Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Festival Seni Pertunjukan Islami sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-83 UII pada hari Selasa, 25 Zulkaidah 1447 H/12 Mei 2026 M, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk menjadi platform ekspresi seni dan budaya Islam yang melibatkan pegawai dan mahasiswa di lingkungan UII.

Festival Seni Pertunjukan Islami secara resmi dibuka oleh Rektor UII, Fathul Wahid, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Seni Pertunjukan Islami ini merupakan upaya kecil UII untuk menerjemahkan perasaan seni dan budaya. Rektor menekankan pentingnya seni sebagai media untuk menampilkan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan kampus. Auditorium dipenuhi penonton yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni Islam.

Tiga dewan juri dihadirkan untuk memberikan penilaian atas karya seni yang ditampilkan, yaitu Dr. Labibah Zain, M.LIS selaku Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Praktisi Kesenian Teater EsKa, Prof. Dr. Muhammad Mukti, M.Sn. selaku Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY sekaligus Praktisi Kesenian Tradisi, serta Paksi Raras Alit yang dikenal sebagai Pengasuh Sekolah Aksara Jawa, pemusik, dan penembang. Festival ini diikuti oleh 11 peserta, yaitu Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Rektorat UII, dan sembilan fakultas di lingkungan UII.

Setiap peserta menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari musik Islami, teater, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pertunjukan kolaboratif yang memadukan unsur seni modern dan tradisional. Termasuk penampilan dari YBW UII yang memukau penonton melalui teatrikal bertema “Sang Ksatria: Jejak Perlawanan Pangeran Diponegoro”. Penampilan ini menggambarkan bagaimana seorang Pangeran Diponegoro bersama masyarakat Yogyakarta dalam melawan penjajah VOC di Goa Selarong. Penampilan ini dikemas secara dramatis dan sarat makna perjuangan. Pementasan tersebut tidak hanya menghadirkan nilai historis dan nasionalisme, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, persatuan, serta semangat.

Pada akhir acara, dewan juri mengumumkan pemenang Festival Seni Pertunjukan Islam. Juara pertama diraih oleh Fakultas Hukum dengan tajuk ”Jihad Konstitusi”, diikuti oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) di juara kedua dengan tajuk “Menjaga Nyala”, dan YBW UII dengan tajuk “Sang Satria” mendapat juara ketiga. Selain itu, seluruh peserta juga menerima apresiasi atas dedikasi dan kreativitas yang mereka tunjukkan sepanjang festival.

Acara ditutup dengan meriah melalui penampilan spektakuler dari YHKC (Yogyakarta Hadroh Clan) yang memikat penonton dengan musik hadroh yang energik dan harmonis. Melalui festival ini, peringatan Milad ke-83 UII tidak hanya menjadi perayaan institusi tetapi juga momentum untuk menghidupkan seni, budaya, dan nilai-nilai Islam di kampus. (Humas)

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII pada hari Selasa, 17 Zulkaidah 1447 H/5 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pensiunan, sebagai bentuk penghormatan serta untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam mendirikan dan mengembangkan UII.

Ziarah dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Pemakaman UGM Sawit Sari, Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, Pemakaman Bahoewinangun, Pemakaman Boharen, dan Pemakaman Raja-Raja Imogiri. Ketua Milad UII ke-83, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan historis antara generasi saat ini dan para pendiri Universitas. Ia menyatakan bahwa ziarah tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang dimulai pada awal tahun 2026.

Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menilai bahwa ziarah tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan UII hingga saat ini.

“Melalui ziarah, kita diajak untuk menghubungkan kesadaran sejarah kita dengan perjalanan UII saat ini. Kemajuan Universitas saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan perbuatan baik para pendahulu kita,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara ziarah di kompleks Pemakaman UII.

