat baik kehadiran teman-teman LAZISNU, semoga bisa terjalin silaturahmi dan kerjasama yang baik kedepannya”, harapnya.

Ketua LAZIS Unisia, Dr. Muzhoffar Akhwan, M.A. menyampaikan beberapa program yang sudah berjalan di LAZIS Unisia. “Kami memiliki program Gerobak Barokah sebagai upaya pemberdayaan ekonomi ummat. Dalam bidang pendidikan kami memiliki program Galang Madrasah yang bertujuan mewujudkan madrasah unggul dan berdikari. Silahkan apa yang bisa dikolaborasikan untuk kemajuan bersama”, paparnya.

Ungkapan syukur dan terimakasih disampaikan Ketua LAZISNU PWNU DIY, Mambaul Bahri. “Terima kasih sambutan baik dari YBW UII dan LAZIS Unisia. Program di LAZISNU PWNU DIY tidak jauh berbeda dengan program yang ada di YBW UII dan LAZIS Unisia. Semoga bisa terjalin kerjasama di bidang pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan ummat”, pungkasnya. Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi lanjutan terkait program kerjasama, diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama. (Abrari)

PYBW UII sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan bagi seluruh jajaran Anggota Dewan Komisaris dan Direksi unit usaha YBW UII. Acara ini berlangsung selama dua hari, tanggal 6-7 Rabi’ul awal 1447 H/30-31 Agustus 2025 M, di Griya Persada Convention and Resort Kaliurang Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan wujud komitmen YBW UII dalam membangun insan pekerja profesional, berdedikasi tinggi dengan komitmen integritas yang sangat kuat.

Dengan mengusung tema “Towards a Total Human Character Transformation For the best commitment to akhlak core values”, pelatihan ini menghadirkan narasumber Prof. Ridwan M. Yusuf, M.H., Ph.D. Materi yang disampaikan meliputi kekuatan mind set dan soul set.

Drs. Aden Wijdan Syarief Zaidan, M.Si. dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PYBW UII, menyampaikan bahwa “Pelatihan ini penting bagi yayasan untuk menyelaraskan visi dan misi di tengah dinamika bisnis yang terus berubah. Dengan spiritual motivation ini diharapkan para Komisaris dan Direksi dapat meningkatkan komitmen bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan penuh dengan tanggungjawab,”ungkapnya.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Diharapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini dapat diimplementasikan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pemegang amanah Komisaris dan Direksi di unit usaha YBW UII. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) menyelenggarakan Sosialisasi rancangan kebijakan keuangan dan penguatan kompetensi keuangan pada Selasa-Rabu, 2-3 Rabiulawal 1447 H/ 26-27 Agustus 2025 M bertempat di Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito Lantai 2 Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang KM 14,5 Sleman. Kegiatan diikuti oleh seluruh jajaran pengelolaan keuangan Universitas, serta staf keuangan dan staf rumah tangga di lingkungan UII. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor Bidang Sumber Daya & Pengembangan Karier, Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. beserta para Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dari semua fakultas di lingkungan UII.

Bendahara PYBW UII, Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. dalam sambutannya memaparkan tujuan kegiatan. “Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta efisiensi penggunaan dana, baik untuk kegiatan operasional maupun untuk pengembangan pendidikan di UII”, paparnya.

Dalam kegiatan ini Drs. Arief Bachtiar sekaligus menyampaikan materi terkait kebijakan efisiensi, kebijakan keuangan dan kebijakan dropping. Drs. Arief Bachtiar juga menekankan pentingnya perubahan menuju ke arah lebih baik. “Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri, dan perubahan harus mengarah pada yang lebih baik”, pungkasnya.

Pada hari pertama Sosialisasi, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Biro Keuangan PYBW UII, Noor Endah Cahyawati, S.E., M.Si., CMA., CertSAP. menyampaikan materi “Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan”. Sementara Kepala Lembaga Audit YBW UII, Dr. Mahmudi, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA. memaparkan materi “Audit Berbasis Resiko”. Selanjutnya di hari kedua, panitia Sosialisasi menyampaikan materi “Praktek Rekonsiliasi dan Temuan Audit” kepada staf keuangan dan staf rumah tangga di lingkungan UII. Kegiatan di akhiri dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan kuis dan permainan menarik. (Abrari)

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Pidato Pengukuhan Profesor bagi Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. dan Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  Acara ini berlangsung di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII dan dihadiri oleh Senat Universitas, jajaran Pimpinan Universitas dan Fakultas, Dosen, Mahasiswa serta para tamu undangan dari berbagai institusi pada Kamis, 20 Safar 1447 H/14 Agustus 2025 M.

