RUMAH SAKIT JIH YOGYAKARTA RAYAKAN MILAD KE-19

,

Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta menyelenggarakan Acara Puncak Milad ke-19 pada hari Senin, 16 Rabiulawal 1447 H/8 September 2025 M bertempat di Ruang Auditorium Lt. 5 Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta dengan mengusung tema “Bright Future: Stepping Together, Towards a Brighter Future”. Perayaan milad kali ini menjadi momentum istimewa untuk mengenang perjalanan panjang, mengukuhkan prestasi, sekaligus meneguhkan langkah menuju masa depan pelayanan kesehatan yang lebih unggul, modern, dan bermakna.

Presiden Direktur RS JIH Yogyakarta, dr. Sari Kusumastuti, Sp.A, menyampaikan refleksi perjalanan hampir dua dekade Rumah Sakit “JIH” Yogyakarta. “Sembilan belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Ibarat seorang manusia, 19 tahun adalah usia menjelang kedewasaan, dimana fondasi sudah kuat, karakter sudah terbentuk, dan langkah ke depan semakin mantap. Demikian pula Rumah Sakit JIH. Perjalanan panjang ini telah kita lalui dengan penuh dinamika, tantangan, dan tentu saja pencapaian yang membanggakan,” ungkapnya.
“Semua capaian ini adalah kebanggaan kita bersama, bukti nyata dedikasi seluruh tim JIH untuk menghadirkan layanan kesehatan terbaik,” tambah dr. Sari.

Ketua Umum Pengurus YBW UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan “Dalam dunia pelayanan medis; penting mengingatkan kita semua tentang ETIKA. Etika adalah etos, perangai, ahlaq, karakter yang baik. Dalam kaitan dengan jasa kesehatan; dikenal dua konsep etika yang jarang disadari, yaitu: ETICK OF RIGHTS & ETICK OF CARE. Etick of rights (ahlaq/perangai/perilaku yang baik yang menjadi hak-nya pasien). Pasien berhak atas perangai, perilaku, pelayanaan, senyum dan tegur sapa yang baik. Sedangkan etick of care (empati, simpati, pelayanan, perhatian, tanggung jawab yang baik) yang menjadi kewajiban para medis. Karena itu untuk para medis seluruhnya: “Setiap senyum, setiap sentuhan & setiap kata penyemangat adalah obat yg tak ternilai harganya”. “Anda bukan hanya menyembuhkan tubuh, anda juga memulihkan harapan & menghidupkan kembali semangat, dibalik setiap pintu, ada cerita yang berbeda. Dan anda adalah pahlawan yg menuliskan babak kesembuhan”.

Dr. Suparman juga menyampaikan pesan:
Khusus untuk dokter”: “setiap diagnosis adalah teka teki & setiap pasien adalah buku yang harus dibaca hati-hati. Keahlian anda adalah kunci, tapi empati anda adalah pembuka pintu kesembuhan.

Khusus untuk perawat: “saat orang berlari menjauh dari kesulitan. Anda melangkah maju untuk memberikan bantuan. Itu adalah esensi seorang perawat, panggilan anda bukan sekedar profesi, melainkan dedikasi untuk mendedikasikan hidup demi kehidupan orang lain. Dunia berhutang banyak pada kebaikan anda,”tutupnya.

Tema “Stepping Together Toward a Brighter Future” bukan sekedar slogan, melainkan cerminan visi besar RS JIH: menjadi rumah sakit dengan daya saing global, namun tetap menjunjung tinggi nilai humanis, islami, dan profesional.(Humas)