Pada kesempatan ini, Fathul Wahid juga mengenang beberapa tokoh yang dimakamkan di area Pemakaman UII, seperti Alm. Mufti Abu Yazid, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III UII, Alm. Rasyid Baswedan, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UII, dan Alm. Syafaruddin Alwi, yang dikenal karena karakter teladannya. Selain itu, nama-nama seperti Alm. Artidjo Alkostar dan Alm. Luthfi Hasan juga dikenang atas pengabdian dan dedikasi mereka terhadap UII, bangsa, dan negara. Rektor menambahkan bahwa ziarah ini merupakan kesempatan penting untuk berdoa bagi para pendiri dan tokoh Universitas, agar semua pengabdian mereka diterima sebagai amal yang berkelanjutan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pemakaman UGM Sawit Sari untuk mengunjungi makam Alm. Prof. Dr. H. Ace Partadireja, Alm. Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, dan Alm. Ir. R.H.A. Syahirul Alim, yang telah berkontribusi pada perjalanan kepemimpinan Universitas. Pada saat di Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, rombongan juga mengenang Alm. Prof. Dr. Sardjito yang telah memainkan peran penting dalam pengembangan UII, termasuk melalui pendirian beberapa fakultas di berbagai daerah.

Fathul Wahid menyatakan bahwa ketekunan Alm. Prof. Sardjito dalam ilmu pengetahuan dan penelitian menjadi contoh yang relevan hingga saat ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ziarah berikutnya ke Pemakaman Bahoewinangun untuk mengenang Alm. Prof. R.H.A. Kasmat Bahoewinangun, kemudian ke Pemakaman Boharen, tempat peristirahatan terakhir Alm. Prof. K.H.A. Kahar Mudzakkir. Alm. Kahar Mudzakkir dikenang sebagai negarawan yang berwawasan jauh ke depan dan memiliki jaringan internasional kuat sejak awal berdirinya UII.

Rangkaian ziarah diakhiri di Pemakaman Raja Imogiri untuk mengenang Alm. GBPH. Prabuningrat. Selama kepemimpinannya, UII mengalami perkembangan yang signifikan, baik dalam hal pengembangan fasilitas maupun penguatan kualitas akademik. Almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan komunitas akademik.

Ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap peringatan ulang tahun UII. Selain menghormati para pendahulu, kegiatan ini juga sebagai sarana refleksi dan penanaman nilai-nilai perjuangan, integritas, dan dedikasi pada generasi penerus UII. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan pertemuan dengan Panitia Pemilihan (PP) Rektor UII pada Jum’at, 17 Ramadhan 1447 H/6 Maret 2026 M, bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII, Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta. Agenda pertemuan adalah serah terima hasil rapat Pengurus YBW UII yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 terkait penetapan Rektor Terpilih UII Periode 2026-2030. Setelah pertemuan tersebut, Pengurus YBW UII yang diwakili oleh Panitia Pemilihan (PP) Rektor UII mengadakan Press Conference dengan media untuk mengumumkan kepada publik hasil akhir dari rangkaian Pemilihan Rektor UII.

Pengurus YBW UII secara resmi menetapkan Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., sebagai Rektor Terpilih UII Periode 2026-2030. Ketetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia Nomor 003/KPTS/III/2026 tentang Rektor Terpilih Universitas Islam Indonesia Periode 2026-2030. Penetapan tersebut dilakukan setelah melalui rangkaian tahapan seleksi yang berlangsung sejak akhir 2025. Proses ini melibatkan unsur Dosen, Senat Universitas, Tim Seleksi, serta Pengurus YBW UII. Sebelumnya, tiga calon rektor yang memperoleh suara terbanyak dalam rapat Senat Universitas memaparkan rencana strategis di hadapan Pengurus YBW UII pada Selasa, 3 Maret 2026. Ketiga calon tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., , Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I., serta Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.

Forum pemaparan rencana strategis tersebut juga dihadiri oleh Ketua Pembina dan Ketua Pengawas Yayasan Badan Wakaf UII. Dalam kesempatan tersebut, masing-masing calon menyampaikan visi, arah kebijakan, serta strategi pengembangan UII untuk 4 (empat) tahun mendatang. Pemaparan rencana strategis menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi akhir sebelum penetapan Rektor Terpilih oleh YBW UII. Setelah sesi wawancara calon rektor, Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII melakukan rapat tertutup untuk diskusi hasil penilaian sebagai momentum penentuan Rektor Terpilih.

