Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) sekaligus Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., pada Rabu, 24 Rajab 1447 H/14 Januari 2026 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Acara dihadiri oleh Pimpinan Universitas, Pimpinan FH UII, serta Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V DIY.

Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Hukum Hak Asasi Manusia (HAM). Ia menjadi Guru Besar ke-56 sekaligus salah satu dari 48 profesor aktif di lingkungan UII. Saat ini, proporsi dosen bergelar profesor di UII mencapai 6,2 persen, yakni 48 orang dari total 779 dosen.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan menurutnya dengan bertambahnya profesor di lingkungan UII merupakan capaian penting yang mengandung makna filosofis. “Universitas tidak cukup hanya mengejar kebermanfaatan praktis melalui lulusan, riset, dan inovasi, tetapi harus tetap setia menjaga martabat serta ruh keilmuan. Kebermanfaatan sejati, lanjutnya, adalah buah dari pencarian kebenaran ilmiah. Dengan hadirnya profesor-profesor baru, UII diyakini akan terus meneguhkan perannya sebagai institusi peradaban yang relevan karena maknanya bagi masyarakat luas,” ujar Rektor UII.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII memberikan sambutan mewakili Ketua Umum PYBW UII. “Sebagai salah satu orang yang mengenal Bang Parman (biasa kami panggil beliau), saya mengetahui bahwa perjalanan akademik hingga mencapai jabatan profesor merupakan proses panjang dan penuh dedikasi. Sama halnya dengan yang kami lihat dan temui sosoknya di kantor, ketika bekerja beliau selalu mengingatkan untuk komitmen, konsistensi, dan dedikasi yang tinggi. Momentum ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah UII, mengingat relatif jarang terdapat dosen UII yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Yayasan memperoleh kenaikan jabatan akademik pada waktu yang bersamaan,” ungkap Prof. Allwar.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu akademik serta menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi. Semoga Prof. Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dapat terus menginspirasi dan memperkuat kontribusi akademik bagi perkembangan pendidikan di Indonesia. (Humas)

DPP IKA UII menyerahkan beasiswa untuk siswa SMA UII. Acara tersebut difasilitasi oleh Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) pada Sabtu, 17 Jumadilawal 1447 H/8 November 2025 M bertempat di Auditorium Lantai 3. Hadir pada acara itu adalah anggota Pembina dan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Jajaran Pengurus Ikatan Alumni (IKA) UII, Jajaran Pimpinan SMA UII, Komite Sekolah SMA UII, siswa-siswa SMA UII, dan para tamu undangan lainnya.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata kepedulian terhadap dunia pendidikan yang ditunjukkan oleh Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII. Kepedulian tersebut tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi dibuktikan melalui penyerahan beasiswa untuk siswa-siswi SMA UII. Langkah ini menunjukkan bagaimana komitmen alumni UII untuk berperan aktif dalam regenerasi lulusan UII yang lebih baik dan berkelanjutan.

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. selaku Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII kepada Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah SMA UII dan disaksikan langsung oleh Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. selaku Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII. DPP Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII mengalokasikan dana beasiswa sebesar Rp300 juta yang diserahkan kepada SMA UII untuk dikelola. Melalui program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sehingga memotivasi para siswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh meraih cita-cita mereka.

Pada sambutannya, Dr. Ari Yusuf Amir, S.H., M.H. menyampaikan pesan ”Melalui program beasiswa, teman-teman Alumni UII berharap dapat mencetak generasi penerus yang mampu memelihara nilai-nilai UII sejak dini. Aspek utamanya adalah jiwa leadership, berpikir kritis, dan unggul. Hal ini sudah terbukti pada dunia profesional, dimana para lulusan UII mampu bersaing dengan tangguh dan unggul, bahkan melahirkan tokoh-tokoh nasional yang hebat sebagaimana para tokoh pendiri UII. Adik-adik di SMA UII harus bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar UII dan paling penting harus percaya diri untuk banyak meraih prestasi yang membanggakan keluarga besar UII,” harapnya.