Dalam pidato pengukuhannya Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Komunikasi Publik, menyampaikan kajian yang berjudul “Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital”. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena ketidakpekaan pemegang otoritas terhadap perasaan dan konteks sosial  terlebih saat pandemi Covid-19 yang menandakan kurang perhatiannya pemegang otoritas terhadap komunikasi publik bidang kesehatan.

“Komunikasi publik bidang kesehatan adalah salah satu pilar vital dalam strategi komunikasi publik pemerintah, yang tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk perilaku, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama,”ungkapnya.

 Lebih lanjut, Prof. Subhan menambahkan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami kompleksitas isu kesehatan dari berbagai sudut pandang. Lebih jauh, perlu dibentuk Pusat Studi Komunikasi Kesehatan (Center for Health Communication) yang berfungsi sebagai pusat riset, pelatihan, dan advokasi.

Sementara itu Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Rekayasa Reaksi Kimia Heterogen,  menyampaikan kajian yang berjudul “Teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon: Pilar Strategis Menuju Indonesia Netral Karbon”. Dalam penelitiannya, ia menyampaikan keresahannya terhadap triple crisis yang dihadapi oleh dunia saat ini, hingga pada tahun 2023 menjadi salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah.

“Meskipun memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia, Indonesia juga tercatat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar ke-7 di dunia, terutama dari penggunaan energi fosil, aktivitas industri, dan deforestasi. Untuk itu, Indonesia menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat, selaras dengan komitmen global dalam menghadapi krisis iklim,” ungkapnya.

Salah satu senjata andalan menuju NZE adalah teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage – CCUS), teknologi yang menangkap CO2 dari industri atau pembangkit listrik. Memanfaatkannya kembali untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pembuatan produk bernilai seperti bahan bakar, pupuk, pemadam api, minuman bersoda, dan beton ramah lingkungan, atau menyimpannya permanen di bawah tanah. Setiap upaya menurunkan emisi karbon sejatinya adalah bentuk ibadah sosial, sebuah ikhtiar kolektif untuk melindungi bumi, demi keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” jelasnya.

Acara pengukuhan ini menjadi momentum dalam dunia akademik UII untuk mencetak para pemikir dan akademisi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia dan institusi pada khususnya. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan diskusi Pengelolaan Aset pada Jum’at, 21 Safar 1447 H/15 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII di Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban Gondokusuman Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Jajaran Pengurus, Kepala Lembaga Audit, Kepala Biro, Kepala Divisi dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini diadakan untuk mengetahui lebih dalam mengenai pengetahuan tentang pengelolaan aset. Materi diskusi disampaikan oleh H. Sunar Dwiantoro, S.E., MBA., CHRP., CMA. dengan tema Pengelolaan Aset. Adapun topik yang dibahas dalam diskusi ini mengenai:

  • Konsep utama pengelolaan aset
  • Jenis aset
  • Tahapan pengelolaan aset
  • Rencana pemanfaatan aset
  • Pelaksanaan pemanfatan aset

Dalam kegiatan ini narasumber memberikan materi secara jelas dan padat serta membagikan pengalamannya dalam pengelolaan aset. Selain pemaparan materi, narasumber juga mengajak peserta diskusi untuk aktif dalam sesi tanya jawab.

Drs. Arief Bachtiar, MSA., Ak. selaku Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII menyampaikan “diskusi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terkait pengelolaan aset. Karena yang berjalan selama ini di yayasan, ada beberapa aset yang tidak kita ketahui bahwa itu adalah aset milik yayasan, ini merupakan satu hal yang harus kita benahi. Saya harap dengan materi yang telah disampaikan dapat memberikan masukan dan menjadi tambahan wawasan bagi yayasan dalam mengelola aset yang dimiliki,”ungkapnya.

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan ke depannya pengelolaan aset di yayasan dapat semakin baik dan optimal sehingga memberikan kemajuan bagi institusi. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. pada Selasa, 18 Safar 1447 H/12 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) UII dan dihadiri oleh berbagai kalangan dalam lingkungan akademik UII, Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Wakaf UII (YBW UII) serta Kepala LLDikti Wilayah V.

Dr. Sri Kusumadewi menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Dengan bertambahnya Dr. Sri Kusumadewi, UII kini memiliki sejumlah 56 Profesor dan saat ini 50 diantaranya masih aktif memberikan kontribusi di berbagai bidang keilmuan.

