Melestarikan Tradisi Ziarah Makam Pendiri dan Tokoh UII

Dalam rangka memperingati hari jadi yang ke-83, Universitas Islam Indonesia (UII) kembali mengadakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII pada hari Selasa, 17 Zulkaidah 1447 H/5 Mei 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan Universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan pensiunan, sebagai bentuk penghormatan serta untuk meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam mendirikan dan mengembangkan UII.
Ziarah dilaksanakan di beberapa lokasi, antara lain Pemakaman UGM Sawit Sari, Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, Pemakaman Bahoewinangun, Pemakaman Boharen, dan Pemakaman Raja-Raja Imogiri. Ketua Milad UII ke-83, Dr. Rizqi Anfanni Fahmi, S.E.I., M.S.I., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat hubungan historis antara generasi saat ini dan para pendiri Universitas. Ia menyatakan bahwa ziarah tersebut telah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-83 UII yang dimulai pada awal tahun 2026.
Sementara itu, Rektor UII, Fathul Wahid, menilai bahwa ziarah tersebut memiliki makna yang lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, tradisi ini merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan UII hingga saat ini.
“Melalui ziarah, kita diajak untuk menghubungkan kesadaran sejarah kita dengan perjalanan UII saat ini. Kemajuan Universitas saat ini tidak terlepas dari kontribusi dan perbuatan baik para pendahulu kita,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara ziarah di kompleks Pemakaman UII.

Pada kesempatan ini, Fathul Wahid juga mengenang beberapa tokoh yang dimakamkan di area Pemakaman UII, seperti Alm. Mufti Abu Yazid, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor III UII, Alm. Rasyid Baswedan, yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UII, dan Alm. Syafaruddin Alwi, yang dikenal karena karakter teladannya. Selain itu, nama-nama seperti Alm. Artidjo Alkostar dan Alm. Luthfi Hasan juga dikenang atas pengabdian dan dedikasi mereka terhadap UII, bangsa, dan negara. Rektor menambahkan bahwa ziarah ini merupakan kesempatan penting untuk berdoa bagi para pendiri dan tokoh Universitas, agar semua pengabdian mereka diterima sebagai amal yang berkelanjutan.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pemakaman UGM Sawit Sari untuk mengunjungi makam Alm. Prof. Dr. H. Ace Partadireja, Alm. Prof. Dr. H. Zanzawi Soejoeti, dan Alm. Ir. R.H.A. Syahirul Alim, yang telah berkontribusi pada perjalanan kepemimpinan Universitas. Pada saat di Pemakaman Pahlawan Nasional Kusumanegara, rombongan juga mengenang Alm. Prof. Dr. Sardjito yang telah memainkan peran penting dalam pengembangan UII, termasuk melalui pendirian beberapa fakultas di berbagai daerah.

Fathul Wahid menyatakan bahwa ketekunan Alm. Prof. Sardjito dalam ilmu pengetahuan dan penelitian menjadi contoh yang relevan hingga saat ini karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Ziarah berikutnya ke Pemakaman Bahoewinangun untuk mengenang Alm. Prof. R.H.A. Kasmat Bahoewinangun, kemudian ke Pemakaman Boharen, tempat peristirahatan terakhir Alm. Prof. K.H.A. Kahar Mudzakkir. Alm. Kahar Mudzakkir dikenang sebagai negarawan yang berwawasan jauh ke depan dan memiliki jaringan internasional kuat sejak awal berdirinya UII.
Rangkaian ziarah diakhiri di Pemakaman Raja Imogiri untuk mengenang Alm. GBPH. Prabuningrat. Selama kepemimpinannya, UII mengalami perkembangan yang signifikan, baik dalam hal pengembangan fasilitas maupun penguatan kualitas akademik. Almarhum juga dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan dekat dengan komunitas akademik.
Ziarah ke makam para pendiri dan tokoh UII menjadi tradisi yang dilaksanakan setiap peringatan ulang tahun UII. Selain menghormati para pendahulu, kegiatan ini juga sebagai sarana refleksi dan penanaman nilai-nilai perjuangan, integritas, dan dedikasi pada generasi penerus UII. (Humas)