Selanjutnya, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan ”Terdapat skema-skema yang sudah disepakati untuk mendukung pendidikan di SMA UII, antara lain skema pemberian dana beasiswa dari IKA UII dengan jumlah tertentu dan skema orang tua asuh yang pengelolaannya akan dilakukan oleh pimpinan SMA UII. Seperti yang sudah disampaikan Ketua Umum DPP IKA UII, bahwa kedepannya kegiatan ini akan terus dikembangkan dan dikelola bersama,” ungkapnya.

Pihak SMA UII menyambut dengan antusias pemberian beasiswa ini dan menyampaikan rasa terima kasih dengan mengapresiasi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII atas komitmennya untuk selalu mendukung kemajuan dunia pendidikan. Melalui beasiswa SMA UII diharapkan jalinan silaturahmi tidak hanya terjalin erat dalam lingkup Universitas saja, namun mampu merangkul semua unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf UII Yogyakarta. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan acara Pidato Pengukuhan Profesor bagi Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. dan Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  Acara ini berlangsung di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir Kampus Terpadu UII dan dihadiri oleh Senat Universitas, jajaran Pimpinan Universitas dan Fakultas, Dosen, Mahasiswa serta para tamu undangan dari berbagai institusi pada Kamis, 20 Safar 1447 H/14 Agustus 2025 M.

Dalam pidato pengukuhannya Prof. Dr. Subhan Afifi, S.Sos., M.Si. yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang ilmu Komunikasi Publik, menyampaikan kajian yang berjudul “Komunikasi Publik Bidang Kesehatan: Kajian Empiris dan Arah Strategis di Era Digital”. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena ketidakpekaan pemegang otoritas terhadap perasaan dan konteks sosial  terlebih saat pandemi Covid-19 yang menandakan kurang perhatiannya pemegang otoritas terhadap komunikasi publik bidang kesehatan.

“Komunikasi publik bidang kesehatan adalah salah satu pilar vital dalam strategi komunikasi publik pemerintah, yang tidak hanya bertujuan menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk perilaku, meningkatkan kesadaran kolektif, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama,”ungkapnya.

 Lebih lanjut, Prof. Subhan menambahkan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami kompleksitas isu kesehatan dari berbagai sudut pandang. Lebih jauh, perlu dibentuk Pusat Studi Komunikasi Kesehatan (Center for Health Communication) yang berfungsi sebagai pusat riset, pelatihan, dan advokasi.

Sementara itu Prof. Ir. Sholeh Ma’mun, S.T., M.T., Ph.D.  yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Rekayasa Reaksi Kimia Heterogen,  menyampaikan kajian yang berjudul “Teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon: Pilar Strategis Menuju Indonesia Netral Karbon”. Dalam penelitiannya, ia menyampaikan keresahannya terhadap triple crisis yang dihadapi oleh dunia saat ini, hingga pada tahun 2023 menjadi salah satu tahun terpanas sepanjang sejarah.

“Meskipun memiliki peran penting sebagai paru-paru dunia, Indonesia juga tercatat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar ke-7 di dunia, terutama dari penggunaan energi fosil, aktivitas industri, dan deforestasi. Untuk itu, Indonesia menargetkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, atau bahkan lebih cepat, selaras dengan komitmen global dalam menghadapi krisis iklim,” ungkapnya.

Salah satu senjata andalan menuju NZE adalah teknologi Tangkap-Guna-Simpan Karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage – CCUS), teknologi yang menangkap CO2 dari industri atau pembangkit listrik. Memanfaatkannya kembali untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) dan pembuatan produk bernilai seperti bahan bakar, pupuk, pemadam api, minuman bersoda, dan beton ramah lingkungan, atau menyimpannya permanen di bawah tanah. Setiap upaya menurunkan emisi karbon sejatinya adalah bentuk ibadah sosial, sebuah ikhtiar kolektif untuk melindungi bumi, demi keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” jelasnya.