Rektor UII Fathul Wahid dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas bertambahnya Guru Besar di UII. Kini, UII masih mempunyai 295 doktor. Sebanyak 123 di antaranya sudah menduduki jabatan akademik Lektor Kepala. Mereka semua adalah para calon profesor. Semoga banyak di antaranya yang menduduki jabatan profesor dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Selain itu Rektor juga mengungkapkan ada banyak salah kaprah soal dalam memposisikan data terkait pengambilan keputusan yang perlu kita pahami. Kita perlu menambah literasi data kita. Sebagai warga kampus, apalagi akademisi, pemahaman seperti ini penting, supaya kita tidak latah dan dapat terlibat dalam proses edukasi publik. Dalam mengambil keputusan, data dapat memainkan peran yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita menempatkannya. Paling tidak, terdapat tiga pendekatan utama yang sering digunakan: data-driven, data-informed, dan data-inspired.

Karenanya, jangan sampai kita suka berhalusinasi, bahwa dunia akan semakin indah, jika semua pengambilan keputusan ditentukan sepenuhnya oleh data dan algoritma tanpa campur tangan kita. Bisa jadi, dunia justru menjadi mengerikan, karena manusia direnggut kemerdekaannya, dan diperlakukan tak beda dengan onderdil mesin, yang mengikuti algoritma desainernya.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PYBW UII menyampaikan “Perjalanan panjang untuk meraih gelar profesor bukanlah rintangan atau beban yang harus dihindari, melainkan sebuah tantangan mulia yang perlu dihadapi guna mewujudkan karier akademik yang bermakna – baik secara personal, institusional, maupun sosial. Sebagai puncak keilmuan, profesor berperan sebagai motor penggerak dalam membina dosen muda dalam melaksanakan catur dharma UII (pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah), pengembangan riset strategis multidisiplin berbagai bidang ilmu dan memperkuat jaringan kolaborasi nasional dan internasional untuk memperluas dampak dari ilmu pengetahuan”, ungkapnya.

Acara ini merupakan komitmen UII dalam meningkatkan kualitas akademik serta mendorong inovasi dan kolaborasi di lingkungan kampus dan nasional. Dengan adanya penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor ini, UII berharap agar Dr. Sri Kusumadewi dapat memotivasi para akademisi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. (Humas)

Lembaga Wakaf Uang Unisia (LWU Unisia) Yayasan Badan Wakaf UII selenggarakan Talk Show dan Gerakan UII Berwakaf Uang dengan tema “Waqf Goes to Campus: Inovasi Wakaf Uang Perguruan Tinggi di Era Digital”. Acara sekaligus Launching Gerakan UII Berwakaf Uang dikemas sebagai agenda untuk mengenal dekat wakaf uang sebagai dana abadi (endowment fund) bagi perguruan tinggi. Talkshow hadirkan narasumber Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), di Ruang Teatrikal lantai II Gedung Kuliah Umum Prof. Dr. Sardjito, Kampus Terpadu UII, Yogyakarta, Selasa, 11 Safar 1447/5 Agustus 2025.

Acara dibuka oleh Ketua Pemberdayaan Masyarakat Pengurus YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si, sekaligus memberikan sambutan.

 “Dengan gerakan wakaf uang ini, maka penghimpunan dan pengembangan wakaf uang, serta pentasyarufan imbal hasil wakaf uang bisa semakin membesar di UII, seiring dengan kebijakan di perguruan tinggi terkait dengan dana abadi,” katanya.

Drs. Aden juga jelaskan bahwa cita-cita Yayasan Badan Wakaf UII adalah semakin menggerakkan stakeholder UII dan masyarakat dalam rangka berwakaf untuk kepentingan umat, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari negara dalam memberikan kontribusi bagi kemaslahatan, sebagaimana lirik pada lagu Mars Lembaga Wakaf Uang Unisia.

Selepas sambutan, dilanjutkan pemaparan dari Dr. H. Tatang Astarudin, S.Ag., S.H., M.Si., Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI).

“Wakaf adalah pilar peradaban, alat baca peradaban, dan penjaga peradaban, sehingga wakaf itu kebutuhan, bukan sebagai ritual, karena yang butuh wakaf itu kita,” katanya.

Tambahnya, berdasar perhitungan BWI yang mengidentifikasi hanya dengan 17 cluster, menunjukkan bahwa potensi wakaf begitu besar, yaitu Rp 181 triliun. Namun wakaf uang yang terkumpul baru mencapai Rp 3,2 triliun. Beliau menambahkan, dimensi wakaf sangat menyentuh kemanusian dan sosial, terlebih di era individualis ini, dimana ‘i see humans but no humanity’. Menurutnya kesuksesan itu dilihat dari semangat berbagi, bukan semata-mata mencari sesuatu, sehingga menjadi penting bagi perguruan tinggi menanamkan kesadaran kepada mahasiswa dan alumni UII agar mempunyai spontanitas berwakaf, membangun wakaf sebagai lifestyle, dan menjadi militansi wakif.