Berikut profil singkat Rektor Terpilih UII Periode 2026-2030. Hari Purnomo menempuh Pendidikan: (a) Program Sarjana Strata 1, di Teknik Industri, Universitas Islam Indonesia, Bidang keahlian Inventory control, pada 1983-1990; (b) Program Pasca Sarjana Strata 2 Teknik Industri, Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya Bidang keahlian Ergonomi, pada 1996-1998; dan (c) Program Pasca Sarjana Strata 3, Program Studi Ilmu Kedokteran, Universitas Udayana Konsentrasi Fisiologi dan Ergonomi, pada 2005-2007. Sebelum ditetapkan sebagai Rektor Terpilih, Hari Purnomo adalah Dekan Fakultas Teknologi Industri selama dua periode, yaitu periode pertama pada 2018-2022 dan periode kedua pada 2022-2026. (Humas)

Lembaga Audit Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) menerima kunjungan dari Lembaga Pengawas Internal (LPI) Universitas Kuningan pada Rabu, 15 Ramadhan 1447 H/4 Maret 2026 M bertempat di Ruang Sidang 1 Yayasan Badan Wakaf UII, Jl. Cik Di Tiro No 1 Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. Rombongan LPI Universitas Kuningan disambut langsung oleh Pengurus YBW UII dan Kepala Lembaga Audit YBW UII, Dr. Mahmudi, S.E., M.Si. beserta jajarannya. Turut mendampingi Ketua Pengembangan Pendidikan, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., serta Bendahara Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Drs. Arief Bachtiar M.S.A., Ak.

Pada kunjungannya, LPI Universitas Kuningan menyampaikan ketertarikan terhadap mekanisme koordinasi audit yang diterapkan dalam lingkungan YBW UII. Dalam sambutan Kepala LPI Universitas Kuningan, Dr. Herma Wiharno, M.Si., menyampaikan “Tim kami baru terbentuk selama 1 (satu) bulan, sehingga kami berharap dapat banyak belajar ilmu dari YBW UII tentang pengembangan sistem pengawasan internal yang lebih efektif dan berkelanjutan.”.

Tim Lembaga Audit YBW UII memaparkan model tata kelola audit internal yang terintegrasi di bawah naungan Yayasan. Sistem tersebut mencakup pengawasan terhadap seluruh unit YBW UII seperti unit pendidikan, unit pemberdayaan masyarakat, dan unit usaha. Selain itu, Lembaga Audit YBW UII membahas praktik implementasi audit berbasis risiko, sistem pelaporan, serta mekanisme tindak lanjut hasil. Integrasi audit internal dirancang untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas organisasi berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola yang baik.

Kepala Lembaga Audit YBW UII, Dr. Mahmudi, S.E., M.Si., menegaskan “Audit internal yang terintegrasi sebetulnya menjadi pendekatan tim audit untuk menjadi fungsinya tidak hanya sebagai alat pengawasan, tapi mampu menjadi sarana peningkatan kualitas kinerja. Sehingga penting memperkuat sistem pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan unit”.

Melalui pertemuan ini, YBW UII berharap pengalaman pengelolaan audit terintegrasi yang telah diterapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan sistem pengawasan di Universitas Kuningan maupun Universitas lainnya. Lembaga Audit YBW UII berupaya untuk selalu menjunjung komitmen membangun budaya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Yayasan. Sehingga dalam implementasinya menghasilkan program yang terarah dan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik.(Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan pertemuan dengan 3 (tiga) Calon Rektor Terpilih pada Kamis, 9 Ramadhan 1447 H/26 Februari 2026 M, bertempat di Ruang Sidang 1 YBW UII, Jalan Cik Di Tiro Nomor 1 Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi bagian penting sebagai forum penguatan komitmen para kandidat yang akan menjadi Pimpinan Universitas.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI., dan Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si. sebagai 3 (tiga) Calon Rektor Terpilih menandatangani Pakta Integritas yang disaksikan oleh seluruh jajaran Pengurus YBW UII. Penandatanganan ini menjadi wujud komitmen bersama untuk menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, transparansi, dan tata kelola yang baik dalam pelaksanaan amanah ke depannya. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum Pengurus YBW UII turut memberikan penjelasan mengenai mekanisme seleksi akhir yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) melanjutkan proses Pemilihan Rektor (Pilrek) melalui Sidang Senat Universitas yang diadakan pada hari Jumat, 3 Ramadan 1447 H/20 Februari 2026 M. Sidang Senat Universitas berlangsung di Ruang Teatrikal, lantai 1 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta, dipimpin oleh Prof. Ar. Ir. Suparwoko, MURP., Ph.D., IAI., IAP. selaku Ketua Senat dan Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. selaku Sekretaris Senat.