Acara pengukuhan ini menjadi momentum dalam dunia akademik UII untuk mencetak para pemikir dan akademisi yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia dan institusi pada khususnya. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Jabatan Akademik Profesor kepada Dr. Sri Kusumadewi, S.Si., M.T. pada Selasa, 18 Safar 1447 H/12 Agustus 2025 M bertempat di Ruang Gedung Kuliah Umum (GKU) UII dan dihadiri oleh berbagai kalangan dalam lingkungan akademik UII, Ketua Pengembangan Pendidikan Yayasan Badan Wakaf UII (YBW UII) serta Kepala LLDikti Wilayah V.

Dr. Sri Kusumadewi menerima Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor dalam bidang Sistem Pendukung Keputusan Klinis. Dengan bertambahnya Dr. Sri Kusumadewi, UII kini memiliki sejumlah 56 Profesor dan saat ini 50 diantaranya masih aktif memberikan kontribusi di berbagai bidang keilmuan.

Rektor UII Fathul Wahid dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat dan rasa syukur atas bertambahnya Guru Besar di UII. Kini, UII masih mempunyai 295 doktor. Sebanyak 123 di antaranya sudah menduduki jabatan akademik Lektor Kepala. Mereka semua adalah para calon profesor. Semoga banyak di antaranya yang menduduki jabatan profesor dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Selain itu Rektor juga mengungkapkan ada banyak salah kaprah soal dalam memposisikan data terkait pengambilan keputusan yang perlu kita pahami. Kita perlu menambah literasi data kita. Sebagai warga kampus, apalagi akademisi, pemahaman seperti ini penting, supaya kita tidak latah dan dapat terlibat dalam proses edukasi publik. Dalam mengambil keputusan, data dapat memainkan peran yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita menempatkannya. Paling tidak, terdapat tiga pendekatan utama yang sering digunakan: data-driven, data-informed, dan data-inspired.

Karenanya, jangan sampai kita suka berhalusinasi, bahwa dunia akan semakin indah, jika semua pengambilan keputusan ditentukan sepenuhnya oleh data dan algoritma tanpa campur tangan kita. Bisa jadi, dunia justru menjadi mengerikan, karena manusia direnggut kemerdekaannya, dan diperlakukan tak beda dengan onderdil mesin, yang mengikuti algoritma desainernya.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D. Ketua Bidang Pengembangan Pendidikan PYBW UII dalam sambutannya mewakili Ketua Umum PYBW UII menyampaikan “Perjalanan panjang untuk meraih gelar profesor bukanlah rintangan atau beban yang harus dihindari, melainkan sebuah tantangan mulia yang perlu dihadapi guna mewujudkan karier akademik yang bermakna – baik secara personal, institusional, maupun sosial. Sebagai puncak keilmuan, profesor berperan sebagai motor penggerak dalam membina dosen muda dalam melaksanakan catur dharma UII (pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan dakwah), pengembangan riset strategis multidisiplin berbagai bidang ilmu dan memperkuat jaringan kolaborasi nasional dan internasional untuk memperluas dampak dari ilmu pengetahuan”, ungkapnya.

Acara ini merupakan komitmen UII dalam meningkatkan kualitas akademik serta mendorong inovasi dan kolaborasi di lingkungan kampus dan nasional. Dengan adanya penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Jabatan Akademik Profesor ini, UII berharap agar Dr. Sri Kusumadewi dapat memotivasi para akademisi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. (Humas)

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar acara Jelajah Kampus UII pada Ahad, 2 Safar 1447 H/27 Juli 2025 M di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII,  yang merupakan puncak Milad ke 82 UII dengan mengusung tema “UII Mengerti Bumi”. Acara jelajah kampus UII ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika UII, tenaga kependidikan, purna tugas, Jajaran Pimpinan Universitas dan Yayasan Badan Wakaf UII serta mitra dari Universitas Islam Indonesia.