Gerakan UII Berwakaf Uang didukung oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII.

”Saya sangat setuju bahwa wakaf secara teologis dan regulasi, sudah selesai, persoalannya sekarang tinggal gerakan, sehingga legasi-legasi perlu kita bangun,” katanya.

Dr. Drs. Rohidin juga memberikan kepercayaan kepada LWU UII untuk membuat gerakan nyata sekaligus menghimbau komunitas dosen UII dan alumni untuk berwakaf uang. LWU Unisia memiliki 3 program penghimpunan, yaitu Wakaf Uang Permanen (WUP), Wakaf Uang Temporer (WUT), dan Wakaf Melalui Uang (WMU), dengan jumlah keseluruhan wakaf uang terhimpun saat ini senilai Rp 5.145.901.216,-

Dalam kegiatan ini juga diserahkan secara simbolis Sertifikat Wakaf Uang kepada wakif lembaga di lingkungan UII. Pertama, wakif dari Universitas Islam Indonesia senilai Rp 248.600.000,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag., Wakil Rektor UII Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII (Bidang KKA UII). Kedua, wakif dari Fakultas Hukum senilai Rp 3.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer, dan senilai Rp 77.003.067,- sebagai Wakaf Uang Permanen yang diterima oleh Drs. Agus Triyanta, M.A., M.H., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FH UII. Ketiga, wakif dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika senilai Rp 1.000.000.000,- sebagai Wakaf Uang Temporer yang diterima oleh Drs. Achmad Tohirin, MA., Ph.D., Wakil Dekan Bidang KKA FBE UII.

Puncak acara Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ditandai dengan pemukulan gong oleh Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. didampingi oleh Pengurus YBW UII, Dewan Pengawas LWU Unisia, Ketua LWU Unisia, Pimpinan DPPAI, dan BWI.

Launching Gerakan UII Berwakaf Uang ini menandai dimulainya Gerakan Wakaf Uang di lingkungan UII, dengan harapan UII menjadi episentrum gerakan perwakafan di Yogyakarta. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Jelajah Kampus UII pada Ahad, 2 Safar 1447 H/27 Juli 2025 M di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII,  yang merupakan puncak Milad ke 82 UII dengan mengusung tema “UII Mengerti Bumi”. Acara jelajah kampus UII ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika UII, tenaga kependidikan, purna tugas, Jajaran Pimpinan Universitas dan Yayasan Badan Wakaf UII serta mitra dari Universitas Islam Indonesia.

Ketua Panitia Milad ke-82 UII, Ir. Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. , menyampaikan laporan kegiatan penyelenggaran Milad ke-82 UII. “Sesuai dengan tema yang diusung dalam Milad tahun ini, kami berharap menjadi momentum mewujudkan komitmen UII dalam keberlanjutan lingkungan hidup. Ir. Fitri Nugraheni juga menyampaikan kegiatan Jelajah Kampus UII merupakan refleksi dari komitmen tersebut,” ungkapnya.

Acara ini diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta Jelajah Kampus. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut oleh Jajaran Pimpinan Universitas yang merupakan pembukaan secara simbolis acara Jelajah Kampus UII. Burung Perkutut merupakan burung endemik yang sesuai dengan habitat serta keragaman flora yang ada di UII, beberapa flora di UII merupakan rumah bagi burung tersebut. Setelah itu Rektor UII secara resmi mengibarkan bendera start sebagai penanda dimulainya Jelajah Kampus UII.

Rute Jelajah Kampus UII kali ini mengelilingi area kampus, di mana para peserta disuguhi pemandangan alam yang sejuk di sekitar kampus sehingga memperkuat pesan utama dari acara Milad UII yaitu “UII Mengerti Bumi”. Selama acara berlangsung, peserta dihibur dengan penampilan dari band-band sivitas akademika UII yang membuat acara Jelajah Kampus semakin meriah dan panitia juga menyiapkan sebanyak 570 hadiah yang diundi bagi peserta Jelajah Kampus.

Sesuai dengan tema “UII Mengerti Bumi”, kegiatan Jelajah Kampus ini diharapkan tidak hanya sebagai bentuk perayaan Milad UII saja tetapi sebagai momentum untuk menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi penerus di masa yang akan datang. (Humas)