Sidang Senat Universitas mengagendakan pemilihan calon Rektor oleh anggota Senat Universitas melalui mekanisme pemungutan suara. Proses ini bertujuan untuk menentukan 3 (tiga) Calon Rektor dari 6 (enam) kandidat yang sebelumnya telah mengikuti proses seleksi wawancara dengan Tim Seleksi. Berdasarkan penghitungan suara dari 58  anggota Senat yang hadir, didapati 56 suara sah dan 2 (dua) suara tidak sah. Dari 6 (enam) kandidat, terpilih 3 (tiga) Calon Rektor yang memperoleh jumlah suara tertinggi, yaitu Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU., ASEAN Eng. dengan 21 suara, diikuti oleh Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI. dengan 18 suara, dan Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si., dengan 6 suara.

Tahapan ini menandai bahwa proses pemilihan Rektor UII semakin mendekati akhir. Sidang Senat Universitas menjadi salah satu rangkaian penentu sebelum memasuki tahap final, yaitu penyampaian arah strategis oleh 3 (tiga) Calon Rektor di hadapan Pengurus YBW UII. Selanjutnya Pengurus YBW UII akan menetapkan Calon Rektor Terpilih.

Melalui proses yang bertahap, transparan, dan akuntabel, diharapkan dapat lahir pemimpin terbaik yang mampu melanjutkan Visi UII dalam menghadapi tantangan masa depan dan memperkuat kontribusi UII dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Humas)

Pasca perhelatan kegiatan Pengujian Rencana Aksi, Yayasan Badan Wakaf (YBW) Universitas Islam Indonesia (UII) melanjutkan tahap pemilihan Calon Rektor Periode 2026-2030 dengan menyelenggarakan Wawancara Tertutup pada Rabu – Kamis, 9 – 10 Sya’ban 1447 H/28 – 29 Januari 2026 M. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Datar lantai 2 Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta.

Pelaksanaan Wawancara Tertutup dibagi menjadi 2 (dua) hari. Seluruh Calon Rektor diwawancarai dengan tatap muka dan langsung mendapat penilaian oleh Tim Seleksi yang terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S.; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum.; Prof. Moh. Mahfud MD; Dr. Halim Alamsyah, S.E., S.H., M.A.; dan Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D. Kegiatan ini turut disaksikan secara langsung oleh Jajaran Pengurus YBW UII melalui monitor yang tersedia di ruang terpisah. Pengawasan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen YBW UII dalam memastikan seluruh rangkaian pemilihan Calon Rektor UII berjalan secara transparan dan adil.

Wawancara pada hari pertama, diikuti oleh 7 (tujuh) kandidat, yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof. Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D. Sedangkan hari kedua, diikuti oleh 6 (enam) kandidat, yaitu Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Setiap kandidat menjalani sesi wawancara tertutup untuk menjamin objektivitas dan independensi penilaian. Tim Seleksi Pemilihan calon Rektor melakukan pendalaman terhadap setiap jawaban Calon Rektor melalui beberapa pertanyaan yang mencakup nilai-nilai UII, kemampuan manajerial, dan strategi pengembangan institusi kedepannya.

Penilaian dari Tim Seleksi Pemilihan Rektor dihitung secara langsung pada hari kedua pelaksanaan wawancara tertutup. Rekapitulasi hasil wawancara ini menjadi dasar dalam menetapkan 6 (enam) kandidat bakal Calon Rektor UII. Selanjutnya, hasil penetapan tersebut akan disampaikan kepada Senat Universitas sebagai tahap lanjutan dalam proses pemilihan Rektor UII periode 2026 – 2030. (Humas)

Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Pengujian Rencana Aksi Bakal Calon Rektor Terpilih UII pada Selasa, 8 Sya’ban 1447 H/27 Januari 2026 M, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penting dari linimasa pemilihan Pimpinan Universitas untuk periode 2026 – 2030 yang sudah berlangsung sejak 2 Desember 2025. Mengusung tema “Amanah Demi UII”, YBW UII menekankan makna kepemimpinan sebagai tanggung jawab besar yang melekat pada nilai etika, profesionalisme, dan pengabdian terhadap Universitas.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PYBW UII, Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. memaknai proses pemilihan Rektor tidak hanya berfokus pada keunggulan individu, tetapi juga pada kemampuan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur UII agar tetap mampu bersaing di tengah disrupsi global. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh Calon Rektor Terpilih yang sudah bersedia mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi. “Terima kasih kepada para calon rektor atas partisipasinya. Ini adalah proses yang penting. Bapak dan Ibu merupakan orang-orang terbaik yang telah meluangkan waktu dan pemikiran untuk memimpin UII di masa depan. Siapapun yang terpilih, harapannya institusi ini dapat terus berkembang dengan baik,” ujarnya.