Ketua Panitia Milad ke-82 UII, Ir. Fitri Nugraheni, S.T., M.T., Ph.D., IPM. , menyampaikan laporan kegiatan penyelenggaran Milad ke-82 UII. “Sesuai dengan tema yang diusung dalam Milad tahun ini, kami berharap menjadi momentum mewujudkan komitmen UII dalam keberlanjutan lingkungan hidup. Ir. Fitri Nugraheni juga menyampaikan kegiatan Jelajah Kampus UII merupakan refleksi dari komitmen tersebut,” ungkapnya.

Acara ini diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti oleh seluruh peserta Jelajah Kampus. Kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung perkutut oleh Jajaran Pimpinan Universitas yang merupakan pembukaan secara simbolis acara Jelajah Kampus UII. Burung Perkutut merupakan burung endemik yang sesuai dengan habitat serta keragaman flora yang ada di UII, beberapa flora di UII merupakan rumah bagi burung tersebut. Setelah itu Rektor UII secara resmi mengibarkan bendera start sebagai penanda dimulainya Jelajah Kampus UII.

Rute Jelajah Kampus UII kali ini mengelilingi area kampus, di mana para peserta disuguhi pemandangan alam yang sejuk di sekitar kampus sehingga memperkuat pesan utama dari acara Milad UII yaitu “UII Mengerti Bumi”. Selama acara berlangsung, peserta dihibur dengan penampilan dari band-band sivitas akademika UII yang membuat acara Jelajah Kampus semakin meriah dan panitia juga menyiapkan sebanyak 570 hadiah yang diundi bagi peserta Jelajah Kampus.

Sesuai dengan tema “UII Mengerti Bumi”, kegiatan Jelajah Kampus ini diharapkan tidak hanya sebagai bentuk perayaan Milad UII saja tetapi sebagai momentum untuk menjaga bumi sebagai warisan bagi generasi penerus di masa yang akan datang. (Humas)

Kepala Sekolah secara resmi membuka Kegiatan MPLS tahun ajaran 2025/2026/Dok.Humas

SMA UII Yogyakarta secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 pada Senin, 18 Muharram 1447 H/14 Juli 2025 M bertempat di lapangan dan aula sekolah. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I, selaku Kepala Sekolah SMA UII, dengan dihadiri oleh seluruh siswa baru, dewan guru, serta perwakilan OSIS sebagai panitia penyelenggara.

Turut hadir pula dalam acara pembukaan, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (PYBW UII) yang memberikan motivasi inspiratif kepada siswa-siswi baru. Dalam pesannya, beliau menceritakan perjalanan hidup Bapak Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si., sosok yang pernah menimba ilmu di lingkungan UII dan menjadi bagian dari sejarah berkembangnya SMA UII.

“SMA UII bukan sekedar sekolah, tapi bagian dari keluarga besar YBW UII. Setiap siswa yang menempuh pendidikan di sini, berarti telah menjadi bagian dari mata rantai perjuangan dan nilai-nilai luhur UII,” ungkap Ketua Umum PYBW UII dalam sambutannya.

Kepala Sekolah secara resmi membuka Kegiatan MPLS tahun ajaran 2025/2026/Dok.Humas

Kegiatan MPLS tahun ini mengusung tema “Unstoppable in Innovation” sebagai semangat dasar dalam menyambut siswa-siswi baru SMA UII Yogyakarta. Tema ini mencerminkan komitmen sekolah untuk menumbuhkan jiwa pembelajar yang adaptif, kreatif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Melalui rangkaian kegiatan MPLS, para siswa baru diajak untuk tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mulai membangun mental inovatif sejak hari pertama mereka menapakkan kaki di SMA UII.

Pembukaan MPLS juga dimeriahkan dengan perkenalan guru dan OSIS, ice breaking, dan penjelasan agenda kegiatan selama tiga hari ke depan. Antusiasme dan semangat terlihat jelas dari wajah para peserta didik baru yang siap memulai perjalanan mereka di SMA UII.

