YBW UII Tampilkan “Sang Ksatria”

Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Festival Seni Pertunjukan Islami sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan ulang tahun ke-83 UII pada hari Selasa, 25 Zulkaidah 1447 H/12 Mei 2026 M, di Auditorium Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang Km 14.5 Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan untuk menjadi platform ekspresi seni dan budaya Islam yang melibatkan pegawai dan mahasiswa di lingkungan UII.
Festival Seni Pertunjukan Islami secara resmi dibuka oleh Rektor UII, Fathul Wahid, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Festival Seni Pertunjukan Islami ini merupakan upaya kecil UII untuk menerjemahkan perasaan seni dan budaya. Rektor menekankan pentingnya seni sebagai media untuk menampilkan nilai-nilai budaya dan spiritual dalam kehidupan kampus. Auditorium dipenuhi penonton yang hadir untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni Islam.

Tiga dewan juri dihadirkan untuk memberikan penilaian atas karya seni yang ditampilkan, yaitu Dr. Labibah Zain, M.LIS selaku Dosen UIN Sunan Kalijaga dan Praktisi Kesenian Teater EsKa, Prof. Dr. Muhammad Mukti, M.Sn. selaku Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNY sekaligus Praktisi Kesenian Tradisi, serta Paksi Raras Alit yang dikenal sebagai Pengasuh Sekolah Aksara Jawa, pemusik, dan penembang. Festival ini diikuti oleh 11 peserta, yaitu Yayasan Badan Wakaf (YBW) UII, Rektorat UII, dan sembilan fakultas di lingkungan UII.
Setiap peserta menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari musik Islami, teater, tari tradisional, pembacaan puisi, hingga pertunjukan kolaboratif yang memadukan unsur seni modern dan tradisional. Termasuk penampilan dari YBW UII yang memukau penonton melalui teatrikal bertema “Sang Ksatria: Jejak Perlawanan Pangeran Diponegoro”. Penampilan ini menggambarkan bagaimana seorang Pangeran Diponegoro bersama masyarakat Yogyakarta dalam melawan penjajah VOC di Goa Selarong. Penampilan ini dikemas secara dramatis dan sarat makna perjuangan. Pementasan tersebut tidak hanya menghadirkan nilai historis dan nasionalisme, tetapi juga menyampaikan pesan tentang keberanian, persatuan, serta semangat.

Pada akhir acara, dewan juri mengumumkan pemenang Festival Seni Pertunjukan Islam. Juara pertama diraih oleh Fakultas Hukum dengan tajuk ”Jihad Konstitusi”, diikuti oleh Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) di juara kedua dengan tajuk “Menjaga Nyala”, dan YBW UII dengan tajuk “Sang Satria” mendapat juara ketiga. Selain itu, seluruh peserta juga menerima apresiasi atas dedikasi dan kreativitas yang mereka tunjukkan sepanjang festival.
Acara ditutup dengan meriah melalui penampilan spektakuler dari YHKC (Yogyakarta Hadroh Clan) yang memikat penonton dengan musik hadroh yang energik dan harmonis. Melalui festival ini, peringatan Milad ke-83 UII tidak hanya menjadi perayaan institusi tetapi juga momentum untuk menghidupkan seni, budaya, dan nilai-nilai Islam di kampus. (Humas)