Pemilihan Calon Rektor UII periode ini diawali dengan proses penjaringan yang diikuti oleh dosen tetap untuk memilih 30 (tiga puluh) Bakal Calon Rektor. Melalui serangkaian tahap seleksi yang ketat, jumlah tersebut kemudian terkurasi menjadi 13 (tiga belas) kandidat yang dinyatakan lolos dan lanjut ke tahap Pengujian Rencana Aksi, yaitu Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Budi Agus Riswandi, S.H., M.Hum.; Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., I.P.U.; Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo, M.T., IPU.; Prof.Dr.-Ing. Ar. Ilya Fadjar Maharika, M.A., I.A.I.; Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si.; Prof. Jaka Sriyana, S.E., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. rer. soc. Masduki, S.Ag., M.Si.; Prof. Nandang Sutrisno, S.H., LL.M., M.Hum., Ph.D.; Prof. Rifqi Muhammad, S.E., S.H., M.Sc., Ph.D.; Prof. Riyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T.; dan Prof. Dr. Zaenal Arifin, M.Si. Melalui Pengujian Rencana Aksi, para Calon Rektor memaparkan visi, strategi, dan program yang akan dijalankan selama masa kepemimpinan mendatang. Selain presentasi, para Calon Rektor juga mengikuti sesi tanya-jawab untuk menggali lebih dalam gagasan serta komitmen di hadapan Tim Seleksi Pemilihan Rektor yang terdiri atas Drs. Syafaruddin Alwi, M.S., Anggota Pembina Yayasan Badan Wakaf UII; Dr. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum UII; Prof. Mohammad Mahfud MD, Guru Besar Hukum Tata Negara; Dr. Halim Alamsyah, Wakil Presiden Komisaris PT Bank Danamon Indonesia (MUFG Group, Jepang); serta Prof. Rofikoh Rokhim, S.E., SIP., DEA., Ph.D., ahli di bidang perbankan, keuangan, manajemen risiko, pasar modal, tata kelola, dan keuangan pembangunan.

Rangkaian Pengujian Rencana Aksi merupakan salah satu bentuk komitmen PYBW UII dalam menjaga kualitas dan mengawal proses pemilihan Pimpinan Universitas. Tentunya setiap tahapan dirancang secara cermat untuk memastikan Rektor yang terpilih memiliki kapasitas kepemimpinan, visi strategis, serta integritas moral yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Tahap selanjutnya, Tim Seleksi Pemilihan Rektor akan menetapkan 6 (enam) Calon Rektor melalui musyawarah dan mufakat yang nantinya diajukan kepada Senat Universitas untuk dipilih menjadi 3 (tiga) Calon Rektor Terpilih. Harapannya untuk Rektor Terpilih mampu mengawal arah kebijakan Universitas secara berkelanjutan dan siap menjawab tantangan Pendidikan Tinggi di tingkat nasional dan internasional di masa depan. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Rapat Terbuka Senat Milad UII ke-83 pada Selasa, 30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M, bertempat di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota Senat Universitas; Pembina, Pengawas, dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII; Pimpinan, Dosen, dan Tenaga Kependidikan di lingkungan UII; Pensiunan; serta sejumlah tamu penting lainnya. Rapat Terbuka Senat ini diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang UII yang telah memasuki usia ke-83 tahun, dengan mengusung tema “Harmoni untuk Jejak Lestari”.