Dengan adanya MPLS ini, diharapkan siswa-siswi baru dapat beradaptasi secara positif, mengenal visi dan misi sekolah, serta menumbuhkan semangat belajar dalam bingkai nilai-nilai keislaman dan keilmuan yang menjadi ciri khas SMA UII Yogyakarta. (Humas)

Sesi Foto Bersama/Dok. Humas

Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) melantik Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya Masa Jabatan 2025-2026 pada Senin, 6 Zulhijah 1446 H/2 Juni 2025 bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Rektor dan para Pejabat Struktural di lingkungan UII. Pelantikan ini sekaligus peresmian pemekaran Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Sosial Budaya yang sebelumnya menjadi satu yaitu Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya.

Pejabat baru Fakultas Psikologi antara lain Dr. Phil. Qurotul Uyun, S.Psi., M.Si sebagai Dekan, Resnia Novitasari, S.Psi., M.A sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, dan Sonny Andrianto, S.Psi., M.Si., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni. Selanjutnya Pejabat baru Fakultas Ilmu Sosial Budaya antara lain, Prof. Dr.rer.soc. Masduki, S.Ag., M.Si. sebagai Dekan, Irawan Jati, S.IP., M.Hum., M.SS, Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, dan Nizamuddin Sadiq, S.Pd., M.Hum., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Keagamaan, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Dalam sambutannya Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si menyampaikan Pemimpin harus memiliki integritas dan akuntabilitas, yang antara lain dilakukan dengan menjaga ketat sesuatu yang sifatnya rahasia atau dijamin kerahasiaannya.

Sambutan Ketua Umum PYBW UII/Dok.Humas

Kepada para pejabat yang baru dilantik Dr. Suparman Marzuki berpesan “Dekan dan Pemimpin merupakan dua hal yang berbeda, Dekan merupakan nomenklatur dari jabatan seperti halnya Rektor, Wakil Rektor, Wakil Dekan, dan sebagainya. Sebagai Dekan dituntut kecakapan, pengetahuan yang cukup di bidang pengelolaan akademik, keuangan dan sumber daya manusia. Sementara sebagai Pemimpin, dituntut kecakapan dan ketrampilan, berkomunikasi dan menjadi teladan, inilah hal yang paling sulit.” paparnya.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. menyampaikan “selamat kepada jajaran pejabat baru dua fakultas tersebut dan berharap semua yang dilakukan untuk kemajuan fakultas selalu dimudahkan oleh Allah SWT. Pemekaran dua fakultas ini telah melalui diskusi panjang yang menjadi manifestasi kesadaran dan kesepakatan bersama”, paparnya.

Pemekaran dua fakultas ini menjadi momen penting untuk kemajuan organisasi di masa yang akan datang, dan semoga Pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah yang diemban dengan baik. (Humas)

Penyerahan SK PYBW UII kepada calon penerima beasiswa/Dok.Humas

Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII (PYBW UII) menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua/wali calon siswa SMA UII penerima beasiswa YBW UII dan UII pada Kamis, 10 Zulkaidah 1446 H/8 Mei 2025 bertempat di Ruang AVA lantai 3 Gedung SMA UII Jl. Tamansiswa No 158 Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum dan Ketua Pengembangan Pendidikan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII, Kepala Sekolah SMA UII beserta jajarannya serta orang tua/wali siswa SMA UII penerima beasiswa.

Beasiswa ini diberikan kepada 30 siswa yang akan melanjutkan studi Program Sarjana (S1) di Universitas Islam Indonesia, sejumlah 25 beasiswa berasal dari Yayasan Badan Wakaf UII dan 5 beasiswa dari UII. Hal ini merupakan wujud komitmen dari Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII dan UII untuk terus mendukung prestasi siswa SMA UII.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA UII, Drs. Maman Surakhman, M.Pd.I  menyampaikan apresiasinya kepada YBW UII dan UII yang telah memberikan beasiswa kepada siswa SMA UII yang berprestasi. “30 siswa ini adalah siswa terbaik yang berhak menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai program studi yang telah dipilih di UII tanpa harus mengeluarkan biaya selama menempuh masa studi. Untuk mendapatkan beasiswa tersebut tim studi lanjut dari SMA UII telah melakukan seleksi yang ketat baik dari nilai rapor, aspek akademik maupun non akademik, sikap maupun perilaku, serta keaktifan organisasi selama siswa menempuh studi 3 tahun di SMA UII yang hasil akhirnya diputuskan oleh pleno dewan.” paparnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII, Dr. Drs. Rohidin, S.H., M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan kepada siswa SMA UII untuk bangga bisa kuliah di UII. “UII merupakan salah satu Universitas unggul dan mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat, ini ditunjukkan dengan tingginya animo calon mahasiswa yang mendaftar di UII.” pungkasnya.

Selanjutnya, Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII, Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si. menyampaikan bahwa tahun ini Yayasan memberikan beasiswa kepada 25 siswa SMA UII yang berprestasi dan harapannya akan dapat memberikan lebih banyak beasiswa di masa yang akan datang. “Untuk itu mari bapak ibu kita awasi anak-anak kita untuk mencapai kesuksesan, karena peluang dan kesempatan untuk kuliah di UII tanpa biaya sudah didapat oleh putra-putri dari Ibu/Bapak sekalian.” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Surat Keputusan (SK) Penerima Beasiswa yang duduk di kelas 12 SMA UII untuk melanjutkan studi di UII oleh Ketua Umum PYBW UII kepada salah satu penerima beasiswa, yaitu Muhammad Ibnu Imam Mubarok dan didampingi oleh orang tuanya.

Dengan pemberian beasiswa ini diharapkan akan melahirkan lebih banyak siswa berprestasi, yang berakhlak mulia dan unggul dalam prestasi akademik demi kemajuan bangsa dan negara. (Humas)

Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) menerima kunjungan silaturahmi dari Yayasan Ibn Khaldun pada 26 Februari 2025/27 Syakban 1446. Acara ini berlangsung di Ruang Sidang 1 YBW UII. Rombongan Yayasan Ibn Khaldun yang dipimpin oleh Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I., beserta jajaran disambut dengan hangat oleh Ketua Pengembangan Pendidikan PYBW UII, Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., dan Ketua Pemberdayaan Masyarakat YBW UII, Drs. Aden Wijdan Syarif Zaidan, M.Si.

Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara kedua Yayasan serta mendiskusikan berbagai peluang kerja sama dalam bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berbagi pengalaman mengenai pengelolaan Yayasan, program-program unggulan, serta strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Prof. Drs. Allwar, M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas kunjungan Yayasan Ibn Khaldun. “Kami sangat menyambut baik silaturahmi ini sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan membangun sinergi yang lebih luas dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteraan umat,” ujarnya.

Suasana penayangan video profile YBW UII/Dok.Humas

Senada dengan itu, Dr. H. Didi Hilman, S.H., M.H., M.Pd.I., menyampaikan harapannya agar pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang. “Kami melihat banyak kesamaan harapan antara Yayasan Ibn Khaldun dan YBW UII. Terima Kasih karena kami juga mendapat informasi dan ilmu yang banyak dari YBW UII, kami berharap ke depan dapat terjalin kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua lembaga,” ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi yang baik di masa mendatang. Kedua Yayasan sepakat untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut yang dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat secara umum.

Kunjungan ini menegaskan komitmen kedua Yayasan dalam membangun hubungan yang harmonis serta berkontribusi dalam pengembangan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia. (Andri/Humas)

Dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) ke-VI dan Reuni Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah bertempat di Hotel Tentrem pada Sabtu 15 Februari 2025/16 Syakban 1446, Prof. Mahfud MD yang merupakan Anggota Dewan Pengurus Badan Wakaf UII sejak 14 Oktober 2001 menyampaikan taklimat yang berisi refleksi perjalanan sejarah organisasi alumni UII serta peran kaum muslimin dalam pembangunan negara.