Tema yang diangkat kali ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa keberlanjutan hanya dapat terwujud melalui harmoni, baik harmoni dalam nilai, pemikiran, maupun implementasi yang kualitasnya selalu dijaga secara konsisten oleh seluruh sivitas akademika UII dari generasi ke generasi. Hal ini sejalan dengan pemaparan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., yang dalam sambutannya merangkum capaian dan pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 ke dalam 3 tujuan strategis. Pertama, penguatan akar dalam integritas nilai keislaman dan kebangsaan yang diikuti oleh peningkatan kapasitas internal. Kedua, peningkatan inovasi keberlanjutan dalam prestasi di kancah internasional di mana UII menjadi salah satu Universitas Swasta yang berhasil mempertahankan eksistensinya di dalam jajaran World’s Rank sehingga membuka peluang kerja sama global yang lebih luas. Ketiga, peneguhan komitmen UII dalam menebarkan manfaat untuk bangsa melalui program-program kemahasiswaan yang tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga implementasinya mampu berdampak nyata untuk masyarakat.

Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., Ketua Umum Pengurus YBW UII dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas kontribusi dari segenap sivitas akademika UII, serta rasa bangga atas capaian yang diraih sepanjang tahun 2025. Ia mengingatkan bahwa capaian akademik dan pengakuan nasional hingga global tentu patut disyukuri. Namun, prestasi terbesar UII bukan hanya sekedar angka akreditasi, melainkan kemampuan menjaga independensi akademik di tengah arus politisasi. Menatap perjalanan menuju satu abad usia UII, Prof. Suparman berharap seluruh elemen keluarga besar UII mulai dari Yayasan, Universitas, dan Unit Usaha mampu bersinergi dengan lebih erat. Melalui fondasi dan ikatan kebersamaan, ia meyakini bahwa nama besar UII mampu tetap teguh menjunjung integritas serta kualitas walaupun badai disrupsi menerjang di masa depan.

Rangkaian Rapat Terbuka Senat Milad ke-83 UII ditutup dengan Pidato Ilmiah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi Hukum Keluarga Program Sarjana FIAI UII, Dr. Maulidia Mulyani, S.H., M.H., yang mengangkat tema Dinamika Kerentanan Perempuan-Anak dan Intervensi Negara dalam Keluarga. Dalam pidatonya, Dr. Maulidia menyampaikan peran strategis UII dalam merespon isu-isu sosial kemanusiaan yang sedang marak terjadi salah satunya pernikahan. Di akhir acara, UII memberi penghargaan atas dedikasi para pegawai yang telah mengabdi selama 25, 30, 35, hingga 40 tahun. Seluruh rangkaian acara tersebut menjadi peneguhan komitmen UII untuk terus melangkah maju. Semoga UII dapat terus menjaga harmoni untuk menorehkan jejak lestari sebagai perguruan tinggi yang berdaya guna bagi masyarakat dan bangsa.(Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., pada Rabu, 24 Rajab 1447 H/14 Januari 2026 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Acara dihadiri oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan FH UII, serta Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY.

Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Hukum Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menjadi Guru Besar ke-56 sekaligus salah satu dari 48 profesor aktif di lingkungan UII. Saat ini, proporsi dosen bergelar profesor di UII mencapai 6,2 persen, yakni 48 orang dari total 779 dosen.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan menurutnya dengan bertambahnya profesor di lingkungan UII merupakan capaian penting yang mengandung makna filosofis. “Universitas tidak cukup hanya mengejar kebermanfaatan praktis melalui lulusan, riset, dan inovasi, tetapi harus tetap setia menjaga martabat serta ruh keilmuan. Kebermanfaatan sejati, lanjutnya, adalah buah dari pencarian kebenaran ilmiah. Dengan hadirnya profesor-profesor baru, UII diyakini akan terus meneguhkan perannya sebagai institusi peradaban yang relevan karena maknanya bagi masyarakat luas,” ujar Rektor UII.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII memberikan sambutan mewakili Ketua Umum PYBW UII. “Sebagai salah satu orang yang mengenal Bang Parman (biasa kami panggil beliau), saya mengetahui bahwa perjalanan akademik hingga mencapai jabatan profesor merupakan proses panjang dan penuh dedikasi. Sama halnya dengan yang kami lihat dan temui sosoknya di kantor, ketika bekerja beliau selalu mengingatkan untuk komitmen, konsistensi, dan dedikasi yang tinggi. Momentum ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah UII, mengingat relatif jarang terdapat dosen UII yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan memperoleh kenaikan jabatan akademik pada waktu yang bersamaan,” ungkap Prof. Allwar.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu akademik serta menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi. Semoga Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dapat terus menginspirasi dan memperkuat kontribusi akademik bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. (Humas)