Acara yang dihadiri oleh Komjen Polisi (Purn.) Drs. Nana Sudjana selaku Pj. Gubernur Jawa Tengah, Prof. Dr. Mohammad Syarifuddin selaku Ketua Umum IKA UII, serta Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. selaku Rektor UII ini menjadi momentum penting bagi para alumni UII dari 34 provinsi untuk berkumpul dan memperkuat silaturahmi.

Dalam sambutannya, Prof. Mahfud MD mengungkapkan kebanggaannya melihat perkembangan IKA UII yang semakin solid. “Dulu, jika ada Musyawarah Nasional, yang hadir tidak banyak, bahkan pelaksanaannya sering hanya di kantor atau di ruangan kecil. Namun, lihatlah sekarang—perwakilan dari 34 provinsi ingin hadir. Ini suatu kemajuan yang patut kita apresiasi,” ungkapnya.

Mantan Ketua IKA UII ini juga menceritakan perjalanan organisasi alumni yang mengalami pasang surut sejak era 1990-an. Ia mengenang kiprah para pendahulunya seperti Bapak Budi Sujono, Bapak Daliso Rudianto, dan Bapak Syafaruddin Alwi yang dengan gigih mempertahankan eksistensi IKA UII di masa-masa sulit, terutama menjelang era reformasi.

Prof. Mahfud menekankan bahwa UII merupakan produk sejarah yang lahir dari keinginan para pendiri bangsa untuk mencetak kader-kader umat dan bangsa. Universitas ini didirikan dengan tujuan mendidik kaum muslimin agar dapat berkontribusi dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila.

Ia menjelaskan bagaimana pendidikan agama dan umum mulai disejajarkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 1453 yang dikeluarkan oleh Menteri Agama dan Menteri Pendidikan pada 20 Juni 1951. “SKB ini membuka jalan bagi santri untuk mengakses pendidikan formal secara lebih luas,” jelasnya.

Sejak saat itu, perkembangan pendidikan kaum muslimin semakin pesat. Prof. Mahfud memaparkan bagaimana secara bertahap lulusan dari kalangan santri mulai menempati posisi-posisi penting dalam berbagai sektor. “Pada tahun 1990-an, lulusan-lulusan dari kalangan santri mulai menduduki posisi penting, termasuk di institusi militer seperti Akabri,” ujarnya.

Memasuki era reformasi, perubahan semakin terasa. Para santri dan lulusan perguruan tinggi Islam, termasuk UII, kini dapat menduduki beragam jabatan strategis di pemerintahan dan swasta. “Oleh sebab itu, saat ini sudah tidak relevan jika ada yang mengatakan bahwa kaum muslimin mengalami diskriminasi. Jika ada yang merasa terdiskriminasi, kemungkinan besar hal itu terjadi bukan karena sistem negara, tetapi oleh dinamika internal di kalangan umat Islam sendiri,” tegas Prof. Mahfud.

Di akhir taklimatnya, ia menekankan pentingnya meninggalkan dikotomi yang memisahkan umat Islam dari arus utama pembangunan bangsa. “Saat ini, kaum muslimin telah menjadi bagian integral dari NKRI dan turut berperan dalam membangun negeri. Ini adalah hasil perjuangan panjang yang harus kita syukuri dan teruskan,” pungkasnya.

Prof. Mahfud menutup taklimatnya dengan mengingatkan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pelajaran berharga yang dapat mengarahkan langkah ke depan dengan lebih bijaksana.

Munas ke-VI dan Reuni IKA UII ini sendiri berlangsung meriah dengan dihadiri perwakilan alumni dari seluruh Indonesia, menandai semakin kuatnya jaringan alumni UII dalam berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.